Modul III

28 Desember 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul III, Anda diharapkan telah memiliki kemampuan:
– menciptakan struktur tabel
– membuat form dari tag HTML
– mengkoneksikan kode PHP dengan MySQL

Pendahuluan

Setiap sistem dapat saja menerima informasi baik dari lingkungan luarnya (external system) maupun dari sistem itu sendiri (internal system). Informasi dari luar sistem sangatlah banyak. Informasi yang dimasukkan ke sistem harus sesuai dengan kebutuhan sistem. Jangan sampai kita memasukkan informasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan sistem. Bila hal ini sampai terjadi maka tentu saja sistem kita akan dipenuhi dengan informasi-informasi yang tidak berguna atau dapat dikatakan informasi-informasi sampah (useless information).

Agar informasi/data di dalam komputer dapat terkelola dengan baik dibutuhkan perangkat lunak khusus untuk pengelolaan data. Perangkat lunak ini sering disebut dengan sistem manajemen basis data (database management system – DBMS). Terdapat beragam jenis DMB seperti hirarki, tree, relasional, semi-obyek, obyek, namun tipe DBMS relasional (relational database management system) merupakan jenis DBMS yang paling banyak digunakan saat ini. Contoh-contoh RDBMS seperti : MS-Acess, MySQL, SQL-Server, Paradox, dsb.

Setiap RDBMS memungkinkan Anda untuk langsung berinteraksi di lingkungan kerjanya (environment window). Namun hal ini umumnya hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu saja. Orang-orang yang khusus menangani basis data disebut dengan administrator basis data (database administrator). Tujuan dari pembatasan hak guna (access privilidge) ini adalah agar basis data tetap aman dan terhindar dari gangguan-gangguan orang yang tidak berhak. Mengingat tidak semua pemakai dapat berinteraksi dengan basis data seperti layayaknya seorang administrator basis data, maka perlu dibuat interaksi yang mudah dan menarik.

Struktur Tabel

Informasi/data yang dibutuhkan sistem tentu saja harus diketahui strukturnya. Struktur ini menggambarkan kedudukan data di DBMS. Misalkan kita ingin menyimpan data/informasi siswa sekolah dasar. Seorang siswa tentunya memiliki attribut NIS (Nomor Induk Siswa), Nama, Alamat, Jenis Kelamin, Agama, dsb. Data dari attribut-attribut tersebutlah yang membedakan tiap siswa. Siswa disini dapat juga kita sebut sebagai obyek/entitas. Banyaknya attribut dari suatu entitas disesuaikan dengan kebutuhan. Misalkan, saat ini sering terjadi penyakit demam berdarah, dimana penyakit ini ada kalanya membutuhkan darah segar sesuai dengan golongan darah penderitanya. Untuk mengantisipasi hal ini akan terjadi pada siswa maka bisa saja attribut golongan darah ditambahkan, sehingga bila penyakit demam berdarah benar-benar terjadi pencarian data golongan darah siswa mudah dilakukan. Attribut-attribut seperti Agama, Telepon, nama Bapak dan ibu juga bisa ditambahkan. Dengan demikian attribut-attribut dari siswa dapat didaftar seperti berikut:
NIS
Nama
Alamat
Jenis Kelamin
Agama
Golongan Darah
Telepon
Nama Ayah
Nama Ibu

Setiap attribut tentu saja memiliki data yang berbeda-beda baik dari segi panjang maupun jenis datanya. Sebagai contoh attribut NIS siswa umumnya hanya tersusun atas angka-angka dan panjangnya bisa 5 digit atau 8 digit. Lain lagi halnya dengan attribut Nama, dimana nama seorang siswa tentu saja terdiri atas rangkaian karakter-karakter. Tentu hal yang aneh bila diketahui nama siswa 007 walaupun kemungkinannya saja bisa terjadi tetapi tentu hal tersebut tidak lazim.

Data seorang siswa dapat dituliskan seperti di bawah ini:

NIS 09001
Nama Betra Ginting
Alamat Desa Barusjahe No. 007
Jenis Kelamin Laki-Laki
Agama Katolik
Golongan Darah O
Telepon 081328524100
Nama Ayah Beton Ginting
Nama Ibu Ramida Br Barus

Kita perhatikan attribut NIS dan Telepon tersusun atas rangkaian angka (numerik). NIS terdiri dari 5 digit. Setiap siswa akan memiliki panjang NIS yang sama sehingga panjang maksimum dari NIS adalah 5 digit. Umumnya tiap NIS dibedakan dari nomor digit terakhir. Sedangkan attribut Telepon panjangnya 12 digit. Namun tentu saja tidak semua telepon siswa 12 digit. Namun hingga saat ini kita tahu bahwa digit telepon paling panjang adalah 12 digit.

