Pointer

27 Januari 2010

Setelah mengikuti pelatihan dalam modul ini Anda diharapkan telah memiliki kemampuan :
– memahami konsep pointer
– mendeklarasikan tipe data pointer
– memanfaatkan pointer dalam pemecahan masalah

Pengantar
Tipe data primitive (integer, string, boolean) termasuk tipe data statis artinya bahwa tipe data tersebut memiliki keterbatasan cakupan (range) nilai. Sebagai contoh bahwa tipe data integer hanya memiliki nilai antara -32786 s.d 32767. Keterbatasan cakupan nilai pada tipe data statis dapat diatasi dengan menggunakan tipe data pointer.
Jika pada tipe data statis suatu pengenal langsung menyimpan data yang ada di memory maka tipe pointer akan menunjuk ke suatu alamat di memory dan alamat memory tersebut yang menunjuk nilai tertentu di memory. Pengenal yang bertipe pointer selanjutnya dapat menunjuk pengenal bertipe pointer lainnya tanpa batas sehingga akan membentuk suatu pengenal yang dapat menunjuk pengenal lainnya hingga tak terhingga. Keterbatasan hubungan (link) antar pengenal hanya karena kapasitas memory.

Deklarasi Tipe Data Pointer
Setiap pengenal yang bertipe pointer harus terlebih dahulu dideklarasikan/dikenalkan. Misalkan diinginkan suatu pengenal bertipe pointer Integer maka deklarasinya dapat seperti berikut ini:

var
luas : ^integer;
begin
luas^:=50;
writeln(luas^);
end.

Mengalokasikan Memory di Heap
Heap merupakan tempat di memory di komputer yang digunakan sebagai tempat pengalokasian pengenal pointer. Untuk mengalokasikan pengenal pointer digunakan prosedur New.

var
luas : ^integer;
begin
new(luas);
luas^:=50;
writeln(luas^);
end.

Mendealokasikan Memory di Heap
Heap merupakan tempat di memory di komputer yang digunakan sebagai tempat pengalokasian pengenal pointer. Untuk mengalokasikan pengenal pointer digunakan prosedur Dispose.

var
luas : ^integer;
begin
new(luas);
luas^:=50;
writeln(luas^);
dispose(luas);
end.

Latihan 1. Menjumlahkan dua buah bilangan integer dengan pengenal pointer

Program Jumlah(A,B);
Uses Crt;
Var
A,B,C : ^integer;
Begin
Clrscr;
New(A);
New(B);
New(C);
write(‘Nilai A = ‘);readln(A^);
write(‘Nilai B = ‘);readln(B^);
C^:=A^+B^;
writeln(‘ A + B = ‘,C^);
dispose(A);
dispose(B);
dispose(C);
readln;
end.

Pointer Berantai
Suatu pengenal pointer dapat menunjuk ke pengenal pointer lainnya sehingga membentuk hubungan (link) yang berantai sehingga sering disebut dengan link list.
Misalkan diinginkan untuk menyimpan data mahasiswa dengan rekord seperti berikut ini:
Nim : string[8];
Nama : string[30];
maka deklarasi pengenal pointer rekord mahasiswa tersebut dapat didefenisikan sebagai berikut:

 Type Simpul = ^Data
         Data = Record
         Nim : String[8];
         Nama : String[30];
         Berikut : Simpul;
        End;

Var
  Mahasiswa : Simpul;

Dalam deklarasi Type didefenisikan suatu pengenal baru yang bernama simpul. Pengenal simpul menunjuk ke suatu pengenal ^Data yang bertipe rekord. Rekord terdiri atas 3 field yaitu nim, nama dan berikut. Field berikut merupakan field yang digunakan untuk menunjuk (link) ke pengenal simpul yang lainnya.

Latihan 2. Buat program untuk menyimpan data mahasiswa dengan menggunakan pengenal pointer berkait

Program Data_Mahasiswa;
Uses Crt;
Type Simpul = ^Data
         Data = Record
         Nim : String[8];
         Nama : String[30];
         Berikut : Simpul;
        End;
Var
  MahasiswaA,MahasiswaB : Simpul;
  Bantu : Simpul;
Begin
 Clrscr;
 New(MahasiswaA);
 MahasiswaA^.Nim:='10010001';
 MahasiswaA^.Nama:='Irvan Aginta Ginting';
 MahasiswaA^.Berikut:=Nil;
 New(MahasiswaB);
 MahasiswaB^.Nim:='10010002';
 MahasiswaB^.Nama:='Irvan Aginta Ginting';
 MahasiswaB^.Berikut:=MahasiswaA;

 Bantu:=MahasiswaB;
 While (Bantu^.Berikut<Ni>l) Do
 Begin
   Writeln(Bantu^.Nim, Bantu^.Nama);
   Bantu:=Bantu^.Berikut;
 End;

Readln;
End.

