Modul I

5 Mei 2009

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul I ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan untuk:
– menjelaskan tentang pemrograman delphi
– mengenali lingkungan terpadu delphi
– membuat kode program sederhana di delphi

Pendahuluan

Iklan

Modul II

4 Mei 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul II ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan:
– memahami operator
– memahami tipe data


Modul I

2 Mei 2009

Tujuan

  • Mengenali bahasa pemrograman pascal
  • Memiliki kemampuan mengenali struktur bahasa Pascal
  • Mampu membuat kode Pascal sederhana

Pendahuluan
Bahasa diciptakan oleh Prof. Niklaus Wirth pada tahun 1971 di Universitas Zurich. Tujuan dari penciptaannya adalah untuk membantu para mahasiswanya menuliskan kode program secara terstruktur.
Dalam perkembangannya, bahasa pemrograman Pascal banyak digunakan di sekolah-sekolah sebagai bahasa pemrograman dasar dengan harapan pola pikir anak didik akan terpola secara sistematis.
Disamping itu terdapat bahasa pemrograman yang dikembangkan dari keunggulan-keunggulan bahasa pemrograman Pascal seperti Delphi, C#, dll.

1.1 Menjalankan Program Pascal
Bila Anda menjalankan sistem operasi windows, maka untuk mengaktifkan program Pascal dapat dilakukan dengan menjalankan file exexutabel (exe) Turbo.Exe. Bila sudah dilakukan maka akan muncul lingkungan pengembangan terpadu Pascal (pascal integrated development environtment – IDE) seperti gambar 1.1. Di jendela IDE Anda dimungkinkan untuk membuat, mengedit, menyimpan, mengatur kode program maupun penterjemah (compiler) sehingga program kita dapat berjalan dengan baik dan benar.

1.2 Menuliskan kode program
Ketikkan kode program berikut:

Begin
   Wrilten("Hallo Pascal");
End.

1.3 Mengeksekusi kode program
Tekan tombol Ctrl + F9

1.4 Menyimpan kode program
Tekan tombol Alt + F
Tekan huruf s
Simpan kode program dengan nama modul1

1.5 Menutup Program
-Tekan tombol Alt + F
-Tekan huru x

Kesimpulan

Pendapatan Anda

Referensi


Modul VI

23 April 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul VI ini, Anda diharapkan mampu:

  • Memahami pengertian fungsi
  • Memahami jenis-jenis fungsi
  • Mendeklarasikan dan memanggil fungsi
  • Memecahkan masalah dengan memanfaatkan fungsi

Pendahuluan

6.1. Jenis-Jenis Fungsi

Dari sisi pembuatannya fungsi dalam Visual Basic terbagi dua, yaitu :

  1. Fungsi yang dibentuk visual basic (built-in function)
  2. Fungsi yang dibentuk pemakai (user defined function)

A. Fungsi yang dibentuk visual basic

Visual Basic sudah menyediakan berbagai jenis yang tujuannya adalah mempermudah Anda untuk memecahkan suatu permasalahan. Daripada Anda harus membentuk fungsi sendiri tentu akan membutuhkan waktu, tenaga dan pemikiran. Fungsi dibentuk oleh Visual Basic berdasarkan perkiraan fungsi-fungsi yang umum dipakai untuk memcahkan masalah.

Dari segi tujuan pembentukannya fungsi-fungsi yang disediakan dalam visual basic masih dapat dikelompokkan kedalam:

  • Fungsi string
  • Fungsi aritmatika
  • Fungsi trigonometri

A.1 Fungsi String

A.2 Fungsi Aritmatika

A.3 Fungsi Trigonometri

6.2 Deklarasi dan Pemangilan Fungsi

6.3 Fungsi Berparameter

6.4 Skop Nilai

6.5 Fungi Dalam Fungsi

6.6 Fungsi Rekursif

6.7 Latihan

Kesimpulan

Kosa Kata

Soal

Jajak Pendapat

Referensi


Modul V

23 April 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul V ini, Anda diharapkan mampu:

  • Memahami pengertian array
  • Memahami pendeklarasian array
  • Memahami dimensi array
  • Mampu menerapkan array dalam pemecahan masalah

Pendahuluan

Misalkan Anda ingin menyimpan data tinggi 10 orang mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, maka Anda dapat saja melakukannya dengan memberi data tinggi pada variabel-variabel seperti berikut:

ridwan = 170

monika = 165

kristotomus = 180

andre = 170

melki = 185

agus = 165

imam = 173

zulkifli = 170

bangsawan = 180

anandayu = 175

Terdapat 10 variabel yang digunakan untuk menyimpan data tinggi. Bagaimana halnya bila diinginkan untuk menyimpan data tinggi untuk 100, 1000, 10000 atau jutaan mahasiswa di Indonesia, apakah anda akan tetap menyimpannya dalam variabel-variabel dengan memanfaatkan nama mahasiswa? Tentu saja hal tersebut dapat Anda lakukan. Namun yang perlu diperhatikan bahwa dalam pembuatan program perlu diperhatikan efisiensi, artinya untuk mencapai tujuan tersebut harus diusahakan seminim mungkin kode program yang digunakan.

Misalkan lagi terdapat data peserta kursus di “Perlanjasira Group Aron Komputer” seperti dibawah ini:

Peserta Kursus Yang Diampu
Ridwan Instalasi Komputer

Microsoft Office

Monika Sistem Operasi

Microsoft Office

Melki Desain Web

Microsoft Office

Cara yang Anda lakukan untuk menyimpan data kursus tersebut dapat saja seperti kode berikut:

Nama1=”Ridwan”

Nama1Kursus1=”Instalasi Komputer”

Nama1Kursus2=”Microsfot Office”

Nama2=”Monika”

Nama2Kursus1=”Sistem Operasi”

Nama2Kursus2=”Microsoft Office”

Nama3=”Melki”

Nama3Kursus1=”Design Web”

Nama2Kursus2=”Microsoft Office”

Bagaimana halnya bila data peserta kursus sampai 100, 1000 atau bahkan puluhan ribu? Apakah cara diatas akan tetap kita lakukan untuk menampung data peserta kursus? Jawabannya tentu bisa, namun hal ini tentu saja kurang efisien dan membosankan. Benar nggak? 🙂

Bila ditemukan permasalahan datanya sama namun yang membedakannya hanya nomornya (indexnya) seperti data tinggi atau data kursus diatas Visual Basic menyedikan pengenal yang disebut dengan Array. Array adalah suatu pengenal yang tiap nilai dibedakan oleh index (subscript).

5.1 Mendekelarasikan Array


Modul IV

22 April 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul IV ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan dalam:

  • Memahami landasaran pernyataan berulang
  • Memahami pernyataan berulang FOR
  • Memahami pernyataan berulang WHILE
  • Mampu memecahkan masalah dengan memanfaatkan pernyataan berulang

Pendahuluan

Untuk mencetak kata “Indonesia” sebanyak 10x di form visual basic, Anda dapat melakukannya dengan menulis kode program seperti berikut:

Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”

Atau bisa juga menuliskanya dalam satu baris kode seperti berikut:

Print “Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia”

Bagaimana halnya bila Anda ingin mencetak kata “Indonesia” sebanyak 100x, 1000x atau nx di form, apakah Anda tetap melakukannya dengan cara seperti di atas? Bisa saja ya, namun hal ini tentu kurang efisien. Dapat dikatakan untuk melakukan hal tersebut Anda harus menuliskan kode program yang sangat panjang namun memiliki fungsi yang tidak berarti. Hal ini tentu kurang efisien. Semakin tidak efisien kode program maka otomatis semakin tidak baik algoritmanya.

Sebagai contoh lain misalkan Anda ingin mencetak angka 1 s.d 10, maka dapat saja Anda melakukannya dengan menulis kode seperti berikut:

Print “1 2 3 4 5 6 7 8 9 10”

Bagaimana halnya bila Anda menginginkan mencetak angka 1 s.d 1000, apakah Anda akan melakukan hal yang sama seperti contoh sebelumnya? Bisa saja, tetapi hal tersebut tentu kurang efisien. Untuk mengatasi hal ini Visual Basic menyediakan suatu pernyataan berulang untuk melakukan perulangan pemrosesan pernyataan.

Dalam Visual Basic terdapat 3 (dua) jenis pernyataan berulang yaitu:

  1. For – Next,
  2. While – Wend, dan
  3. Do – While

Berikut ini akan dijelaskan peranan dari ketiga pernyataan berulang tersebut dalam kode program.

1. For – Next

Syntax.

For Variabel = NilaiAwal To NilaiAkhir Step NilaiLompatan

<pernyataan-1>

<pernyataan-2>

…………………..

<pernyataan-n>

Next Variabel

Latihan 1.

Pada latihan 4.1 ini Anda disuruh untuk mencetak kata indonesia sebanyak 10x di form visual basic dengan menggunakan pernyataan berulang for.

