Pemrograman Grafis

6 Januari 2010

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul XI, Anda diharapkan telah memilki kemampuan untuk :
– memahami konsep gambar
– menciptakan obyek grafis di form
– mengenali control grafis di toolbox
– memanipulasi obyek grafis

Pengantar

Kiasan “Satu Gambar Memiliki Sejuta Arti” merupakan ungakapan yang banyak diutarakan orang. Peminat seni gambar memandang suatu gamar dari beragam segi mulai dari ukuran, bentuk, warna, pencahayaan gambar, kondisi serta waktu pembuatan gambar, serta segi-segi yang lainnya. Para penikmat seni gambar akan mampu menjelaskan elemen gambar yang terkecil hingga yang terbesar. Tentu saja bagi orang yang bukan peminat seni memandang perilaku seniman (spt : seniman gambar) kadang-kadang mememperlihatkan perilaku yang aneh dalam menikmati suatu gambar. Yah.. begitulah seorang seniman. Ha.ha.ha.ha.ha.ha….

Gambar di komputer terbentuk dari himpunan titik-titik gambar. Titik disebut dengan pixel (picture element). Pixel merupakan element terkecil dari suatu gambar. Pixel dapat diberi warna tertentu. Dari himpunan titik dapat dibentuk obyek-obyek gambar seperti garis, lingkaran, segitiga, persegi, balok, ellips, dan sebagainya. Banyak teknik pemrograman yang telah diciptakan untuk menciptakan obyek-obyek gambar.

Semakin banyak titik pembentuk gambar maka kualitas gambar akan semakin baik. Bila layar komputer Anda memiliki resolusi 800 x 600 px menandakan bahwa sepanjang sumbu X dapat diletakkan 800 pixel dan sepanjang sumbu Y dapat ditempatkan 600 pixel. Tentu saja gambar tampilan gambar akan lebih baik bila resolusi layar monitor Anda 1024 X 768, 1024 X 800 atau bahkan lebih.

Di toolbox Visual Basic terdapat dua kontrol yang dapat digunakan untuk memanipulasi gambar yaitu control Picture dan Image. Selain itu control Form juga dapat digunakan sebagai area gambar

a. Menciptakan titik di form
Visual Basic telah menyediakan fungsi Pset untuk menciptakan titik. Format penulisan dari Pset:

Pset (X,Y),Warna

dimana X : adalah posis titik di sumbu X; Y : posisi titik di sumbu Y; Warna adalah warna dari titik.

a. Menciptakan titik di Form
1. Buka Proyek Standar.Exe
2. Simpan Proyek dengan nama PTitik
3. Simpan Form dengan nama FTitik
4. Ganti properti form
– Name : FrmTitik
– Caption : Titik
5. Tuliskan kode berikut di Event Form_Paint

Private Sub Form_Paint()
Pset (1000,1000),yellow
End Sub

6. Eksekusi Proyek dengan menekan tombol F5 di keyboard

Mungkin saja titik di Form sulih melihatnya. Bagian berikut akan dicetak himpunan titik-titik dengan memanfaatkan pernyataan perulangan (looping statement).

7. Tekan simbol Close (X) untuk kembali ke perancangan

b. Menciptakan Garis di Form
1. Ubah kode program di event Form_Paint

Private Sub Form_Pain()
Dim I As Integer
For I=1000 To 2000 Step 1
Pset (I,1000),Yellow
Next I
End Sub

2. Simpan Form dan Proyek dengan mengklik menu File –> Save Project
3. Eksekusi Proyek dengan menekan F5 di keyboard

4. Kembali ke perancangan dengan menekan simbol Close (X)

c. Menciptakan Grafik Sinus di Form
1. Ubah properti Form
-WindowState : Maximized
2. Ubah kode program di Form_Paint

Private Sub Form_Paint()
Dim I,TengahLayar As Integer
Dim Y,Radian As Single
TengahLayar = Screen.Height / 2
For I = 0 To Screen.Width Step 1
Radian = 3.14 / 180 * I
Y = Sin(Radian)
PSet (I, TengahLayar + Y * 1000), yellow
Next I
End Sub

3. Simpan kode dengan menekan tombol Ctrl + S di keyboard
4. Eksekusi Proyek dengan menekan F5 di keyboard

5.Tekan simbol Close (X) untuk mentup Jendela Eksekusi

c. Menciptakan Jaring Laba-Laba di Form
1. Ciptakan Proyek Standard.Exe
2. Simpan Proyek dengan nama PLingkaran
3. Simpan Form dengan nama FLingkaran
4. Ganti properti Form
– Name : FrmLingkaran
– Caption : Lingkaran
– WindowState : Maximized
5. Masukkan control Timer ke Form
– Name : TmrLingkaran
– Interval : 1000 (dalam satuan milisecond. 1 detik = 1000 milisecond)
3. Ketikkan Kode Program Berikut di Jendela Kode.

Dim JariJari As Integer
Dim XTengah, YTengah As Single

4. Tambahkan Event Form_Load

Private Form_Load()
JariJari=0
XTengah=Screen.Width/2
YTengah=Screen.Height/2
Randomize(10)
End Sub

5.Ubah kode program di Form_Paint seperti di bawah ini:

Private Sub Form_Paint()
Circle (XTengah, YTengah), JariJari, RGB(Rnd() * 255, Rnd() * 255, Rnd(255) * 255)
End Sub

6. Tambahkan Event TmrLingkaran_Timer()

Private Sub TmrLingkaran_Timer()
JariJari = JariJari + 100
If (JariJari > YTengah) Then
JariJari = 100
Cls
End If
Form_Paint
End Sub

7. Simpan Kode Program dengan menekan Tombol Ctrl + S
8. Eksekusi Proyek dengan menekan F5

9. Tutup Jendela Eksekusi dengan menekan simbol Close (X)

Jalanya program bekerja dapat dijelaskan seperti berikut:
1. Pada saat Anda menekan F5 maka Event Form_Load akan dikerjakan.
JariJari=0
XTengah=Screen.Width/2
YTengah=Screen.Height/2
Randomize(10);

ctt : Randomize(10) dapat saja Anda tuliskan menjadi Randomize(1), Randomize(2). Angka berapa saja bisa dituliskan. Fungsi Prosedur ini agar Visual Basic setiap memanggil fungsi Rnd akan membangkitkan bilangan acak yang berbeda. Jika Anda tidak menggunakan fungsi Randomize maka bilangan acak yang dibangkitkan dari fungsi Rnd akan tetap sama.

2. Event Form_Paint dikerjakan.
Circle (XTengah,YTengah),JariJari,RGB(Rnd()*255,Rnd()*255,Rnd()*255)

ctt : RGB merupakan fungsi menuliskan warna. R = Red, G=Green, B=Blue. Kalau Anda perhatikan pada fungsi RGB terdapat tiga parameter. Nilai ketiga parameternya akan dirandom mulai dari angka 0 hingga 254. Percampuran antara nilai Red, Green dan Blue tentu akan diberikan sebagai nilai akhir.

Pada tahap ini tentu saja penciptaan lingkaran telah dilakukan, namun karena jari-jari lingkaran masih 0 maka lingkaran tidak terlihat di Form.