Pemrograman Grafis

6 Januari 2010

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul XI, Anda diharapkan telah memilki kemampuan untuk :
– memahami konsep gambar
– menciptakan obyek grafis di form
– mengenali control grafis di toolbox
– memanipulasi obyek grafis

Pengantar

Kiasan “Satu Gambar Memiliki Sejuta Arti” merupakan ungakapan yang banyak diutarakan orang. Peminat seni gambar memandang suatu gamar dari beragam segi mulai dari ukuran, bentuk, warna, pencahayaan gambar, kondisi serta waktu pembuatan gambar, serta segi-segi yang lainnya. Para penikmat seni gambar akan mampu menjelaskan elemen gambar yang terkecil hingga yang terbesar. Tentu saja bagi orang yang bukan peminat seni memandang perilaku seniman (spt : seniman gambar) kadang-kadang mememperlihatkan perilaku yang aneh dalam menikmati suatu gambar. Yah.. begitulah seorang seniman. Ha.ha.ha.ha.ha.ha….

Gambar di komputer terbentuk dari himpunan titik-titik gambar. Titik disebut dengan pixel (picture element). Pixel merupakan element terkecil dari suatu gambar. Pixel dapat diberi warna tertentu. Dari himpunan titik dapat dibentuk obyek-obyek gambar seperti garis, lingkaran, segitiga, persegi, balok, ellips, dan sebagainya. Banyak teknik pemrograman yang telah diciptakan untuk menciptakan obyek-obyek gambar.

Semakin banyak titik pembentuk gambar maka kualitas gambar akan semakin baik. Bila layar komputer Anda memiliki resolusi 800 x 600 px menandakan bahwa sepanjang sumbu X dapat diletakkan 800 pixel dan sepanjang sumbu Y dapat ditempatkan 600 pixel. Tentu saja gambar tampilan gambar akan lebih baik bila resolusi layar monitor Anda 1024 X 768, 1024 X 800 atau bahkan lebih.

Di toolbox Visual Basic terdapat dua kontrol yang dapat digunakan untuk memanipulasi gambar yaitu control Picture dan Image. Selain itu control Form juga dapat digunakan sebagai area gambar

a. Menciptakan titik di form
Visual Basic telah menyediakan fungsi Pset untuk menciptakan titik. Format penulisan dari Pset:

Pset (X,Y),Warna

dimana X : adalah posis titik di sumbu X; Y : posisi titik di sumbu Y; Warna adalah warna dari titik.

a. Menciptakan titik di Form
1. Buka Proyek Standar.Exe
2. Simpan Proyek dengan nama PTitik
3. Simpan Form dengan nama FTitik
4. Ganti properti form
– Name : FrmTitik
– Caption : Titik
5. Tuliskan kode berikut di Event Form_Paint

Private Sub Form_Paint()
Pset (1000,1000),yellow
End Sub

6. Eksekusi Proyek dengan menekan tombol F5 di keyboard

Mungkin saja titik di Form sulih melihatnya. Bagian berikut akan dicetak himpunan titik-titik dengan memanfaatkan pernyataan perulangan (looping statement).

7. Tekan simbol Close (X) untuk kembali ke perancangan

b. Menciptakan Garis di Form
1. Ubah kode program di event Form_Paint

Private Sub Form_Pain()
Dim I As Integer
For I=1000 To 2000 Step 1
Pset (I,1000),Yellow
Next I
End Sub

2. Simpan Form dan Proyek dengan mengklik menu File –> Save Project
3. Eksekusi Proyek dengan menekan F5 di keyboard

4. Kembali ke perancangan dengan menekan simbol Close (X)

c. Menciptakan Grafik Sinus di Form
1. Ubah properti Form
-WindowState : Maximized
2. Ubah kode program di Form_Paint