Pada saat Anda mengeksekusi (execute) kode program visual basic ke bahasa mesin dengan menekan tombol F5 atau mengklik menu Run | Run maka even (kejadian) yang pertama kali akan dikerjakan adalah form_load. Setiap form memiliki kejadian form_load. Untuk itu untuk menyelesaikan masalah kali ini kode program akan diletakkan di event form_load dari form seperti ditunjukkan oleh kode program berikut ini:

private sub form_load()
Dim I as Byte
For I = 1 To 10 Step 1
Print "Indonesia"
Next I
end sub

Bagaimana proses kerja dari kode program tersebut?
0. Mulai
1. Deklarasi variabel I bertipe Byte
2. Ulangi I mulai dari 1 sampai dengan 10, I lompat-lompat 1
3. Apakah I < 10 Jika Ya Cetak Indonesia, Jika tidak Locat setelah pernyataan Next I
4. Naikkan Nilai I satu
5. Kembali Ke langkah 3
6. Berhenti

Latihan 2.
Buatlah tabel perkalian 1×1 hingga 1x 10

 1 X 1 = 1
 1 X 2 = 2
 1 X 3 = 3
 1 X 4 = 4
 1 X 5 = 5
 1 X 6 = 6
 1 X 7 = 7
 1 X 8 = 8
 1 X 9 = 9
 1 X 10 = 10

Berikut adalah langkah-langkah pengerjaannya:
– Buka proyek standar exe di VB
– Ketikkan kode program berikut di event form_paint()

Private Sub Form_Paint()
  Dim I As Byte
  For I = 1 To 10 Step 1
    Print 1;"X";I;"=";1*I
  Next I
End Sub

– Eksekusi program dengan menekan menu Run | Run atau F5 di keyboard

Latihan 3.
Membuat program untuk membilang dari 1 sampai dengan N di Form Visual Basic.

– Buka proyek standar exe
– Rancanglah form seperti dibawah ini:

– Masukkan kode program berikut pada Event Click tombol CmdBilang

   Private Sub CmdBilang_Click()
   Dim I, N As Byte
   N = Val(txtN.text)
   For I = 1 To N Step 1
     LstBilang.Items.Add(I)
   Next I
   End Sub

– Eksekusi program dengan menekan menu Run | Run atau F5 di keyboard

2. While
Pernyataan while digunakan untuk mengulangi pemrosesan satu atau banyak pernyataan selama syarat yang dimaksudkan terpenuhi. Bila syarat tidak terpenuhi maka pernyataan tidak akan dikerjakan.

Sintaks:
  While (Kondisi)
   <pernyataan>
  Wend

Kondisi pada pernyataan while harus memberikan nilai akhir boolean yaitu TRUE atau FALSE. Dalam Visual Basic Nilai 1 juga dianggap TRUE, selain 1 dianggap FALSE.

Latihan 2.1.
Buatlah kode program untuk mencetak kata “Indonesia” sebanyak 10x. Caranya dapat dilakukan dengan menggunakan pernyataan berulang while.

  Dim I As Byte
  I = 1
  While (I<10)
    Print "Indonesia"
    I = I + 1
  Wend

Bagaimana pemrosesan kode program diatas?
0. Mulai
1. Deklarasi variabel I dengan tipe Byte
2. Inisialisasi (pemberian nilai awal) variabel I adalah 1
3. Selama I < 10 maka
cetak kata “Indonesia”
Nilai variabel I dinaikkan 1
4. Ulangi ke langkah 3
5. Selesai

Menurut Anda, mengapa Nilai variabel I harus dinaikkan 1? Bagaimana kalau nilai I tidak dinaikkan seperti kode program berikut:

  Dim I As Byte
  I = 1
  While (I<10)
    Print "Indonesia"
  Wend

Coba kita analisis pernyataan diatas
1. Deklarasi pengenal I bertipe Byte
2. Inisialisasi I adalah 1
3. Selama I<10 maka kerjakan pernyataan berikut:
Cetak kata Indonesia
4. Kembali ke langkah 3

Kita perhatikan perulangan akan terus dikerjakan karena tidak ada keadaan yang memungkinkan perulangan berhenti. Kita perhatikan nilai I tetap 1 sehingga kondisi apakah I < 10 akan tetap terpenuhi dan pernyataan akan tetap dikerjakan. Untuk mengantisipasi perulangan yang tiada henti ini (continious looping) maka nilai I dinaikkan yang dalam hal ini dinaikkan 1. Dengan demikian pada saat I=10 kondisi I<10 tidak akan terpenuhi dan perulangan akan berhenti.

Latihan 2.2
Buatlah program untuk menentukan bilangan genap antara 1 s.d 50

Kita perhatikan terdapat bilangan 1,2,3,…50. Angka tersebut dapat implementasikan dalam bentuk perulangan dari 1 s.d 50. Selanjutnya angka yang bergerak dari 1 s.d 50 kita uji apakah termasuk bilangan genap atau tidak. Seperti yang kita ketahui bahwa bilangan genap adalah 2,4,6,…,50. Untuk memperoleh bilangan genap salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menguji apakah bilangan habis dibagi 2 atau tidak. Bila bilangan habis dibagi 2 maka bilangan tersebut adalah bilangan genap. Sebagai contoh 4 habis di bagi 2; 1 tidak habis dibagi 2.
Berikut ini adalah implementasi dari permasalahan diatas.
– Buka proyek standar exe
– Pada event form_paint tuliskkan kode program berikut:

   Private Sub Form_Paint()
   Dim I as Byte
   I = 1
   While (I<50)
     IF (I % 2 =0) Then
       Print I
     End If
     I = I + 1
   Wend

Bagaimana proses pengerjaan dari kode program diatas?
0. Mulai
1. Deklarasi pengenal I bertipe Byte
2. Inisialisasi nilai I = 1
3. Apakah I<50, Jika Ya, Kerjakan pernyataan berikut. Jika tidak ke langkah 4.
Apakah I Habis Dibagi 2, Pada saat ini Nilai I=1 sehingga kondisi tidak terpenuhi
Naikkan Nilai I satu
Ulangi Ke Langkah 3.
Apakah I<50, Jika Ya
Apakah I Habis Dibagi 2, Pada saat ini Nilai I=2 sehingga kondisi terpenuhi. Dengan demikian cetak nilai I
Naikkan Nilai I satu
Ulangi ke Langkah 3
4. Selesai

3. Perulangan Bersarang (Nested Loop)
Perulangan bersarang merupakan dapat dijelaskan sebagai perulangan di dalam perulangan. Pada saat membentuk perulangan bersarang hal-hal yang harus diperhatikan adalah:
-harus jelas awal dan akhir suatu perulangan
-tidak tumpang tindihnya antara satu perulangan dengan perulangan lainnya
Perulangan bersarang bisa melibatkan pernyataan berulang FOR di dalam FOR, while di dalam while atau campuran keduanya. Misalkan terdapat perulangan bersarang for dalam for seperti berikut:

For I = 1 To 5 Step 1
  For J = 1 To 5 Step 1
     <pernyataan>
  Next J
Next I

Latihan 3.1
Buatlah tabel perkalian 1×10 s.d 10×10

  Dim I, J As Byte
  For I = 1 To 10 Step 1
    For J = 1 To 10 Step 1
      Print I;"x";J;"=";I*J
    Next J
  Next I

Bagaimana proses pengerjaan dari program diatas?
0. Mulai
1. Deklarasi variabel I dan J bertipe Byte
2. Ulangi I mulai dari 1 s.d 10, I lompat-lompat 1. Pada saat pertama kali nilai I = 1 sehingga akan diuji apakah 1 < 10. Karena TRUE maka pernyataan dibawahnnya akan dikerjakan.
3. Ulangi J mulai dari 1 s.d 10, J lompat-lompat 1. Pertama kali nilai J=1 sehingga akan diuji apakah 1 < 10 dan jawabannya TRUE. Karena TRUE maka pernyataan berikutnya akan dikerjakan.
4. Cetak nilai I, cetak string x, cetak nilai J, cetak string =, dan cetak I * J
5. Kembali Ke Langkah 3
6. Kembali Ke Langkah 2
7. Selesai

Latihan 3.2
Buatlah program untuk menghasilkan matrik identitas A(4,4) seperti dibawah ini:

 1 0 0 0
 0 1 0 0
 0 0 1 0
 0 0 0 1

Data diatas dapat kita susun dalam bentuk matrik seperti berikut ini:

A(1,1)  A(1,2)  A(1,3) A(1,4)
A(2,1)  A(2,2)  A(2,3) A(2,4)
A(3,1)  A(3,2)  A(3,3) A(3,4)
A(4,1)  A(4,2)  A(4,3) A(4,4)

Elemen baris kita misalkan I
Elemen kolom kita misalkan J
Pada saat I sama dengan J maka elemen matrik adalah 1.