3. 50 milisecond ( 1/20 detik) kemudian dikerjakan Event TmrLingkaran_Timer()
JariJari=JariJari+100
IF (JariJari>YTengah) Then
JariJari=100
Cls
End IF
Form_Paint

JariJari ditambah 100. Kemudian diuji apakah JariJari lebih besar dari YTengah. Hal ini dilakukan agar jari-jari lingkaran tidak melebihi layar. Jika JariJari lebih besar dari Y Tengah maka kembalikan nilai JariJari menjadi 100, kemudian form dibersihkan dari obyek grafis. Selanjutnya prosedur Form_Pain dipanggil.

4. Setiap 50 second akan dipanggil kembali Prosedur Form_Paint

b. Menciptakan titik di Control Picture
Control Picture menyediakan beragam fungsi untuk memanipulasi grafis.

Iklan

Modul VI

23 April 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul VI ini, Anda diharapkan mampu:

  • Memahami pengertian fungsi
  • Memahami jenis-jenis fungsi
  • Mendeklarasikan dan memanggil fungsi
  • Memecahkan masalah dengan memanfaatkan fungsi

Pendahuluan

6.1. Jenis-Jenis Fungsi

Dari sisi pembuatannya fungsi dalam Visual Basic terbagi dua, yaitu :

  1. Fungsi yang dibentuk visual basic (built-in function)
  2. Fungsi yang dibentuk pemakai (user defined function)

A. Fungsi yang dibentuk visual basic

Visual Basic sudah menyediakan berbagai jenis yang tujuannya adalah mempermudah Anda untuk memecahkan suatu permasalahan. Daripada Anda harus membentuk fungsi sendiri tentu akan membutuhkan waktu, tenaga dan pemikiran. Fungsi dibentuk oleh Visual Basic berdasarkan perkiraan fungsi-fungsi yang umum dipakai untuk memcahkan masalah.

Dari segi tujuan pembentukannya fungsi-fungsi yang disediakan dalam visual basic masih dapat dikelompokkan kedalam:

  • Fungsi string
  • Fungsi aritmatika
  • Fungsi trigonometri

A.1 Fungsi String

A.2 Fungsi Aritmatika

A.3 Fungsi Trigonometri

6.2 Deklarasi dan Pemangilan Fungsi

6.3 Fungsi Berparameter

6.4 Skop Nilai

6.5 Fungi Dalam Fungsi

6.6 Fungsi Rekursif

6.7 Latihan

Kesimpulan

Kosa Kata

Soal

Jajak Pendapat

Referensi


Modul V

23 April 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul V ini, Anda diharapkan mampu:

  • Memahami pengertian array
  • Memahami pendeklarasian array
  • Memahami dimensi array
  • Mampu menerapkan array dalam pemecahan masalah

Pendahuluan

Misalkan Anda ingin menyimpan data tinggi 10 orang mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, maka Anda dapat saja melakukannya dengan memberi data tinggi pada variabel-variabel seperti berikut:

ridwan = 170

monika = 165

kristotomus = 180

andre = 170

melki = 185

agus = 165

imam = 173

zulkifli = 170

bangsawan = 180

anandayu = 175

Terdapat 10 variabel yang digunakan untuk menyimpan data tinggi. Bagaimana halnya bila diinginkan untuk menyimpan data tinggi untuk 100, 1000, 10000 atau jutaan mahasiswa di Indonesia, apakah anda akan tetap menyimpannya dalam variabel-variabel dengan memanfaatkan nama mahasiswa? Tentu saja hal tersebut dapat Anda lakukan. Namun yang perlu diperhatikan bahwa dalam pembuatan program perlu diperhatikan efisiensi, artinya untuk mencapai tujuan tersebut harus diusahakan seminim mungkin kode program yang digunakan.

Misalkan lagi terdapat data peserta kursus di “Perlanjasira Group Aron Komputer” seperti dibawah ini:

Peserta Kursus Yang Diampu
Ridwan Instalasi Komputer

Microsoft Office

Monika Sistem Operasi

Microsoft Office

Melki Desain Web

Microsoft Office

Cara yang Anda lakukan untuk menyimpan data kursus tersebut dapat saja seperti kode berikut:

Nama1=”Ridwan”

Nama1Kursus1=”Instalasi Komputer”

Nama1Kursus2=”Microsfot Office”

Nama2=”Monika”

Nama2Kursus1=”Sistem Operasi”

Nama2Kursus2=”Microsoft Office”

Nama3=”Melki”

Nama3Kursus1=”Design Web”

Nama2Kursus2=”Microsoft Office”

Bagaimana halnya bila data peserta kursus sampai 100, 1000 atau bahkan puluhan ribu? Apakah cara diatas akan tetap kita lakukan untuk menampung data peserta kursus? Jawabannya tentu bisa, namun hal ini tentu saja kurang efisien dan membosankan. Benar nggak? ūüôā

Bila ditemukan permasalahan datanya sama namun yang membedakannya hanya nomornya (indexnya) seperti data tinggi atau data kursus diatas Visual Basic menyedikan pengenal yang disebut dengan Array. Array adalah suatu pengenal yang tiap nilai dibedakan oleh index (subscript).

5.1 Mendekelarasikan Array


Modul IV

22 April 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul IV ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan dalam:

  • Memahami landasaran pernyataan berulang
  • Memahami pernyataan berulang FOR
  • Memahami pernyataan berulang WHILE
  • Mampu memecahkan masalah dengan memanfaatkan pernyataan berulang

Pendahuluan

Untuk mencetak kata “Indonesia” sebanyak 10x di form visual basic, Anda dapat melakukannya dengan menulis kode program seperti berikut:

Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”

Atau bisa juga menuliskanya dalam satu baris kode seperti berikut:

Print “Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia”

Bagaimana halnya bila Anda ingin mencetak kata “Indonesia” sebanyak 100x, 1000x atau nx di form, apakah Anda tetap melakukannya dengan cara seperti di atas? Bisa saja ya, namun hal ini tentu kurang efisien. Dapat dikatakan untuk melakukan hal tersebut Anda harus menuliskan kode program yang sangat panjang namun memiliki fungsi yang tidak berarti. Hal ini tentu kurang efisien. Semakin tidak efisien kode program maka otomatis semakin tidak baik algoritmanya.

Sebagai contoh lain misalkan Anda ingin mencetak angka 1 s.d 10, maka dapat saja Anda melakukannya dengan menulis kode seperti berikut:

Print “1 2 3 4 5 6 7 8 9 10”

Bagaimana halnya bila Anda menginginkan mencetak angka 1 s.d 1000, apakah Anda akan melakukan hal yang sama seperti contoh sebelumnya? Bisa saja, tetapi hal tersebut tentu kurang efisien. Untuk mengatasi hal ini Visual Basic menyediakan suatu pernyataan berulang untuk melakukan perulangan pemrosesan pernyataan.

Dalam Visual Basic terdapat 3 (dua) jenis pernyataan berulang yaitu:

  1. For – Next,
  2. While – Wend, dan
  3. Do – While

Berikut ini akan dijelaskan peranan dari ketiga pernyataan berulang tersebut dalam kode program.

1. For – Next

Syntax.

For Variabel = NilaiAwal To NilaiAkhir Step NilaiLompatan

<pernyataan-1>

<pernyataan-2>

…………………..

<pernyataan-n>

Next Variabel

Latihan 1.