Private Sub Form_Paint()
Dim I,TengahLayar As Integer
Dim Y,Radian As Single
TengahLayar = Screen.Height / 2
For I = 0 To Screen.Width Step 1
Radian = 3.14 / 180 * I
Y = Sin(Radian)
PSet (I, TengahLayar + Y * 1000), yellow
Next I
End Sub

3. Simpan kode dengan menekan tombol Ctrl + S di keyboard
4. Eksekusi Proyek dengan menekan F5 di keyboard

5.Tekan simbol Close (X) untuk mentup Jendela Eksekusi

c. Menciptakan Jaring Laba-Laba di Form
1. Ciptakan Proyek Standard.Exe
2. Simpan Proyek dengan nama PLingkaran
3. Simpan Form dengan nama FLingkaran
4. Ganti properti Form
– Name : FrmLingkaran
– Caption : Lingkaran
– WindowState : Maximized
5. Masukkan control Timer ke Form
– Name : TmrLingkaran
– Interval : 1000 (dalam satuan milisecond. 1 detik = 1000 milisecond)
3. Ketikkan Kode Program Berikut di Jendela Kode.

Dim JariJari As Integer
Dim XTengah, YTengah As Single

4. Tambahkan Event Form_Load

Private Form_Load()
JariJari=0
XTengah=Screen.Width/2
YTengah=Screen.Height/2
Randomize(10)
End Sub

5.Ubah kode program di Form_Paint seperti di bawah ini:

Private Sub Form_Paint()
Circle (XTengah, YTengah), JariJari, RGB(Rnd() * 255, Rnd() * 255, Rnd(255) * 255)
End Sub

6. Tambahkan Event TmrLingkaran_Timer()

Private Sub TmrLingkaran_Timer()
JariJari = JariJari + 100
If (JariJari > YTengah) Then
JariJari = 100
Cls
End If
Form_Paint
End Sub

7. Simpan Kode Program dengan menekan Tombol Ctrl + S
8. Eksekusi Proyek dengan menekan F5

9. Tutup Jendela Eksekusi dengan menekan simbol Close (X)

Jalanya program bekerja dapat dijelaskan seperti berikut:
1. Pada saat Anda menekan F5 maka Event Form_Load akan dikerjakan.
JariJari=0
XTengah=Screen.Width/2
YTengah=Screen.Height/2
Randomize(10);

ctt : Randomize(10) dapat saja Anda tuliskan menjadi Randomize(1), Randomize(2). Angka berapa saja bisa dituliskan. Fungsi Prosedur ini agar Visual Basic setiap memanggil fungsi Rnd akan membangkitkan bilangan acak yang berbeda. Jika Anda tidak menggunakan fungsi Randomize maka bilangan acak yang dibangkitkan dari fungsi Rnd akan tetap sama.

2. Event Form_Paint dikerjakan.
Circle (XTengah,YTengah),JariJari,RGB(Rnd()*255,Rnd()*255,Rnd()*255)

ctt : RGB merupakan fungsi menuliskan warna. R = Red, G=Green, B=Blue. Kalau Anda perhatikan pada fungsi RGB terdapat tiga parameter. Nilai ketiga parameternya akan dirandom mulai dari angka 0 hingga 254. Percampuran antara nilai Red, Green dan Blue tentu akan diberikan sebagai nilai akhir.

Pada tahap ini tentu saja penciptaan lingkaran telah dilakukan, namun karena jari-jari lingkaran masih 0 maka lingkaran tidak terlihat di Form.

3. 50 milisecond ( 1/20 detik) kemudian dikerjakan Event TmrLingkaran_Timer()
JariJari=JariJari+100
IF (JariJari>YTengah) Then
JariJari=100
Cls
End IF
Form_Paint

JariJari ditambah 100. Kemudian diuji apakah JariJari lebih besar dari YTengah. Hal ini dilakukan agar jari-jari lingkaran tidak melebihi layar. Jika JariJari lebih besar dari Y Tengah maka kembalikan nilai JariJari menjadi 100, kemudian form dibersihkan dari obyek grafis. Selanjutnya prosedur Form_Pain dipanggil.

4. Setiap 50 second akan dipanggil kembali Prosedur Form_Paint

b. Menciptakan titik di Control Picture
Control Picture menyediakan beragam fungsi untuk memanipulasi grafis.