  Dim I, J as Byte
  For I = 1 to 4 Step 1
    For J = 1 to 4 Step 1
      IF (I = J) Then ' pada saat I = J
         Print "1";
      Else
         Print "0";
      End IF
   Next J
 Next I

Bagaimana proses pengerjaan dari program di atas?
0. Selesai
1. Deklarasi variabel I dan J bertipe byte.
2. Ulangi I mulai dari 1 s.d 4. Karena nilai awal I=1 maka pernyataan berikut akan dikerjakan.
3. Ulangi J mulai dari 1 s.d 4. Karena nilai awal J=1 maka pernyataan berikut akan dikerjakan
4. Apakah I = J ? Karena I = 1 dan J = 1 berarti kondisi TRUE. Karena true maka akan dicetak string “1”.
5. Naikkan nilai J satu sehingga J menjadi 2. Kembali ke langkah 3.
6. Naikkan nilai I
7. Selesai

Kesimpulan
Visual Basic memungkinkan kita mengulangi pengerjaan pernyataan dengan memanfaatkan pernyataan berulang.
Terdapat 2 jenis pernyataan berulang yaitu pernyataan berulang pasti (FOR – NEXT) dan pernyataan berulang tidak pasti (WHILE – WEND)
Pernyataan berulang FOR – NEXT sesuai digunakan bila banyaknya perulangan yang dilakukan sudah pasti; sedangkan bila pernyataan yang akan dikerjakan belum pasti sebaiknya digunakan pernyataan berulang WHILE – WEND
Visual Basic memungkinkan untuk membuat pernyataan berulang di dalam pernyataan berulang atau disebut dengan pernyataan bersarang (nested loop)

Kosa Kata

FOR NEXT WHILE WEND
Break

Latihan
1. Buatlah kode program untuk menghasilkan matrik segitiga atas seperti berikut:

 1 1 1 1 1
 0 1 1 1 1
 0 0 1 1 1
 0 0 0 1 1
 0 0 0 0 1 

2. Buatlah kode program untuk menghasilkan output berikut:

1
11
111
1111
11111

Jajak Pendapat


Modul III

13 April 2009

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul III ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan:
– Memahami pernyataan bersyarat
– Memahami pernyataan bersyarat IF
– Memahami pernyaaan bersyarat CASE
– Memecahkan permasalahan dengan memanfaatkan pernyataan bersyarat

Pendahuluan
Secara umum proses pengerjaan pernyataan oleh Visual Basic akan dilakukan mulai dari pernyataan-1, pernyataan-2, pernyataan-3 hinggga akhir pernyataan. Pernyataan-1 akan dikerjakan pertama kali, diikuti pernyataan-2 dan pernyataan 3 dan seterusnya. Tiap pernyataan akan dikerjakan secara berurutan (sequential processing) dan semuanya pasti dikerjakan. Namun dalam beberapa permasalahan adakalanya kita menginginkan agar pernyataan tertentu saja yang dikerjakan dan hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan pernyataan bersyarat (brancing statement).
Banyak persoalan yang membutuhkan pernyataan bersyarat. Sebagai contoh pada penerimaan pegawai negeri sipil kita ketahui bahwa seorang pegawai negeri sipil dinyatakan lulus administrasi bila IPK > 2.5. Disini ada suatu syarat bahwa IPK harus > 2.5 baru seorang peserta dinyatakan lulus administrasi. Bila IPK <=2.5 maka nilai peserta tidak memenuhi syarat sehihgga dinyatakan tidak lulus. Contoh lainnya misalkan dalam persoalan menentukan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Seseorang dinyatakan dapat menerima BLT bila termasuk kelompok rumah tangga miskin. Disini ada syarat miskin yang harus dipenuhi seorang penduduk sehingga Dia dapat memperoleh BLT. Masih banyak contoh-contoh persolahan sehari-hari yang kita hadapi yang membutuhkan penyelesaian dengan pernyataan bersyarat.
Pernyataan bersyarat termasuk pernyataan majemuk. Dalam pernyataan bersyarat akan diuji suatu kondisi. Bila kondisi benar (TRUE) maka akan dikerjakan pernyataan tertentu; sebaliknya bila kondisi salah (FALSE) maka pernyataan yang lain yang akan dikerjakan.
Pada Modul III ini Anda akan dituntun langkah per langkah mendali pengertian dan penggunaan pernyataan bersyarat secara detail. Semoga dengan memahami Modul ini Anda akan lebih dimampukan untuk menguasai pemrograman dengan lebih baik. Semoga.

3.1 Pernyataan Bersyarat IF
Pernyataan bersyarat IF digunakan untuk menguji ekspresi tertentu. Ekspresi dinyatakan dalam ekspresi relasi dan logika sehingga nilai akhir ekspresi haruslah berupa nilai Boolean yaitu TRUE atau FALSE. Bila nilai TRUE maka pernyataan setelah IF Then akan dikerjakan; Sebaliknya pernyataan setelah IF Then tidak dikerjakan bila nilai adalah FALSE.

Sintaks 1.
IF (Kondisi) Then
<pernyataan>
End IF

Sintaks 1 dapat diartikan bahwa bila (Kondisi) TRUE maka akan dikerjakan. dapat terdiri atas 1 atau lebih . Misalkan terdapat pernyataan bersyarat seperti berikut:
IF (A>5) Then
Print “Oke”
End IF

Pernyataan diatas menerangkan bahwa Bila A>5 maka akan pernyataan Print “Oke” akan dikerjakan;sedangkan bila A<=5 maka pernyataan Print “Oke” tidak akan dikerjakan.