Pada latihan 4.1 ini Anda disuruh untuk mencetak kata indonesia sebanyak 10x di form visual basic dengan menggunakan pernyataan berulang for.

Pada saat Anda mengeksekusi (execute) kode program visual basic ke bahasa mesin dengan menekan tombol F5 atau mengklik menu Run | Run maka even (kejadian) yang pertama kali akan dikerjakan adalah form_load. Setiap form memiliki kejadian form_load. Untuk itu untuk menyelesaikan masalah kali ini kode program akan diletakkan di event form_load dari form seperti ditunjukkan oleh kode program berikut ini:

private sub form_load()
Dim I as Byte
For I = 1 To 10 Step 1
Print "Indonesia"
Next I
end sub

Bagaimana proses kerja dari kode program tersebut?
0. Mulai
1. Deklarasi variabel I bertipe Byte
2. Ulangi I mulai dari 1 sampai dengan 10, I lompat-lompat 1
3. Apakah I < 10 Jika Ya Cetak Indonesia, Jika tidak Locat setelah pernyataan Next I
4. Naikkan Nilai I satu
5. Kembali Ke langkah 3
6. Berhenti

Latihan 2.
Buatlah tabel perkalian 1×1 hingga 1x 10

 1 X 1 = 1
 1 X 2 = 2
 1 X 3 = 3
 1 X 4 = 4
 1 X 5 = 5
 1 X 6 = 6
 1 X 7 = 7
 1 X 8 = 8
 1 X 9 = 9
 1 X 10 = 10

Berikut adalah langkah-langkah pengerjaannya:
– Buka proyek standar exe di VB
– Ketikkan kode program berikut di event form_paint()

Private Sub Form_Paint()
  Dim I As Byte
  For I = 1 To 10 Step 1
    Print 1;"X";I;"=";1*I
  Next I
End Sub

– Eksekusi program dengan menekan menu Run | Run atau F5 di keyboard

Latihan 3.
Membuat program untuk membilang dari 1 sampai dengan N di Form Visual Basic.

– Buka proyek standar exe
– Rancanglah form seperti dibawah ini:

– Masukkan kode program berikut pada Event Click tombol CmdBilang

   Private Sub CmdBilang_Click()
   Dim I, N As Byte
   N = Val(txtN.text)
   For I = 1 To N Step 1
     LstBilang.Items.Add(I)
   Next I
   End Sub

– Eksekusi program dengan menekan menu Run | Run atau F5 di keyboard

2. While
Pernyataan while digunakan untuk mengulangi pemrosesan satu atau banyak pernyataan selama syarat yang dimaksudkan terpenuhi. Bila syarat tidak terpenuhi maka pernyataan tidak akan dikerjakan.

Sintaks:
  While (Kondisi)
   <pernyataan>
  Wend

Kondisi pada pernyataan while harus memberikan nilai akhir boolean yaitu TRUE atau FALSE. Dalam Visual Basic Nilai 1 juga dianggap TRUE, selain 1 dianggap FALSE.

Latihan 2.1.
Buatlah kode program untuk mencetak kata “Indonesia” sebanyak 10x. Caranya dapat dilakukan dengan menggunakan pernyataan berulang while.

  Dim I As Byte
  I = 1
  While (I<10)
    Print "Indonesia"
    I = I + 1
  Wend

Bagaimana pemrosesan kode program diatas?
0. Mulai
1. Deklarasi variabel I dengan tipe Byte
2. Inisialisasi (pemberian nilai awal) variabel I adalah 1
3. Selama I < 10 maka
cetak kata “Indonesia”
Nilai variabel I dinaikkan 1
4. Ulangi ke langkah 3
5. Selesai

Menurut Anda, mengapa Nilai variabel I harus dinaikkan 1? Bagaimana kalau nilai I tidak dinaikkan seperti kode program berikut:

  Dim I As Byte
  I = 1
  While (I<10)
    Print "Indonesia"
  Wend

Coba kita analisis pernyataan diatas
1. Deklarasi pengenal I bertipe Byte
2. Inisialisasi I adalah 1
3. Selama I<10 maka kerjakan pernyataan berikut:
Cetak kata Indonesia
4. Kembali ke langkah 3

Kita perhatikan perulangan akan terus dikerjakan karena tidak ada keadaan yang memungkinkan perulangan berhenti. Kita perhatikan nilai I tetap 1 sehingga kondisi apakah I < 10 akan tetap terpenuhi dan pernyataan akan tetap dikerjakan. Untuk mengantisipasi perulangan yang tiada henti ini (continious looping) maka nilai I dinaikkan yang dalam hal ini dinaikkan 1. Dengan demikian pada saat I=10 kondisi I<10 tidak akan terpenuhi dan perulangan akan berhenti.

Latihan 2.2
Buatlah program untuk menentukan bilangan genap antara 1 s.d 50

Kita perhatikan terdapat bilangan 1,2,3,…50. Angka tersebut dapat implementasikan dalam bentuk perulangan dari 1 s.d 50. Selanjutnya angka yang bergerak dari 1 s.d 50 kita uji apakah termasuk bilangan genap atau tidak. Seperti yang kita ketahui bahwa bilangan genap adalah 2,4,6,…,50. Untuk memperoleh bilangan genap salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menguji apakah bilangan habis dibagi 2 atau tidak. Bila bilangan habis dibagi 2 maka bilangan tersebut adalah bilangan genap. Sebagai contoh 4 habis di bagi 2; 1 tidak habis dibagi 2.
Berikut ini adalah implementasi dari permasalahan diatas.
– Buka proyek standar exe
– Pada event form_paint tuliskkan kode program berikut:

   Private Sub Form_Paint()
   Dim I as Byte
   I = 1
   While (I<50)
     IF (I % 2 =0) Then
       Print I
     End If
     I = I + 1
   Wend

Bagaimana proses pengerjaan dari kode program diatas?
0. Mulai
1. Deklarasi pengenal I bertipe Byte
2. Inisialisasi nilai I = 1
3. Apakah I<50, Jika Ya, Kerjakan pernyataan berikut. Jika tidak ke langkah 4.
Apakah I Habis Dibagi 2, Pada saat ini Nilai I=1 sehingga kondisi tidak terpenuhi
Naikkan Nilai I satu
Ulangi Ke Langkah 3.
Apakah I<50, Jika Ya
Apakah I Habis Dibagi 2, Pada saat ini Nilai I=2 sehingga kondisi terpenuhi. Dengan demikian cetak nilai I
Naikkan Nilai I satu
Ulangi ke Langkah 3
4. Selesai

3. Perulangan Bersarang (Nested Loop)
Perulangan bersarang merupakan dapat dijelaskan sebagai perulangan di dalam perulangan. Pada saat membentuk perulangan bersarang hal-hal yang harus diperhatikan adalah:
-harus jelas awal dan akhir suatu perulangan
-tidak tumpang tindihnya antara satu perulangan dengan perulangan lainnya
Perulangan bersarang bisa melibatkan pernyataan berulang FOR di dalam FOR, while di dalam while atau campuran keduanya. Misalkan terdapat perulangan bersarang for dalam for seperti berikut:

For I = 1 To 5 Step 1
  For J = 1 To 5 Step 1
     <pernyataan>
  Next J
Next I

Latihan 3.1
Buatlah tabel perkalian 1×10 s.d 10×10

  Dim I, J As Byte
  For I = 1 To 10 Step 1
    For J = 1 To 10 Step 1
      Print I;"x";J;"=";I*J
    Next J
  Next I