Melakukan Query Pada 1 Tabel

5 Januari 2010

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul I, Anda diharapkan telah memiliki kemampuan :
1. Mengenali Struktur Tabel
2. Menampilkan Data Field
3. Menuliskan Perintah Aritmatika
4. Memahami Perintah Kondisi
5. Memahami Perintah Pengurutan
6. Fungsi-Fungsi SQL

Pengantar

Bahasa Query Terstruktur (Structured Query Language) merupakan bahasa standar yang digunakan untuk memanipulasi Sistem Manajemen Basis Data Relasional (relational database management system). Standar SQL dimulai dari SQL-89, SQL-92, SQL-2001. Perintah-perintah antar standar bersifat up-ward artinya pada versi terakhir dikenali perintah-perintah versi sebelumnya, namun tidak sebaliknya (undown-ward).

Sistem manajemen basis data relasional merajai pasaran salah satunya karena kepopuleran SQL. Versi sistem manajemen basis data relasional yang beredar dapat dibagi dalam dua versi yaitu Client dan Server. MS-Access, Paradox merupakan contoh basis data client artinya basis data hanya diakses oleh pemakai tunggal (single user). MySql, Interbase, SQL Sever merupakan contoh basis data server artinya bahwa basis data tersebut dapat digunakan oleh banyak pemakai (multi user).

Manipulasi basis data berarti melakukan operasi-operasi seperti menciptakan (create) antara lain basis data, tabel, index, view, domain, stored procedure; menghapus (delete) basis data, tabel, index, view, domain, store procedure, rekord; menampilkan isi (query) basis data, tabel; dan juga mengontrol (control) hak akses, transaksi, dan keamanan. Operasi-operasi tersebut umumnya dapat dilakukan dalam suatu sistem manajemen basis data.

Melakukan query dengan perintah SELECT merupakan operasi yang paling sering digunakan karena umumnya data yang telah disimpan dalam basis data ingin kembali ditampilkan dengan format yang sama atau beda dari data aslinya.

1. Menampilkan Data Per Field
Misalkan diketahui struktur TblSiswa seperti di bawah ini:

Field Type Size Decimal Description
NIS Text 5 Primary Key
Nomor Induk Siswa
Nama Text 25
TempatLahir Text 35
TanggalLahir Date 8
Telelpon Text 12
JenisKelamin Text 1 L=Laki-Laki
P=Perempuan
GolonganDarah Text 2
Agama Text 1 1=Islam
2=Kristen
3=Katolik
4=Hindu
5=Buddha

Dengan anggapan Anda telah melakukan penginputan rekord ke tabel TblSiswa di atas. Selanjutnya akan dilakukan query-query dasar seperti di bawah ini.

a. Menampilkan seluruh NIS (Nomor Induk Siswa)

Select NIS
From TblSiswa

Anda perhatikan bahwa bila kita ingin menampilkan data suatu Field maka nama Field tersebut dituliskan setelah perintah Select.

b. Menampilkan NIS dan Nama

Select NIS,Nama
From TblSiswa

c. Menampilkan NIS dengan judul Nomor_Induk_Siswa

Select NIS As Nomor_Induk_Siswa
From TblSiswa

d. Menampilkan seluruh Field

Select *
From TblSiswa

Sampai saat ini Anda telah memiliki kemampuan untuk menampilkan data per field, gabungan field atau semua field. Yang penting diperhatikan bahwa bila Anda ingin menampilkan data lebih dari satu field maka antar field harus dipisahkan tanda koma dan diakhir nama tabel harus ditambahkan titik koma (semi colon).

2. Melakukan Ekspresi Aritmatika

Dari perintah Select, Anda juga dapat melakukan operasi-operasi aritmatika seperti penjumlahan, perkalian, pembagian atau pengurangan. Berikut ini diberikan beberapa contoh operasi aritmatika pada perintah Select.

a. Hitung penjumlahan 2 + 2

select 2+2;

b. Hitung penjumlahan 2+2 dan beri judul Jumlah

select 2+2 as Jumlah;

c. Hitung penjumlahan 2 +2, perkalian 5*6

select 2+2, 5*6;

Anda tentunya dapat melakukan operasi-operasi aritmatika pada Field-Field yang bertipe Numerik. Di MS-Access tipe numerik dapat berupa Single, Longint, Integer, ShortInt; Di My-SQL dapat berupa Number, ShortInt, TinyInt. Berikut adalah operator-operator aritmatika yang dapat digunakan untuk melakukan operasi-operasi ekspresi yang bertipe Numerik.