Latihan 1.
Untuk menentukan kelulusan seorang siswa disyaratkan bahwa nilai mata pelajaran agama harus lebih besar dari 5. Pernyataan di atas dapat kita tuliskan dalam bentuk kode berikut :
Keterangan=”Tidak lulus”
Nilai_Agama=7
IF (Nilai_Agama>5) Then
Keterangan=”Lulus”
End IF
Print Keterangan

Proses pengerjaan dari kode tersebut adalah
0. Mulai
1. String “Tidak lulus” diberi ke variabel Keterangan
2. Angka 7 diberi ke variabel Nilai_Agama
Proses pemberian nilai ke suatu variabel di awal program sering disebut dengan istilah inisialisasi (initialization)
3. Diuji Jika (Nilai_Agama>5) Maka
String “Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Anda perhatikan syarat Nilai_Agama>5 dipenuhi (TRUE), maka isi variabel Keterangan akan diubah dari string “Tidak Lulus” menjadi “Lulus”.
4. Dicetak isi variabel Keterangan, dan memberikan string “Lulus”
5. Selesai

Sekarang coba Anda ubah isi variabel Nilai_Agama menjadi 5, bagaimana proses pengerjaan kode program?
0. Mulai
1. String “Tidak lulus” diberi ke variabel Keterangan
2. Angka 7 diberi ke variabel Nilai_Agama
Proses pemberian nilai ke suatu variabel di awal program sering disebut dengan istilah inisialisasi (initialization)
3. Diuji Jika (Nilai_Agama>5) Maka
String “Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Anda perhatikan syarat Nilai_Agama>5 tidak dipenuhi (FALSE), maka pernyataan setelah End IF yang akan dikerjakan
4. Dicetak isi variabel Keterangan, dan memberikan string “Tidak Lulus”
5. Selesai

Sintaks 2.
IF (Kondisi) Then
<pernyataan>
Else
<pernyataan>
End IF

Sintaks 2 dapat dijelaskan bahwa Jika (kondisi) TRUE maka yang akan dikerjakan; sedangkan jika (kondisi) FALSE maka yang akan dikerjakan.
Sintaks 2 merupakan dari pengembangan Sintaks 1. Perbedaan yang mendasar adalah bila pada sintaks 1 setiap (kondisi) FALSE maka pernyataan setelah End IF yang akan dikerjakan; sedangkan pada Sintaks 2 bila (kondisi) FALSE maka pernyataan setelah ELSE yang akan dikerjakan.
Banyak kasus dalam kehidupan sehari-hari yang tepat kita implementasikan dengan syntaks 2. Misalkan dalam kasus menentukan kelulusan seorang siswa disyaratkan bahwa seorang siswa dinyatakan lulus bila nilai mata pelajaran agama diatas 5. Persoalan ini dapat kita implementasikan ke dalam kode seperti berikut ini:
Nilai_Agama=5
IF (Nilai_Agama>5) Then
Keterangan=”Lulus”
Else
Keterangan=”Tidak Lulus”
End IF
Print Keterangan

Bagaima proses pengerjaan dari kode program diatas?
0. Mulai
1. Angka 5 diberi ke variabel Nilai_Agama
2. Diuji Apakah Nilai_Agama>5
Jika TRUE, maka
String “Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Jika FALSE, maka
String “Tidak Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Karena kondisi (Nilai_Agama >5) memberikan FALSE maka variabel Keterangan akan diberi string “Tidak Lulus”
3. Menampilkan isi variabel Keterangan dan hasilnya adalah string “Tidak Lulus”
4. Selesai

Latihan 2.
Terdapat dua buah bilangan simbol A dan B. Simbol A diberi nilai 10, simbol B diberi nilai 20. Buatlah kode program untuk menentukan bilangan yang maksimum dari kedua bilangan tersebut.
Untuk menentukan bilangan terbesar diantara dua buah bilangan berarti kita cukup menguji jika bilangan A lebih besar dari B berarti bilangan A adalah maksimum; sedangkan bila bilangan a lebih kecil dari B berarti bilangan A adalah minimum. Pernyataan ini selanjutnya dapat kita implementasikan dalam kode Visual Basic berikut ini:
A=10
B=20
IF (A>B) Then
Maksimum=A
Else
Maksimum=B
End If
Print Maksimum