Bagaimana proses pengerjaan dari program diatas?
0. Mulai
1. Deklarasi variabel I dan J bertipe Byte
2. Ulangi I mulai dari 1 s.d 10, I lompat-lompat 1. Pada saat pertama kali nilai I = 1 sehingga akan diuji apakah 1 < 10. Karena TRUE maka pernyataan dibawahnnya akan dikerjakan.
3. Ulangi J mulai dari 1 s.d 10, J lompat-lompat 1. Pertama kali nilai J=1 sehingga akan diuji apakah 1 < 10 dan jawabannya TRUE. Karena TRUE maka pernyataan berikutnya akan dikerjakan.
4. Cetak nilai I, cetak string x, cetak nilai J, cetak string =, dan cetak I * J
5. Kembali Ke Langkah 3
6. Kembali Ke Langkah 2
7. Selesai

Latihan 3.2
Buatlah program untuk menghasilkan matrik identitas A(4,4) seperti dibawah ini:

 1 0 0 0
 0 1 0 0
 0 0 1 0
 0 0 0 1

Data diatas dapat kita susun dalam bentuk matrik seperti berikut ini:

A(1,1)  A(1,2)  A(1,3) A(1,4)
A(2,1)  A(2,2)  A(2,3) A(2,4)
A(3,1)  A(3,2)  A(3,3) A(3,4)
A(4,1)  A(4,2)  A(4,3) A(4,4)

Elemen baris kita misalkan I
Elemen kolom kita misalkan J
Pada saat I sama dengan J maka elemen matrik adalah 1.

  Dim I, J as Byte
  For I = 1 to 4 Step 1
    For J = 1 to 4 Step 1
      IF (I = J) Then ' pada saat I = J
         Print "1";
      Else
         Print "0";
      End IF
   Next J
 Next I

Bagaimana proses pengerjaan dari program di atas?
0. Selesai
1. Deklarasi variabel I dan J bertipe byte.
2. Ulangi I mulai dari 1 s.d 4. Karena nilai awal I=1 maka pernyataan berikut akan dikerjakan.
3. Ulangi J mulai dari 1 s.d 4. Karena nilai awal J=1 maka pernyataan berikut akan dikerjakan
4. Apakah I = J ? Karena I = 1 dan J = 1 berarti kondisi TRUE. Karena true maka akan dicetak string “1”.
5. Naikkan nilai J satu sehingga J menjadi 2. Kembali ke langkah 3.
6. Naikkan nilai I
7. Selesai

Kesimpulan
Visual Basic memungkinkan kita mengulangi pengerjaan pernyataan dengan memanfaatkan pernyataan berulang.
Terdapat 2 jenis pernyataan berulang yaitu pernyataan berulang pasti (FOR – NEXT) dan pernyataan berulang tidak pasti (WHILE – WEND)
Pernyataan berulang FOR – NEXT sesuai digunakan bila banyaknya perulangan yang dilakukan sudah pasti; sedangkan bila pernyataan yang akan dikerjakan belum pasti sebaiknya digunakan pernyataan berulang WHILE – WEND
Visual Basic memungkinkan untuk membuat pernyataan berulang di dalam pernyataan berulang atau disebut dengan pernyataan bersarang (nested loop)

Kosa Kata

FOR NEXT WHILE WEND
Break

Latihan
1. Buatlah kode program untuk menghasilkan matrik segitiga atas seperti berikut:

 1 1 1 1 1
 0 1 1 1 1
 0 0 1 1 1
 0 0 0 1 1
 0 0 0 0 1 

2. Buatlah kode program untuk menghasilkan output berikut:

1
11
111
1111
11111

Jajak Pendapat


Modul III

13 April 2009

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul III ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan:
– Memahami pernyataan bersyarat
– Memahami pernyataan bersyarat IF
– Memahami pernyaaan bersyarat CASE
– Memecahkan permasalahan dengan memanfaatkan pernyataan bersyarat

Pendahuluan
Secara umum proses pengerjaan pernyataan oleh Visual Basic akan dilakukan mulai dari pernyataan-1, pernyataan-2, pernyataan-3 hinggga akhir pernyataan. Pernyataan-1 akan dikerjakan pertama kali, diikuti pernyataan-2 dan pernyataan 3 dan seterusnya. Tiap pernyataan akan dikerjakan secara berurutan (sequential processing) dan semuanya pasti dikerjakan. Namun dalam beberapa permasalahan adakalanya kita menginginkan agar pernyataan tertentu saja yang dikerjakan dan hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan pernyataan bersyarat (brancing statement).
Banyak persoalan yang membutuhkan pernyataan bersyarat. Sebagai contoh pada penerimaan pegawai negeri sipil kita ketahui bahwa seorang pegawai negeri sipil dinyatakan lulus administrasi bila IPK > 2.5. Disini ada suatu syarat bahwa IPK harus > 2.5 baru seorang peserta dinyatakan lulus administrasi. Bila IPK <=2.5 maka nilai peserta tidak memenuhi syarat sehihgga dinyatakan tidak lulus. Contoh lainnya misalkan dalam persoalan menentukan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Seseorang dinyatakan dapat menerima BLT bila termasuk kelompok rumah tangga miskin. Disini ada syarat miskin yang harus dipenuhi seorang penduduk sehingga Dia dapat memperoleh BLT. Masih banyak contoh-contoh persolahan sehari-hari yang kita hadapi yang membutuhkan penyelesaian dengan pernyataan bersyarat.
Pernyataan bersyarat termasuk pernyataan majemuk. Dalam pernyataan bersyarat akan diuji suatu kondisi. Bila kondisi benar (TRUE) maka akan dikerjakan pernyataan tertentu; sebaliknya bila kondisi salah (FALSE) maka pernyataan yang lain yang akan dikerjakan.
Pada Modul III ini Anda akan dituntun langkah per langkah mendali pengertian dan penggunaan pernyataan bersyarat secara detail. Semoga dengan memahami Modul ini Anda akan lebih dimampukan untuk menguasai pemrograman dengan lebih baik. Semoga.

3.1 Pernyataan Bersyarat IF
Pernyataan bersyarat IF digunakan untuk menguji ekspresi tertentu. Ekspresi dinyatakan dalam ekspresi relasi dan logika sehingga nilai akhir ekspresi haruslah berupa nilai Boolean yaitu TRUE atau FALSE. Bila nilai TRUE maka pernyataan setelah IF Then akan dikerjakan; Sebaliknya pernyataan setelah IF Then tidak dikerjakan bila nilai adalah FALSE.

Sintaks 1.
IF (Kondisi) Then
<pernyataan>
End IF

Sintaks 1 dapat diartikan bahwa bila (Kondisi) TRUE maka akan dikerjakan. dapat terdiri atas 1 atau lebih . Misalkan terdapat pernyataan bersyarat seperti berikut:
IF (A>5) Then
Print “Oke”
End IF

Pernyataan diatas menerangkan bahwa Bila A>5 maka akan pernyataan Print “Oke” akan dikerjakan;sedangkan bila A<=5 maka pernyataan Print “Oke” tidak akan dikerjakan.