Operator Fungsi
+ Menjumlahkan
Mengurangkan
* Mengalikan
/ Membagikan

Tentu saja Anda dapat bereksperimen dengan menuliskan ekspresi-ekspresi aritmatika lainnya. SQL juga telah menyediakan fungsi-fungsi statistik atau di SQL disebut dengan fungsi-fungsi aggregate seperti Max, Min, Sum, Avg, namun fungsi-fungsi ini akan dibahas pada Modul berikutnya.

3. Melakukan Perintah Kondisi
Pada saat menampikan data ada kalanya kita mengingkan agar data yang ditampilkan memenuhi syarat/kondisi tertentu. Bila kondisi dipenuhi maka data akan ditampilkan; sebaliknya bila kondisi tidak terpenuhi maka data tidak akan ditampilkan. Di perintah Select Anda memungkinkan untuk melakukan kondisi tertentu dengan menggunakan anak kalimat (clause) Where. Baiklah saatnya kita coba bereksperimen.

a. Tampilkan semua Siswa yang berjenis kelamin Perempuan

Select *
From TblSiswa
Where JenisKelamin=”P”

b. Tampilkan semua Siswa yang lahir sebelum 1 Agustus 2000

Select *
From TblSiswa
Where TanggalLahir < #1/08/2000#

c. Tampilkan semua Siswa yang lahir antara tanggal 1 Januari 2000 s.d 1 Agustus 2000

Select *
From TblSiswa
Where TanggalLahir Between #1/01/2000# And #1/08/2000#

Kalau Anda perhatikan di clause Where maka yang dibandingkan adalah Field dari tabel dengan suatu Nilai. Pembandingan di SQL dilakukan dengan menggunakan operator-operator kondisi. Berikut ini merupakan daftar operator kondisi yang dapat digunakan di perintah Select:

Operator Keterangan
= Sama Dengan
< Lebih Kecil Dari
> Lebih Besar Dari
<= Lebih Kecil Dari Atau Sama Dengan
>= Lebih Besar Dari Atau Sama Dengan
<> Tidak Sama Dengan

Ada juga saatnya Anda hanya akan menampilkan jika memenuhi lebih dari satu kondisi. Misalkan Anda ingin menampilkan data Siswa yang berjenis kelamin Perempuan dan Lahir di bawah tanggal 1 Agustus 2000. Untuk menghubungkan satu atau banyak kondisi digunakan operator logika. Berikut ini adalah operator logika yang dapat digunakan dalam perintah SQL.

Operator Keterangan
And Dan
Or Atau
Not Tidak

d. Tampilkan seluruh Siswa yang berjenis kelamin Perempuan dan Lahir sebelum tanggal 1 Agustus 2000.

Select *
From TblSiswa
Where JenisKelamin=”P” And TanggalLahir<#1/01/2000#

Agar perintah SQL lebih mudah dipahami sebaiknya pada tiap kondisi diberi tanda kurung buka dan kurung tutup.

Select *
From TblSiswa
Where (JenisKelamin=”P”) And (TanggalLahir<#1/01/2000#)

e. Tampilkan seluruh Siswa yang Beragama Islam atau Katolik

Select *
From TblSiswa
Where (Agama=1) Or (Agama=3)

Anda tentu saja masih ingat bahwa data Agama kita kodekan di dalam Tabel. Tujuannya tidak lain untuk mengefisienkan penyimpanan TblSiswa di memory.

f. Tampilkan seluruh Siswa yang beragama Islam atau Katolik dan Berjenis Kelamin Perempuan

Select *
From TblSiswa
Where ((Agama=1) Or (Agama=3)) And (JenisKelamin=”P”)

Dalam anak kalimat Where juga diikutikan perintha Like. Perintah Like berfungsi untuk menguji suatu nilai berdasarkan kritereria tertentu. Misalkan Anda ingin mencari semua Siswa yang namanya diawali huruf A maka dapat dilakukan dengan perintah Like. Misalkan lagi Anda ingin mencari nama seorang siswa yang huruf keduanya C maka dengan menentukan format khusus dalam perintah Like.

g. Tampilkan seluruh Siswa yang namanya diawali huruf A

Select *
From TblSiswa
Where Nama Like “A*”;

Tanda * pada perintah like menandakan bahwa seluruh karakter. Selain tanda *, Anda juga dapat memasukkan karakter ? (tanda tanya) dalam perintah Like. Tanda ? berfungsi untuk mengganti satu karakter.

h. Tampilkan seluruh Siswa yang namanya huruf kedua adalah C

Select *
From TblSiswa
Where Nama Like “?C*”;

Ekspresi ?C* dapat dibaca karakter pertama apa saja, diikuti huruf C, diikuti apa saja.