Selanjutnya kita perhatikan attribut Jenis Kelamin, Golongan Darah, Nama Ayah, Nama Ibu datanya tersusun atas rangkain karakter (alphabet). Sebagai contoh jenis kelamin dapat berula laki-laki atau perempuan. Dalam beberapa sistem jenis kelamin dibuat Pria atau Wanita. Namun saat ini penggunaan jenis kelamin laki-laki atau perempuan lebih lumrah. Perlu diperhatikan bahwa jenis kelamin hanya 2. Dalam komputer keadaan yang nilainya hanya dua dapat juga disimbolkan dengan suatu keterangan misalnya L untuk laki-laki atau P untuk perempuan. Hal ini tentu saja akan menghemat tempat penyimpanan di komputer. Tentu saja kita akan menyimpan data L daripada Laki-laki yang data maksimumnya hanya 1 karakter.

Untuk attribut golongan darah datanya dapat berupa A,B,O,AB. Data golongan darah maksimum 2 karakter. Untuk attribut Nama Ayah dan Nama Ibu bisa kita perkirakan umumnya maksimum panjang nama orang Indonesia mungkin saja 25 karakter. Namun bila suatu saat ditemukan siswa yang namanya melebihi 25 karakter maka struktur dari attribut Nama harus diubah.

Untuk attribut alamat datanya tersusun atas rangkaian angka (numerik) dan karakter (alphabet) sehingga disebut sebagai alphanumerik. Sistem pengalamatan di Indonesia memasukkan jalan, gang, nomo rumah, rt/rw. Panjang maksimum alamat dapat diperkirakan 50 yang merupakan gabungan angka dan karakter.
Gambar berikut merupakan gambaran attribut baik panjang maupun tipe datanya.

Attribut Panjang Tipe Data
NIS 5 Numerik
Nama 25 Alphabet
Alamat 50 Alphanumerik
Jenis Kelamin 1 Alphabet
Agama 10 Alphabet
Golongan Darah 2 Alphabet
Telepon 12 Numerik
Nama Ayah 25 Alphabet
Nama Ibu 25 Alphabet

Sampai saat ini attribut dan tipe data dari entitas sudah kita dapatkan. Namun khususnya tipe data Numerik, Alphabet, dan Alphanumerik dalam implementasinya di sistem manajemen basis data relasional berbeda-beda. Sebagai contoh di MS-Access tipe data numerik dapat disimpan dalam tipe Shortint, Byte, Integer, Longint; sedangkan di MySQL dapat berupa tipe TinyInt, ShortInt, Integer, Number. Dapat dikatakan belum ada standar baku untuk tipe data pada masing-masing sistem manajemen basis data relasional.

Membuat Struktur Tabel Siswa di MYSQL


Modul II

23 Desember 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul II, Anda diharapkan telah memiliki kemampuan:
– Mengenal web server apache
– Mengenal database server MySql
– Mengenal application server PHP

Pengantar

Pada pemrograman web database, halaman-halaman web (web pages) disimpan dalam suatu komputer yang disebut dengan server. Halaman-halaman tersebut dikelola oleh suatu perangkat lunak (software) yang disebut web server. Contoh-contoh dari web server seperti Apache, IIS (Internet Information Server), Xitami, PWS (Personal Web Server), JSP (Java Server Page), dsb.

Pemakai (client) meminta (request) suatu halaman web dengan cara mengetikkan alamat halaman web tersebut di baris alamat pada web browser. Sebagai contoh http://www.respati.ac.id/index.html. Bila halaman web index.html yang dipanggil ada di web server respati.ac.id maka halaman web tersebut akan diberikan (response) ke web browser dan web browser menampilkannya. Bila halaman web yang diminta tidak ada di web server maka di web browser Anda akan muncul keterangan Web Page Not Found yang menandakan bahwa halaman web tidak di temukan di web server.

Halaman web yang terlihat dalam web browser tersusun dari tag-tag HTML (Hypertext Markup Language). Tag-tag HTML sering juga disebut dengan Kode HTML. Kode HTML disimpan dengan akhiran (ekstensi) .HTML atau .html. Kode HTML tidak dapat berinteraksi dengan suatu basis data. Untuk mengatasi kekurangan ini maka perlu dibuat suatu kode yang dapat berinteraksi dengan basis data. Kode yang dapat berinterasksi dengan basis data tetap harus diterjemahkan kedalam kode HTML oleh Web server. Kode yang dapat berinteraksi dengan basis data dioleh suatu program yang disebut dengan application server. Contoh dari application server seperti ASP, PHP, Java, dsb.

Application server berinterasksi denga suatu basis data yang disebut dengan database server. Jenis-jenis database server antara lain MySQL, SQL Server, Oracle, Interbase, dsb. Application server memproses kodenya yang berisikan intruksi untuk memanipulasi suatu basis data. Manipulasi basis data pada umumnya tentang bagaimana defenisi, manipulasi, dan kontrol data.