Latihan 1.
Untuk menentukan kelulusan seorang siswa disyaratkan bahwa nilai mata pelajaran agama harus lebih besar dari 5. Pernyataan di atas dapat kita tuliskan dalam bentuk kode berikut :
Keterangan=”Tidak lulus”
Nilai_Agama=7
IF (Nilai_Agama>5) Then
Keterangan=”Lulus”
End IF
Print Keterangan

Proses pengerjaan dari kode tersebut adalah
0. Mulai
1. String “Tidak lulus” diberi ke variabel Keterangan
2. Angka 7 diberi ke variabel Nilai_Agama
Proses pemberian nilai ke suatu variabel di awal program sering disebut dengan istilah inisialisasi (initialization)
3. Diuji Jika (Nilai_Agama>5) Maka
String “Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Anda perhatikan syarat Nilai_Agama>5 dipenuhi (TRUE), maka isi variabel Keterangan akan diubah dari string “Tidak Lulus” menjadi “Lulus”.
4. Dicetak isi variabel Keterangan, dan memberikan string “Lulus”
5. Selesai

Sekarang coba Anda ubah isi variabel Nilai_Agama menjadi 5, bagaimana proses pengerjaan kode program?
0. Mulai
1. String “Tidak lulus” diberi ke variabel Keterangan
2. Angka 7 diberi ke variabel Nilai_Agama
Proses pemberian nilai ke suatu variabel di awal program sering disebut dengan istilah inisialisasi (initialization)
3. Diuji Jika (Nilai_Agama>5) Maka
String “Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Anda perhatikan syarat Nilai_Agama>5 tidak dipenuhi (FALSE), maka pernyataan setelah End IF yang akan dikerjakan
4. Dicetak isi variabel Keterangan, dan memberikan string “Tidak Lulus”
5. Selesai

Sintaks 2.
IF (Kondisi) Then
<pernyataan>
Else
<pernyataan>
End IF

Sintaks 2 dapat dijelaskan bahwa Jika (kondisi) TRUE maka yang akan dikerjakan; sedangkan jika (kondisi) FALSE maka yang akan dikerjakan.
Sintaks 2 merupakan dari pengembangan Sintaks 1. Perbedaan yang mendasar adalah bila pada sintaks 1 setiap (kondisi) FALSE maka pernyataan setelah End IF yang akan dikerjakan; sedangkan pada Sintaks 2 bila (kondisi) FALSE maka pernyataan setelah ELSE yang akan dikerjakan.
Banyak kasus dalam kehidupan sehari-hari yang tepat kita implementasikan dengan syntaks 2. Misalkan dalam kasus menentukan kelulusan seorang siswa disyaratkan bahwa seorang siswa dinyatakan lulus bila nilai mata pelajaran agama diatas 5. Persoalan ini dapat kita implementasikan ke dalam kode seperti berikut ini:
Nilai_Agama=5
IF (Nilai_Agama>5) Then
Keterangan=”Lulus”
Else
Keterangan=”Tidak Lulus”
End IF
Print Keterangan

Bagaima proses pengerjaan dari kode program diatas?
0. Mulai
1. Angka 5 diberi ke variabel Nilai_Agama
2. Diuji Apakah Nilai_Agama>5
Jika TRUE, maka
String “Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Jika FALSE, maka
String “Tidak Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Karena kondisi (Nilai_Agama >5) memberikan FALSE maka variabel Keterangan akan diberi string “Tidak Lulus”
3. Menampilkan isi variabel Keterangan dan hasilnya adalah string “Tidak Lulus”
4. Selesai

Latihan 2.
Terdapat dua buah bilangan simbol A dan B. Simbol A diberi nilai 10, simbol B diberi nilai 20. Buatlah kode program untuk menentukan bilangan yang maksimum dari kedua bilangan tersebut.
Untuk menentukan bilangan terbesar diantara dua buah bilangan berarti kita cukup menguji jika bilangan A lebih besar dari B berarti bilangan A adalah maksimum; sedangkan bila bilangan a lebih kecil dari B berarti bilangan A adalah minimum. Pernyataan ini selanjutnya dapat kita implementasikan dalam kode Visual Basic berikut ini:
A=10
B=20
IF (A>B) Then
Maksimum=A
Else
Maksimum=B
End If
Print Maksimum

Bagaimana proses pengerjaan dari kode program di atas?
0. Mulai
1. A diberi nilai 10
2. B diberi nilai 20
3. Jika A>B Maka
Maksimum adalah A
Jika Tidak
Maksimum adalah B
Karena A < B maka pernyatan setelah Else yang akan dikerjakan sehingga variabel Maksimum akan diberi nilai B yaitu 20.
4. Menampilkan isi variabel Maksimum, dan tentu memberikan nilai 20
5. Selesai

Sintaks 3.
IF (Kondisi) Then
<pernyataan;>
Else IF (Kondisi) Then
<pernyataan;>
Else IF (Kondisi) Then
<pernyataan;>
Else
<pernyataan;>
End IF

Sintaks 3 merupakan pengembangan dari Sintaks 2. Jika pada Sintaks 2 hanya terdapat dua kemungkinan, maka pada sintaks 3 dimungkinkan untuk menambahkan jumlah kemungkikan kondisi terpenuhi. Banyaknya kondisi pada sintaks 3 tergantung pada permasalahan. Tidak dibatasi.
Misalkan di Mini Market Perlanjasira ditetapkan bahwa besarnya diskon ditentukan atas besarnya total belanja seperti berikut:
Total Belanja >= 2000000, Diskon = 15%
Total Belanja =1000000, Diskon = 10%
Total Belanja =2000000) Then
Diskon=0.15
Else IF (Total_Belanja>=1000000) And (Total_Belanja<2000000) Then
Diskon=0.1
Else
Diskon=0.05
End IF
Total_Bayar = Total_Belanja * Diskon
Print Total_Bayar

Latihan 3.
Masalah menentukan diskon dan total bayar di Mini Market Perlanjasira pada Latihan 2 akan diimplementasikan di Visual Basic. Untuk itu Anda ikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Buka proyek standar.exe di Visual Basic
jendela-utama-vb

2. – Simpan proyek dengan nama PModul31.vbp
– Simpan file form dengan nama FModul31.frm

3. Klik Ganda di Form. Selanjutnya akan muncul jendela editor seperti gambar berikut:
editor

Jendela warna putih merupakan editor tempat memanipulasi obyek dengan kode program. Kalau Anda perhatikan di jendela editor akan tertera blok event (kejadian) seperti berikut :

Private Sub Form_Load()

End Sub

Event ini menandakan bahwa pada saat Form di muat (load) ke memory maka seluruh kode program pada kejadian ini akan dikerjakan. Saat Anda menekan tombol F5 atau mengaktifkan menu Run | Run maka event Form_Load() akan dikerjakan. Dapat dikatakan event Form_Load() yang pertama kali dikerjakan pada saat Anda mengeksekusi Visual Basic.
Namun bila kita ingin melihat tampilan di form kode program kita harus kita letakkan di event activate atau event. Untuk itu kalau Anda perhatikan sebelah atas jendela editor terdapat dua buah combobox. Combobox pertama merupakan tempat menyimpan nama-nama obyek yang ada di form. Sedangkan pada combobox kedua adalah tempat menampung event-event dari obyek yang sedang terpilih di combobox pertama.
Sekarang pastikan di combobox pertama tertera keterangan form dan di combobox kedua pilih activate. Berikutnya ketikkan kode program seperti dibawah ini:

Private Sub Form_Activate()
Dim Total_Belanja, Diskon As Single
Total_Belanja = 400000
If (Total_Belanja >= 2000000) Then
Diskon = 0.15
ElseIf (Total_Belanja >= 1000000) And (Total_Belanja < 2000000) Then
Diskon = 0.1
Else
Diskon = 0.05
End If
Total_Bayar = Diskon * Total_Belanja
Print Diskon, Total_Bayar
End Sub

3. Eksekusi program dengan menekan tombol F5
running-diskon1

3.2 Pernyataan Bersyarat SELECT
Selain pernyataan bersyarat IF, Visual Basic menyediakan pernyataan bersyarat lain, yaitu SELECT CASE. Pernyataan bersyarat SELECT CASE umumnya digunakan untuk menguji suatu nilai. Bila nilai yang diuji memenuhi syarat tertentu maka pernyataan akan dikerjakan.
Sintaks:
Select Case (Ekspresi)
Case Nilai :
Case Nilai :
Case Nilai :
Case Else

End Select

Pernyataan bersyarat SELECT CASE cocok digunakan bila pengujian dilakukan pada banyak nilai. Sebagai contoh untuk menentukan keterangan suatu angka 1 s.d. 10. Misalnya angka yang diinputkan adalah angka 1 maka keteragannya adalah “satu”, angka 2 akan muncul keterangan “dua”, dan seterusnya, dapat diselesaikan dengan pernyataan bersyarat SELECT CASE.
Dim Angka As Byte
Dim Keterangan As String * 10
Angka=5
Select Case (Angka)
Case 1 : Keterangan=”Satu”
Case 2 : Keterangan=”Dua”
Case 3 : Keterangan=”Tiga”
Case 4 : Keterangan=”Empat”
Case 5 : Keterangan=”Lima”
Case 6 : Keterangan=”Enam”
Case 7 : Keterangan=”Tujuh”
Case 8 : Keterangan=”Delapan”
Case 9 : Keterangan=”Sembilan”
Case Else
Keterangan=”Sepuluh”
End Select
Print Angka, Keterangan

Bagaimana proses pengerjaan dari kode program di atas?
0. Mulai
1. Mendeklarasikan variabel Angka bertipe Byte sehingga variabel Angka akan dapat menampung bilangan 0.255
2. Mendeklarasikan variabel Keterangan bertipe String * 10 sehingga variabel Keterangan akan dapat menampung string hingga 10 karakter.
3. Memberi nilai 1 ke variabel Angka
4. Menguji nilai variabel Angka
5. Apakah variabel Angka nilainya 1? False
6. Apakah variabel Angka nilainya 2? False
7. Apakah variabel Angka nilainya 3? False
8. Apakah variabel Angka nilainya 4? False
9. Apakah variabel Angka nilainya 5? TRUE,
maka variabel Keterangan diberi nilai string “Lima”. Bila kondisi terpenuhi maka pernyataan seteleh End Select yang akan dikerjakan.
10. Cetak isi variabel Angka dan Keterangan
11. Selesai

3.3 Pernyataan Bersyarat Campuran
Pernyataan bersyarat campuran merupakan pernyataan yang menggabungkan pernyataan IF dan SELECT. Banyaknya campuran pernyataan ini tidak dibatasi. Yang paling penting diperhatikan pada saat implementasinya adalah tata cara penulisan dari kedua pernyataan tersebut. Diusahakan penulisannya harus jelas dan tidak saling tumpang tindih.
Berikut ini salah satu contoh sintaks penggunaan pernyataan bersyarat campuran.

IF (Kondisi) Then
   Select Case (Kondisi)
     Case Nilai :
                        IF (Kondisi) Then
                           <pernyataan>
                        End IF
      Case Nilai :<pernyataan>
      Case Else
           <pernyataan>
    End Select
Else IF (Kondisi) Then
   <pernyataan>
Else
   <pernyataan>
End IF

3.4. Kesimpulan
Proses pengerjaan standar dari program umumnya dimulai dari pernyataan-1, pernyataan-2, pernyataan-3 hingga akhir pernyataan disebut proses pengerjaan secara berurutan (sequential processing).
Untuk mengubah urutan proses pengerjaan dapat dilakukan dengan pernyataan bersyarat (brancing statement) atau pernyataan berulang (looping statement).
Pernyataan bersyarat IF digunakan untuk menguji syarat tertentu. Syarat yang dinyatakan harus memberikan nilai Boolean, yaitu TRUE atau FALSE. Jika syarat TRUE maka pernyataan seteleh THEN akan dikerjakan, jika syarat FALSE maka pernyataan setelah ELSE yang akan dikerjakan.
Pernyataan bersyarat SELET CASE digunakan untuk menyeleksi suatu nilai. Nilai dapat bertipe Boolean, Angka atau String. Bila nilai memenuhi syarat tertentu maka pernyataan akan dikerjakan; bila nilai tidak memenuhi syarat tertentu maka pernyataan tidak akan dikerjakan.

Kosa Kata

Branching Statement Sequential Processing IF CASE
ELSE

Soal
1. Dalam perhitungan gaji di Perlanjasira Grup sudah ditentukan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a. Gaji pokok ditentukan jenjang golongan
Golongan Gapok
I Rp.2.000.000,-
II Rp. 2.500.000,-
III Rp. 3.000.000,-
IV Rp. 4.000.000,-
b. Tunjangan anak
Tunjangan anak hanya diberikan bagi 3 orang anak. Tiap anak mendapatkan tunjangan sebesar Rp. 50.000,-
c. Potongan
Tiap bulan pegawai dikenakan potongan sebesar 5% dari total gaji. Potongan terdiri atas asuransi, pajak dan sumbangan.
Buatlah kode program Visual Basic untuk menentukan Gaji Bersih yang didapatkan seoarang pegawai.
2. Buatlah program Visual Basic untuk menentukan nilai X1 dan X2 dari suatu persamaan kuadrat Y = AX1^2 + BX2 + C

Jajak Pendapat

Buku Acuan
________Visual Basic 6.0 Black Book
________Step By Step Visual Basic 6.0
________24 Hours Visual Basic 6.0


Beda Pernyataan Berulang For dengan While?

6 April 2009

Baik pernyataan For maupun while memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing seperti yang ditunjukkan dibawah ini:

* Banyaknya perulangan sudah pasi diketahui

* Pemberian nilai awal dan nilai akhir pencacan perulangan secara langsung pada pernyataan For

Pernyataan berulang while biasanya digunakan

* Banyaknya perulangan tidak diketahui dengan pasti

* Pemberian nilai awal perulangan umumnya sebelum pernyataan While ; sedangkan pemberian nilai akhir pencacah tidak diketahui dengan pasti.


Modul II

18 Maret 2009

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul II ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan

  • mengenali pernyataan (statement) dan jenis-jenisnya
  • menuliskan ekspresi (expression)
  • memahami penggunaan operator

Pendahuluan
Perangkat lunak (software) disusun dari rangkain instruksi-instruksi atau disebut juga pernyataan. Pernyataan merupakan ungkapan yang diberikan kepada bahasa pemrograman , yang disusun secara sistematis untuk mencapai suatu tujuan. Banyaknya pernyataan yang disusun tergantung kepada permasalahan yang dihadapi. Sebagai contoh sistem operasi windows dibuat dari jutaan pernyataan, di sisi lain untuk menyelesaikan akar-akar persamaan kuadrat hanya membutuhkan lebih kurang 50 buah pernyataan.
Pernyataan yang disusun harus mengikuti aturan yang telah ditentukan pembuat bahasa pemrograman tersebut (language developer). Untuk itu Anda sebagai programmer (user) harus memahami pernyataan-pernyataan yang dikenal oleh suatu bahasa pemrograman.

