Modul III

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul III, Anda diharapkan telah memiliki kemampuan:
– menciptakan struktur tabel
– membuat form dari tag HTML
– mengkoneksikan kode PHP dengan MySQL

Pendahuluan

Setiap sistem dapat saja menerima informasi baik dari lingkungan luarnya (external system) maupun dari sistem itu sendiri (internal system). Informasi dari luar sistem sangatlah banyak. Informasi yang dimasukkan ke sistem harus sesuai dengan kebutuhan sistem. Jangan sampai kita memasukkan informasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan sistem. Bila hal ini sampai terjadi maka tentu saja sistem kita akan dipenuhi dengan informasi-informasi yang tidak berguna atau dapat dikatakan informasi-informasi sampah (useless information).

Agar informasi/data di dalam komputer dapat terkelola dengan baik dibutuhkan perangkat lunak khusus untuk pengelolaan data. Perangkat lunak ini sering disebut dengan sistem manajemen basis data (database management system – DBMS). Terdapat beragam jenis DMB seperti hirarki, tree, relasional, semi-obyek, obyek, namun tipe DBMS relasional (relational database management system) merupakan jenis DBMS yang paling banyak digunakan saat ini. Contoh-contoh RDBMS seperti : MS-Acess, MySQL, SQL-Server, Paradox, dsb.

Setiap RDBMS memungkinkan Anda untuk langsung berinteraksi di lingkungan kerjanya (environment window). Namun hal ini umumnya hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu saja. Orang-orang yang khusus menangani basis data disebut dengan administrator basis data (database administrator). Tujuan dari pembatasan hak guna (access privilidge) ini adalah agar basis data tetap aman dan terhindar dari gangguan-gangguan orang yang tidak berhak. Mengingat tidak semua pemakai dapat berinteraksi dengan basis data seperti layayaknya seorang administrator basis data, maka perlu dibuat interaksi yang mudah dan menarik.

Struktur Tabel

Informasi/data yang dibutuhkan sistem tentu saja harus diketahui strukturnya. Struktur ini menggambarkan kedudukan data di DBMS. Misalkan kita ingin menyimpan data/informasi siswa sekolah dasar. Seorang siswa tentunya memiliki attribut NIS (Nomor Induk Siswa), Nama, Alamat, Jenis Kelamin, Agama, dsb. Data dari attribut-attribut tersebutlah yang membedakan tiap siswa. Siswa disini dapat juga kita sebut sebagai obyek/entitas. Banyaknya attribut dari suatu entitas disesuaikan dengan kebutuhan. Misalkan, saat ini sering terjadi penyakit demam berdarah, dimana penyakit ini ada kalanya membutuhkan darah segar sesuai dengan golongan darah penderitanya. Untuk mengantisipasi hal ini akan terjadi pada siswa maka bisa saja attribut golongan darah ditambahkan, sehingga bila penyakit demam berdarah benar-benar terjadi pencarian data golongan darah siswa mudah dilakukan. Attribut-attribut seperti Agama, Telepon, nama Bapak dan ibu juga bisa ditambahkan. Dengan demikian attribut-attribut dari siswa dapat didaftar seperti berikut:
NIS
Nama
Alamat
Jenis Kelamin
Agama
Golongan Darah
Telepon
Nama Ayah
Nama Ibu

Setiap attribut tentu saja memiliki data yang berbeda-beda baik dari segi panjang maupun jenis datanya. Sebagai contoh attribut NIS siswa umumnya hanya tersusun atas angka-angka dan panjangnya bisa 5 digit atau 8 digit. Lain lagi halnya dengan attribut Nama, dimana nama seorang siswa tentu saja terdiri atas rangkaian karakter-karakter. Tentu hal yang aneh bila diketahui nama siswa 007 walaupun kemungkinannya saja bisa terjadi tetapi tentu hal tersebut tidak lazim.

Data seorang siswa dapat dituliskan seperti di bawah ini:

NIS 09001
Nama Betra Ginting
Alamat Desa Barusjahe No. 007
Jenis Kelamin Laki-Laki
Agama Katolik
Golongan Darah O
Telepon 081328524100
Nama Ayah Beton Ginting
Nama Ibu Ramida Br Barus

Kita perhatikan attribut NIS dan Telepon tersusun atas rangkaian angka (numerik). NIS terdiri dari 5 digit. Setiap siswa akan memiliki panjang NIS yang sama sehingga panjang maksimum dari NIS adalah 5 digit. Umumnya tiap NIS dibedakan dari nomor digit terakhir. Sedangkan attribut Telepon panjangnya 12 digit. Namun tentu saja tidak semua telepon siswa 12 digit. Namun hingga saat ini kita tahu bahwa digit telepon paling panjang adalah 12 digit.

Selanjutnya kita perhatikan attribut Jenis Kelamin, Golongan Darah, Nama Ayah, