Deskriptif Statistik

9 Juni 2009

Untuk mendapatkan gambaran atas suatu data dapat dilakukan dengan metode statistik. Metode statistik terbagi 2 (dua) yaitu metode statistik deskriptif dan inferensi. Statistik deskriptif memberi gambaran atas data seperti jumlah, rata-rata, nilai tengah, nilai paling sering muncul. Sedangkan metode inferensi memberi kesimpulan atas data yang diolah dari statistik deskriptif.

Misalkan terdapat data nilai mata pelajaran matematika 20 orang siswa seperti dibawah ini:

9 8 7 5 4 2 1 9 8 9

7 7 6 5 8 7 9 8 8 9

Statistik deskriptik dari data tersebut dapat berupa:
a. jumlah data (populasi) : 20 orang
b. rata-rata (mean)= jumlah/cacah
= (9+8+7+5+4+2+1+9+8+9+7+7+6+5+8+7+9+8+8+9)/20
= 136/20
= 6,8
c. frekuensi data

  data  cacah
    1        1
    2        1
    4        1
    5        2
    6        1
    7        4
    8        5
    9        5

d. nilai tengah (media)
1 2 4 5 5 6 7 7 7 7 8 8 8 8 8 9 9 9 9 9
(7 + 8)/2 = 7.5
e. nilai paling sering muncul (modus)
8 dan 9
f. Data minimum : 1
g. Data maksimum : 9

Algoritma:

0.Mulai
1.Tentukan data, tentukan jumlah data (N)
2.Tentukan rata-rata
   jumlah=0
   For I= 1 To N Step 1
      jumlah=jumlah+data(I)
   Next I
   Rata=Jumlah/N
3. Tentukan median
   -Urutkan data
    For I=1 To N-1
     For J=I+1 To N
       IF Data(I)>Data(J) Then
         Temp=Data(I)
         Data(I)=Data(J)
         Data(J)=Temp
       End IF
   jika N genap maka
      median = (Data(N/2)) +Data (N/2+1))/2
   Jika N ganjil maka
      median=Datta(N/2+1)
3.Tentukan frekuensi
   'inisialisasi frekeunsi
    for I=1 to N
      Frek(I)=1
    Next I
    For S=1 To N-1 
     For T=S+1 To N 
      IF Data(T)  0 Then
      IF (Data(S)=Data(T)) Then
        Frek(S)=Frek(S)+1
        Data(T)=0
      End IF
    
   'Satukan data
   C=0
    For I=1 To N
     IF Data(I)0 Then
       C=C+1
       DataS(C)=Data(I)
       FrekS(C)=Frek(I)
     End IF

  'Cetak Frekuensi
    For I=1 To C
      Print DataS(I), FrekS(I)
   Next I

4.Tentukan modus
   MaxFrek=Frek(1)
    For I=2 To C
      If Freks(I)>Freks Then
          MaxFrek=Freks(I)
      End IF     
      End IF

5. Tentukan minimum
    Min=DataS(1)
    For I=2 To C
      If Datas(I)Maks Then
        Maks=Datas(I)
      End IF

7. Selesai

Deret Fibonacci

3 Juni 2009

Berikut ini adalah bentuk dari deret fibonacci
1,3,5,8,13,21,..,N

Misalkan suku ke-1 adalah A, suku ke-2 adalah B

Maka untuk mendapatkan suku ke-3 adalah suku ke-2 + suku ke-1

untuk mendapatkan suku ke-4 adalah suku ke-3 + suku ke-2

untuk mendapatkan suku ke-n adalah suku ke-n-1 + suku ke-n-2

Algoritma
0. Mulai
1. Tentukan suku ke-1 dan ke-2, A=1, B=3
3. Banyak fibonacci, mis : N
4. Bila N=1 cetak A
5. Bila N>=2 cetak A,B
Ulangi dari 3 s.d N
C = A + B
A=B
B=C
cetak C
6. Selesai

Private Sub Form_Activate()
  Dim A,B,C,N As Byte
  A=1 : B=1
  N=MsgBox("Fibonacci Hingga Ke : ")
  IF (N=1) Then
    Print A
  Else
    Print A,B;
    For I=3 To N Step 1
      C = A + B
      Print C
      A=B 'Beri nilai B ke A
      B=C 'Beri nilai C ke B
    Next I
  EndIF
End Sub

Faktorisasi Prima Suatu Bilangan

3 Juni 2009

Tiap bilangan memiliki faktorisasi prima. Artinya bahwa setiap bilangan dapat didapatkan nilainya dengan mengalikan bilangan prima. Sebagai contoh bilangan 2 faktorisasi primanya adalah 2 x 1 = 2. Bilangan 3 adalah 3 X 1 = 3. Faktorisasi prima dari 4 adalah: 2 X 2 = 2^2. Faktorisasi prima dari 6 adalah 2 X 3. Faktorisasi prima dari 8 adalah 2 X 2 X 2 = 2^3. Faktorisasi prima dari 12 adalah

12
2 X 6
      2 X 3
2  X 2 X 3
2^2 X 3

Faktorisasi prima dari 18 adalah:

18
2  X 9
2  X 3 X 3
2  X 3^2

Menentukan Bilangan Prima

3 Juni 2009

Bilangan Prima adalah bilangan yang hanya habis dibagi 1 dan bilangan itu sendiri. Namun terdapat pengecualian bahwa angka 2 adalah bilangan prima. Adapun dereten bilangan prima adalah:
2,3,5,7,11,13,17,…

Sebagai contoh bilangan 3 adalah bilangan prima karena 3 hanya habis dibagi 1 dan bilangan itu sendiri.

Penyebut  : Pembilang    Hasil    Sisa
       3        :       1               3          0
       3        :       3               1          0

Bilangan 3 hanya habis dibagi 1 dan 3

Contoh bilangan yang bukan prima adalah 4

Penyebut  : Pembilang    Hasil    Sisa
       4        :       1               4          0
       4        :       2               2          0
       4        :       4               1          0

Bilangan 4 habis dibagi 1,2 dan 4.

Algoritma
0. Mulai
1. Tentukan suatu bilangan, mis N
2. Tentukan Cacah Prima, mis CPrima=0
3. Ulangi I mulai dari 1 s.d N
Uji Apakah N Mod I = 0
Jika Ya maka Tambahkan CPrima =CPrima + 1
Uji Apakah CPrima>2
Jika Ya Ke Langkah 4
4. Ulangi Ke 3
5. Uji Jika CPrima2 Maka N Bukan Prima
6. Selesai

Private Sub Form_Activate()
   Dim N, I,CPrima As Byte
   N=7 'Bilangan yang akan diuji
   CPrima=0 'Cacah Pembagian Nol
   For I= 1 To N Step 1
      IF (N Mod I=0) Then
        CPrima=CPrima + 1
        IF CPrima>2 Then Exit For
      End IF
   Next I
   IF CPrima<=2 Then
      Print N;" Bilangan Prima"
   Else
     Print N;" Bukan Bilangan Prima"
End Sub