2.1 Pernyataan (statement)
Pernyataan adalah instruksi yang diberikan kepada bahasa pemrograman untuk melakukan sesuatu hal. Kedudukan pernyataan dalam kode program dapat dikelompokkan kedalam pernyataan tunggal dan pernyataan majemuk.

a. Pernyataan sederhana
Pernyataan sederhana merupakan pernyataan yang hanya terdiri atas satu pernyataan tunggal. Antara pernyataan tidak ada hubungan secara langsung dan dapat berdiri sendiri.

Misalkan terdapat pernyataan sebagai berikut :
a = 10 ‘1 pernyataan tunggal
b = 50 ‘1 pernyataan tunggal

b. Pernyataan Majemuk
Pernyataan majemuk merupakan pernyataan yang memiliki banyak pernyataan. Antara pernyataan satu dengan pernyataan lainnya saling berhubungan. Sebagai contoh dalam pernyataan bersyarat di bawah ini:
Tinggi = 50
IF (Tinggi >165) Then
Keterangan = “Layak Masuk AKABRI”
Nilai = 80
End If

2.2 Ekspresi
Ekspresi merupakan segala simbol yang dituliskan dan menghasilkan nilai. Ekspresi dapat terbentuk dari suatu operand, operasi operand, pemanggilan fungsi, pemanggilan file. Nilai dari ekspresi juga dapat dalam bentuk nilai ataupun alamat.
Misalkan terdapat pernyataan sebagai berikut :
A = 2 + 2
Dari pernyataan diatas sebenarnya terdapat tiga buah ekspresi yaitu : 2, 2, 2+2, dan dua buah operator yaitu operator tambah (+) dan operator pengerjaan (=).

2.3 Operator
Simbol yang digunakan untuk melakukan fungsi tertentu khusus seperti pemberian nilai, pengerjaan aritmatika (tambah, kurang, kali, bagi, pangkat) ataupun pembandingan nilai. Berdasarkan fungsinya, operator dalam Visual Basic dapat dikelompokkan kedalam  4 bagian, yaitu:
a. operator pengerjaan
b. operator aritmatika
c. operator relasi
d. operator logika

a. Operator Pengerjaan
Operator pengerjaan merupakan operator yang digunakan untuk memberikan nilai ke suatu pengenal. Simbol yang digunakan untuk memberikan nilai adalah operator sama dengan.
Berikut ini adalah struktur operator pengerjaan :
Pengenal = Konstanta | Expresi | Fungsi
Contoh Operator Pengerjaan Yang Benar:
A =10 ‘ Nilai A diberi ke variabel A
Jumlah = 10 * 10 ‘Hasil perkalian 10 * 10 diberi ke variabel Jumlah
Pangkat = FPangkat(10,10) ‘Hasil dari fungsi FPangkat diberi ke variabel Pangkat
Contoh Operator Pengerjaan Yang Salah:
10 = A ‘Salah, karena pengenal sebelah kiri harus berupa variabel atau konstanta
A == 20 ‘Salah, karena operator pemberian nilai harus¬† = (sama dengan)
A = 10 20 ‘Salah, karena pemberian nilai ke suatu pengenal harus tunggal, misalnya : 10, 20 atau 1020

b. Operator Aritmatika

Operator aritmatika merupakan operator yang digunakan untuk melakukan operasi-operaso aritmatika seperti penjumlahan, perkalian, pembagian atau pengurangan.

Simbol Operator Nama Operator Fungsi Contoh
+ Tambah Menjumlahkan C=A+B
Kurang Mengurangkan C=A-B
* Kali Mengalikan C=A*B
/ Bagi Membagikan C=A/B

Misalkan untuk menjumlahan bilangan A dan B dapat kita nyatakan dengan pernyataan seperti berikut :

C = A + B

Dimana C adalah operand, A adalah operand, + adalah operator (dalam hal ini operator aritmatika) dan B adalah operand.

C = 10 + 5 * 2

Menurut Anda berapakan nilai yang disimpan pengenal C? Jawaban yang benar adalah 20. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Visual Basic pada saat mengerjakan ekspresi aritmatika memiliki urutan prioritas pengerjaan. Dimana operator * dan / memiliki derajat pengerjaan lebih tinggi dari operator + dan -.

Urutan pengerjaan pernyataan aritmatika di atas adalah:
1. 5 * 2 memberikan nilai 10
2. 10 + 10 memberikan nilai 20
3. Nilai 20 diberi ke pengenal C

Prioritas Pengerjaan Operator Aritmatika

Operator Prioritas Pengerjaan
* / 1
+ – 2

Bagaimana halnya bila Anda ingin menaikkan prioritas pengerjaan suatu operator? misalkan Anda menginginkan agar operator + lebih tinggi derajat pengerjaannya dari operator kali. Hal ini dapat dilakukan dengan membubuhkan tanda kurung di awal dan di akhir operand yang operatornya mau dinaikkan derajatnya.

Dengan mengambil contoh pernyataan sebelumnya
C = 10 + 5 * 2, diubah menjadi
C = (10 + 5) * 2, maka urutan pengerjaannya menjadi:

1. 10 + 5, memberikan nilai 15
2. 15 * 2, memberikan nilai 30
3. 30 diberi ke pengenal C

Bila dalam suatu ekspresi terdapat tanda kurung di dalam tanda kurung maka tanda kurung yang terdalam yang akan didahulukan pengerjaannya. Sebagai contoh terdapat pernyataan sebagai berikut:

A = 2 * (10 + 5 / (10 + 40))

Adapun urutan pengerjaan dari pernyataan di atas adalah
1. 10 + 40 memberikan nilai 50
2. 5 / 50 memberikan nilai 0.1
3. 10 + 0.1 memberikan nilai 10.1
4. 2 * 10.1 memberikan nilai 20.2
5. Nilai 20.2 diberikan ke pengenal A

c. Operator Kondisi
Secara umum kode program akan dilaksanakan beruntut dari atas kebawah, mulai dari pernyataan 1, pernyataan 2, pernyataan 3, dan seterusnya. Namun ada kalanya Anda tidak menginginkan pengaksesan program tidak baris per baris. Ada menginkan bahwa bila suatu pernyataan dipenuhi maka terdapat pernyataan yang akan dikerjakan; sebaliknya bila pernyataan tidak memenuhi kondisi maka pernyataan yang lainnya dikerjakan. Pada situasi seperti ini penggunaan operator kondisi akan sangat bermanfaat.