Latihan 1. Mengaktifkan Web Server (Apache)
-. Klik tombol Start
-. Klik All Programs
-. Klik PHP Triads
-. Klik Apache Console
-. Klik Start Apache

Berikutnya akan muncul jendela Start Apache. Jendela ini tetap harus aktif bila Anda akan menjalankan kode PHP. Anda masih ingat bahwa kode PHP bekerja di web server. Web server di sini adalah Apache.

Latihan 2. Mengaktifkan Web Browser (Mozilla Firefox)
-. Buka Web Browser. Pada latihan ini akan digunakan web browser mozilla firefox. Untuk mengaktifkannya klik Start –> All Programs –> Mozilla Firefox –> Mozilla Firefox. Anda juga dapat menggunakan web browser lainnya seperti Internet Explorer (IE), Apple Safari, dsb.

Latihan 3. Menjalankan Web Server
-.Pastikan web Browser sudah Aktif. Bila belum aktif ikuti langkah-langkah di Latihan 2. Mengaktifkan Web Browser.
-. Ketikkan http://localhost/ di baris alamat dan tekan Enter untuk menjalankan Web Server.

Latihan 4. Mengaktifkan Database Server
-. Klik start
-. Klik All Programs
-. Klik PHP Triads
-. Klik MySQL
-. Klik MySQL-D

Sekilas Anda akan melihat jendela pengaktifan Database Server, namun sesaat kemudian jendela tersebut hilang. Anda tidak perlu risau akan hal tersebut karena memang begitulah adanya.

Latihan 5. Menjalankan Database Server
1. Pastikan web server sudah aktif. Bila web server belum aktif lakukan langkah-langkah di Latihan 1. Mengaktifkan Web Server.
2. Pastikan database server sudah aktif. Bila database server belum aktif ikuti langkah-langkah pada Latihan 4. Mengaktikan Database Server.
3. Pastikan web browser sudah aktif. Bila web browser belum aktif lakukan langkah-langkah seperti di Latihan 2. Mengaktifkan Web Browser. Di web browser Mozilla Firefox, Anda dapat membuka Tab Baru dengan menekan tombol cepat (shortcut) Ctrl + T atau dengan menekan menu File New Tab. Dalam suatu window dapat dibuka banyak Tab. Tiap-tiap Tab ini layaknya seperti sebuah jendela baru. Dalam suatu tab dapat ditampilkan suatu halaman web.
4. Ketikkan http://localhost/phpmyadmin di baris alamat web browser

Latihan 6. Menguji Application Server

1. Buka editor notepad dengan mengklik tombol Start –> All Programs –> Accessories –> Notepad

2. Ketikkan kode program berikut

3. Simpan kode program dengan nama hallo.php. Klik menu File –> Save

selanjutnya akan muncul kotak dialog Save As.
4. Dalam dialog Save As lakukan pengaturan berikut ini:
-Pada combobox Save in arahkan ke c:\Apache\Htdocs

-Pada textbox File Name ketikkan hallo.php
-Pada combobox Save As Type pilih All Type
-Tekan tombol Save untuk melakukan penyimpanan.

5. Pastikan Web Browser Sudah Aktif. Bila belum aktif ikuti langkah-langkah di Latihan 2. Mengaktifkan Web Browser. Tekan Ctrl + T untuk membuka Tab baru dan Ketikkan http://localhost/hallo.php di baris alamat browser.

Bila di web browser Anda tertera tulisan Hallo maka Anda telah sukses membuat kode program PHP. Dari kode program kecil ini selanjutnya Anda dapat mengembangkan program-program yang lebih besar. Dan memang semuanya intinya dimulai dari yang kecil. Sukses buat Anda!

Mungkin Anda bertanya, Bagiamana sih kode program tersebut sebenarnya bekerja? Baiklah berikut ini akan dijelaskan bagaimana pemrosesan umum terjadi.

1. Pada saat Anda mengetikkan http://localhost/hallo.php menandakan bahwa Anda meminta suatu halaman web dengan nama hallo.php di server localhost. Server localhost mengacu kepada tempat web server Anda berada. Karena web server Anda diinstal di komputer Anda maka standar pengacuan dari komputer local adalah localhost. Anda dapat saja mengaturnya misalkan dengan nama perusahanjaya.com, excelentt.com, dsb.

2. Setelah Anda menekan Enter maka web server mencari file hallo.php. Karena Ada maka web server melihat jenis file yang diminta. Web server mengetahui bahwa file yang diminta adalah file PHP maka selanjutnya file tersebut diserahkan ke PHP untuk mengerjakannya. Disini file PHP akan mulai mengeksekusi kode programmnya baris per baris yang dimulai dari :
, yang menandakan akhir dari kode PHP
hasil terjemahan PHP tersebut adalah
Hallo
diberikan kembali ke web browser.
3. Web browser selanjutnya mengirimkan kembali isi file hallo.php ke web browser.
4. Web Browser menapilkan isi file hallo.php