Bagaimana proses pengerjaan dari kode program di atas?
0. Mulai
1. A diberi nilai 10
2. B diberi nilai 20
3. Jika A>B Maka
Maksimum adalah A
Jika Tidak
Maksimum adalah B
Karena A < B maka pernyatan setelah Else yang akan dikerjakan sehingga variabel Maksimum akan diberi nilai B yaitu 20.
4. Menampilkan isi variabel Maksimum, dan tentu memberikan nilai 20
5. Selesai

Sintaks 3.
IF (Kondisi) Then
<pernyataan;>
Else IF (Kondisi) Then
<pernyataan;>
Else IF (Kondisi) Then
<pernyataan;>
Else
<pernyataan;>
End IF

Sintaks 3 merupakan pengembangan dari Sintaks 2. Jika pada Sintaks 2 hanya terdapat dua kemungkinan, maka pada sintaks 3 dimungkinkan untuk menambahkan jumlah kemungkikan kondisi terpenuhi. Banyaknya kondisi pada sintaks 3 tergantung pada permasalahan. Tidak dibatasi.
Misalkan di Mini Market Perlanjasira ditetapkan bahwa besarnya diskon ditentukan atas besarnya total belanja seperti berikut:
Total Belanja >= 2000000, Diskon = 15%
Total Belanja =1000000, Diskon = 10%
Total Belanja =2000000) Then
Diskon=0.15
Else IF (Total_Belanja>=1000000) And (Total_Belanja<2000000) Then
Diskon=0.1
Else
Diskon=0.05
End IF
Total_Bayar = Total_Belanja * Diskon
Print Total_Bayar

Latihan 3.
Masalah menentukan diskon dan total bayar di Mini Market Perlanjasira pada Latihan 2 akan diimplementasikan di Visual Basic. Untuk itu Anda ikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Buka proyek standar.exe di Visual Basic
jendela-utama-vb

2. – Simpan proyek dengan nama PModul31.vbp
– Simpan file form dengan nama FModul31.frm

3. Klik Ganda di Form. Selanjutnya akan muncul jendela editor seperti gambar berikut:
editor

Jendela warna putih merupakan editor tempat memanipulasi obyek dengan kode program. Kalau Anda perhatikan di jendela editor akan tertera blok event (kejadian) seperti berikut :

Private Sub Form_Load()

End Sub

Event ini menandakan bahwa pada saat Form di muat (load) ke memory maka seluruh kode program pada kejadian ini akan dikerjakan. Saat Anda menekan tombol F5 atau mengaktifkan menu Run | Run maka event Form_Load() akan dikerjakan. Dapat dikatakan event Form_Load() yang pertama kali dikerjakan pada saat Anda mengeksekusi Visual Basic.
Namun bila kita ingin melihat tampilan di form kode program kita harus kita letakkan di event activate atau event. Untuk itu kalau Anda perhatikan sebelah atas jendela editor terdapat dua buah combobox. Combobox pertama merupakan tempat menyimpan nama-nama obyek yang ada di form. Sedangkan pada combobox kedua adalah tempat menampung event-event dari obyek yang sedang terpilih di combobox pertama.
Sekarang pastikan di combobox pertama tertera keterangan form dan di combobox kedua pilih activate. Berikutnya ketikkan kode program seperti dibawah ini:

Private Sub Form_Activate()
Dim Total_Belanja, Diskon As Single
Total_Belanja = 400000
If (Total_Belanja >= 2000000) Then
Diskon = 0.15
ElseIf (Total_Belanja >= 1000000) And (Total_Belanja < 2000000) Then
Diskon = 0.1
Else
Diskon = 0.05
End If
Total_Bayar = Diskon * Total_Belanja
Print Diskon, Total_Bayar
End Sub

3. Eksekusi program dengan menekan tombol F5
running-diskon1

3.2 Pernyataan Bersyarat SELECT
Selain pernyataan bersyarat IF, Visual Basic menyediakan pernyataan bersyarat lain, yaitu SELECT CASE. Pernyataan bersyarat SELECT CASE umumnya digunakan untuk menguji suatu nilai. Bila nilai yang diuji memenuhi syarat tertentu maka pernyataan akan dikerjakan.
Sintaks:
Select Case (Ekspresi)
Case Nilai :
Case Nilai :
Case Nilai :
Case Else