Operator Kondisi Keterangan
= Sama Dengan
< Lebih Kecil Dari
> Lebih Besar Dari
<= Lebih Kecil Sama Dengan
>= Lebih Besar Sama Dengan
<> Tidak Sama Dengan

d. Operator Logika
Operator logika adalah operator yang digunakan untuk menghubungkan 2 (dua) buah atau lebih ekspresi yang bernilai boolean. Misalkan terdapat pernyataan sebagai berikut pelamar bisa masuk Akabri bila umurnya diatas 17 tahun dan IPKnya diatas 3, sehingga pernyataan di atas dapat kita tulis dalam VB seperti berikut :
IF (Umur>17) And (IPK>3) Then
Keteterangan =”Bisa Masuk Akabri”
Operator-operator logika yang disediakan VB adalah AND, OR, XOR, NOT, IMP, EQP. Dibawah ini akan dijelaskan penggunaan dari operator-operator tersebut.

1. AND

Operator AND digunakan untuk menghubungkan 2 (dua) buah atau lebih ekspresi yang bernilai boolean. Berikut ini adalah tabel kebenaran dari operator logika AND.

P Q P AND Q
F F F
F T F
T F F
T T T

Maksud dari tabel kebenaran AND diatas adalah misalkan terdapat ekspresi P nilainya B (Benar) dan terdapat ekspresi Q nilainya B (Benar) maka hasil operator AND menjadi B (Benar). Operator AND akan menghasilkan nilai Benar bila nilai ekspresi semuanya Benar. Bila salah satu saja nilai ekspresi Salah, maka operator AND akan menghasilkan nilai Salah.

Contoh :
A = TRUE
B = FALSE
C = A AND B
Print C’ FALSE
C menghasilkan FALSE karena TRUE AND FALSE menghasilkan FALSE. Operator logika AND akan menghasilkan TRUE bila kedua operand bernilai TRUE.

Contoh:
A =5
IF (A > 1) AND ( A<6) THEN
A = A + 5
End IF
Print A ‘menghasilkan nilai 10
Kondisi A>1 menghasilkan TRUE
Kondisi A<6 menghasilkan TRUE
TRUE AND TRUE menghasilkan TRUE sehingga pernyataan A = A + 5 dikerjakan sehingga nilai a adalah 10

2. Or
Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi yang bernilai bolean.  Operator logika OR menghasilkan nilai TRUE bila salah satu nilai ekspresi TRUE. Bila kedua nilai ekspresi bernilai FALSE maka operator logika OR akan memberikan nilai FALSE.

P Q P OR Q
F F F
F T T
T F T
T T T

Contoh
A = TRUE
B = FALSE
C = A OR TRUE
Print C ‘ C menghasilkan nilai TRUE

Karena salah satu ekspresi bernilai TRUE (dalam hal ini operand A) maka operator logika OR akan memberikan nilai TRUE walaupun nilai operang yang lainnya (dalam hal ini operand B) bernilai FALSE.

3. Xor

P Q P XOR Q
F F F
F T T
T F T
T T F

Operator XOR digunakan untuk membandingkan 2 (dua) buah operand atau lebih dan akan menghasilkan nilai TRUE jika salah satu operand bernilai TRUE atau FALSE. Jika kedua operand bernilai FALSE atau TRUE maka operator XOR memberikan nilai FALSE.

Contoh :

A = TRUE

B = FALSE

C = A XOR B

Print C ‘C memberikan nilai TRUE

4. Not

P Not P
F T
T F

Opeartor Not digunakan untuk membalikkan nilai boolean yang disimpan suatu operand. Bila operand bernilai TRUE maka dengan memberikan operator Not akan memberikan nilai FALSE; sebaliknya bila operand bernilai FALSE diberi operator Not maka akan menghasilkan nilai TRUE.

Contoh :

A = FALSE

B = Not A

Print B ‘B menghasilkan nilai TRUE

5. Eqv

P Q P EQV Q
F F T
F T F
T F F
T T T

Operator EQV (equivalence) merupakan operator logika yang digunakan untuk membandingkan 2 (dua) buah operand atau lebih dan akan memberikan nilai TRUE bila operand 1 dan operand 2 bernilai sama. Bila operand 1 dan operand 2 memiliki nilai yang tidak sama maka operator XOR akan memberikan nilai FALSE.

Contoh:

A = TRUE

B = TRUE

C = A EQV B

Print C ‘C menghasilkan nilai TRUE

6. Imp

P Q P IMP Q
F F T
F T T
T F F
T T T

Operator logika IMP (implication) berfungsi untuk membandingkan dua buah operand atau lebih dan akan memberikan nilai FALSE jika operand 1 TRUE dan operand 2 FALSE; Sebaliknya operator IMP akan memberikan nilai TRUE.

Contoh :

A = FALSE

B = FALSE

C = A IMP B

Print C, ‘C memberikan nilai TRUE

Bila dibaca secara lisan maka A IMP B dapat diucapkan Bila False maka False berarti TRUE.

Urutan Pengerjaan Operator

Operator Kelompok Operator Urutan Pengerjaan
* / Operator Aritmatika 1
+ – Operator Aritmatika 2
< > <= >= ++ Operator Relasi 3
NOT AND OR XOR IMP EQV Operator Logika 4
= Operator Pengerjaan 5

Latihan 1

Tentukanlah urutan pengerjaan dari pernyataan berikut ini:

A = C * 5 + D/10

Proses pengerjaannya adalah:

1. C * 5, mis R

2. D /10, mis S

3.  R + S, mis X

4. X diberi ke pengenal A

Latihan 2
Tentukanlah urutan pengerjaan dari pernyataan berikut:

C = 8 > 10   AND 7 <  10  XOR FALSE
Urutan pengerjaan pernyataan tersebut adalah:
1. 8 > 10 memberikan nilai FALSE
2. 7 < 10 memberikan nilai TRUE
3. FALSE AND TRUE memberikan nilai FALSE
4. FALSE XOR FALSE memberikan nilai TRUE
5. TRUE diberi ke pengenal C

2.6 Kesimpulan
Perangkat lunak (software) tersusun atas rangkaian dari pernyataan-pernyataan yang saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan.
Banyaknya pernyataan yang disusun tergantung kepada permasalahan yang dihadapi. Semakin kompleks suatu permasalahan umumnya semakin banyak pernyataan yang disusun untuk memecahkannya.
Pernyataan tersusun atas operator dan ekspresi. Ekspresi adalah segala sesuatu yang menghasilkan nilai. Operator adalah simbol yang digunakan untuk melakukan fungsi khusus seperti pemberian nilai, operasi aritmatika, ataupun logika.
Urutan pengerjaan operator telah ditentukan secara standar oleh program, namun urutan tersebut dapat diubah dengan memberikan tanda kurung pada operator yang diubah urutan pengerjaannya.

2.7. Latihan
1. Tentukan output dari kode program berikut :
A = FALSE
B= TRUE
C = (A AND B) OR (B AND A)

2. Tentukan letak kesalahan dari kode program berikut :
A = 5
IF (A*5) Then
A = A + 5
End IF

3. Tentukan output dari kode berikut:
A = True
B= Not True
C = False
D = (A and A ) EQV (B or B) Imp C
Print D

2.8 Kosa Kata

Operator Assignment Operator Relational Operator Logical Operator Operator Short Circuit
Statement Single Statement Compound Statement Branching Statement Looping Statement

Jajak Pendapat
Tentukan Suara Anda Dari Informasi Pada Bab I Ini?

Referensi
______Visual Basic Step By Step. Microsoft Corporation.
______Step By Step Microsoft Visual Basic. Sams.
______Mastering Microsoft Visual Basic. Sybex.