5. Mengurutkan Data

Informasi dalam keadaan terurut tentu akan lebih mudah dibaca. Kalau kita berhatikan bangunan-bangunan di Sekolah Dasar biasanya dijejer mulai dari Kelas 1, Kelas 2, … , Kelas 6. Dengan susunan bangunan seperti di atas akan akan memudahkan para siswa mengenali kelasnya masing-masing. Misalkan lagi di buku Absensi Harian Siswa, Anda perhatikan nama-nama Siswa diurutkan secara Alpabet sehingga pada saat Guru melakukan absensi baik di awal maupun di akhir jam pelajaran akan lebih mudah melakukannya. Pada daarnya data yang sudah terurut (sorted) akan lebih mudah memahaminya dibandingkan dengan data yang disusun secara acak (random).

Dalam SQL terdapat anak kalimat Order By yang berfungsi untuk mengurutkan suatu data. Pengurutan dapat dilakukan pada data numerik (0..9) atau alphabet (A..Z, a..z). Tipe pengurutan ada dua yaitu pengurutan menaik (ascending – A..Z) dan menurun (descending – Z..A).

a. Tampilkan seluruh Siswa yang namanya terurut secara menaik (ascending)

Select *
From TblSiswa
Order By Nama Asc

Bila Anda menggunakan clause Order By dan menyertakan keterangan Asc berarti komputer akan memahaminya bahwa Anda mengurutkan secara menaik. Atau dengan kata lain perintah Asc bersifat default. Perintah di atas dapat juga dituliskan seperti di bawah ini:

Select *
From TblSiswa
Order By Nama

b. Tampilkan seluruh Siswa yang berjenis kelamin laki-laki dan namnya diurutkan secara Menurun menurun (descending)

Select *
From TblSiswa
Where JenisKelamin=”L”
Order By Nama;

Bila terdapat kondisi maka clause Where harus ditulis terlebih dahulu baru diikuti clause Order By.

Pengurutan juga dapat dilakukan pada satu atau banyak field. Bila dilakukan pengurutan pada N Field atau lebih maka pengurutan dilakukan terlebih dahulu pada field 1, field 2, …, field n.

c. Tampilkan seluruh Siswa yang diurutkan berdasarkan Nama dan Alamatnya secara menurun.

Select *
From TblSiswa
Order By Nama, Alamat;

6. Fungsi-Fungsi SQL

Dalam perintah Select, Anda dapat memanfaatkan beragama fungsi-fungsi yang telah disediakan SQL (built-in function). Dengan melihat referensi SQL, Anda tentunya akan melihat beragama fungsi-fungsi mulai dari fungsi string, aritmatika, kondisi, trigonometri, dan sebagainya.
Pada Modul I ini hanya akan dibahas beberapa fungsi string. Pada modul-modul selanjutnya akan dibahas fungsi-fungsi string lainnya. String dapat diartikan sebagai himpunan karakter. Misalkan nama Anda dapat dikatakan sebagai string. String tidak dapat dioperasikan secara matematika. Namun perlu dicatat terdapat satu operasi penggabungan string (string concatenation) yang menggunakan operator aritmatika yaitu, karakter + (plus).

a. distinct
Fungsi ini untuk akan menampilkan data duplikat sekali saja. Misalkan Anda melakukan perintah :

Select distinct(JenisKelamin)
From TblSiswa;

Maka yang ditampilkan hanya L dan P. Perintah distinct akan menuliskan sekali saja Jenis Kelamin yang sama.

b. Left
Fungsi ini untuk mengambil karakter tertentu dari Field mulai dari karakter paling kiri. Misalkan terdapat pernyataan SQL seperti berikut:

Select Left(Nama,2)
From TblSiswa;

maka nama-nama siswa hanya ditampilkan 2 karakter pertama.

c. Right
Fungsi ini digunakan untuk mengambil karakter tertentu dari Field mulai dari karakter paling kanan. Misalkan terdapat pernyataan SQL seperti di bawahi ini:

Select Right(Nama,3)
From TblSiswa;

maka nama-nama siswa hanya ditampilkan 3 karakter terakhir.