End Select

Pernyataan bersyarat SELECT CASE cocok digunakan bila pengujian dilakukan pada banyak nilai. Sebagai contoh untuk menentukan keterangan suatu angka 1 s.d. 10. Misalnya angka yang diinputkan adalah angka 1 maka keteragannya adalah “satu”, angka 2 akan muncul keterangan “dua”, dan seterusnya, dapat diselesaikan dengan pernyataan bersyarat SELECT CASE.
Dim Angka As Byte
Dim Keterangan As String * 10
Angka=5
Select Case (Angka)
Case 1 : Keterangan=”Satu”
Case 2 : Keterangan=”Dua”
Case 3 : Keterangan=”Tiga”
Case 4 : Keterangan=”Empat”
Case 5 : Keterangan=”Lima”
Case 6 : Keterangan=”Enam”
Case 7 : Keterangan=”Tujuh”
Case 8 : Keterangan=”Delapan”
Case 9 : Keterangan=”Sembilan”
Case Else
Keterangan=”Sepuluh”
End Select
Print Angka, Keterangan

Bagaimana proses pengerjaan dari kode program di atas?
0. Mulai
1. Mendeklarasikan variabel Angka bertipe Byte sehingga variabel Angka akan dapat menampung bilangan 0.255
2. Mendeklarasikan variabel Keterangan bertipe String * 10 sehingga variabel Keterangan akan dapat menampung string hingga 10 karakter.
3. Memberi nilai 1 ke variabel Angka
4. Menguji nilai variabel Angka
5. Apakah variabel Angka nilainya 1? False
6. Apakah variabel Angka nilainya 2? False
7. Apakah variabel Angka nilainya 3? False
8. Apakah variabel Angka nilainya 4? False
9. Apakah variabel Angka nilainya 5? TRUE,
maka variabel Keterangan diberi nilai string “Lima”. Bila kondisi terpenuhi maka pernyataan seteleh End Select yang akan dikerjakan.
10. Cetak isi variabel Angka dan Keterangan
11. Selesai

3.3 Pernyataan Bersyarat Campuran
Pernyataan bersyarat campuran merupakan pernyataan yang menggabungkan pernyataan IF dan SELECT. Banyaknya campuran pernyataan ini tidak dibatasi. Yang paling penting diperhatikan pada saat implementasinya adalah tata cara penulisan dari kedua pernyataan tersebut. Diusahakan penulisannya harus jelas dan tidak saling tumpang tindih.
Berikut ini salah satu contoh sintaks penggunaan pernyataan bersyarat campuran.

IF (Kondisi) Then
   Select Case (Kondisi)
     Case Nilai :
                        IF (Kondisi) Then
                           <pernyataan>
                        End IF
      Case Nilai :<pernyataan>
      Case Else
           <pernyataan>
    End Select
Else IF (Kondisi) Then
   <pernyataan>
Else
   <pernyataan>
End IF

3.4. Kesimpulan
Proses pengerjaan standar dari program umumnya dimulai dari pernyataan-1, pernyataan-2, pernyataan-3 hingga akhir pernyataan disebut proses pengerjaan secara berurutan (sequential processing).
Untuk mengubah urutan proses pengerjaan dapat dilakukan dengan pernyataan bersyarat (brancing statement) atau pernyataan berulang (looping statement).
Pernyataan bersyarat IF digunakan untuk menguji syarat tertentu. Syarat yang dinyatakan harus memberikan nilai Boolean, yaitu TRUE atau FALSE. Jika syarat TRUE maka pernyataan seteleh THEN akan dikerjakan, jika syarat FALSE maka pernyataan setelah ELSE yang akan dikerjakan.
Pernyataan bersyarat SELET CASE digunakan untuk menyeleksi suatu nilai. Nilai dapat bertipe Boolean, Angka atau String. Bila nilai memenuhi syarat tertentu maka pernyataan akan dikerjakan; bila nilai tidak memenuhi syarat tertentu maka pernyataan tidak akan dikerjakan.

Kosa Kata

Branching Statement Sequential Processing IF CASE
ELSE

Soal
1. Dalam perhitungan gaji di Perlanjasira Grup sudah ditentukan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a. Gaji pokok ditentukan jenjang golongan
Golongan Gapok
I Rp.2.000.000,-
II Rp. 2.500.000,-
III Rp. 3.000.000,-
IV Rp. 4.000.000,-
b. Tunjangan anak
Tunjangan anak hanya diberikan bagi 3 orang anak. Tiap anak mendapatkan tunjangan sebesar Rp. 50.000,-
c. Potongan
Tiap bulan pegawai dikenakan potongan sebesar 5% dari total gaji. Potongan terdiri atas asuransi, pajak dan sumbangan.
Buatlah kode program Visual Basic untuk menentukan Gaji Bersih yang didapatkan seoarang pegawai.
2. Buatlah program Visual Basic untuk menentukan nilai X1 dan X2 dari suatu persamaan kuadrat Y = AX1^2 + BX2 + C

Jajak Pendapat

Buku Acuan
________Visual Basic 6.0 Black Book
________Step By Step Visual Basic 6.0
________24 Hours Visual Basic 6.0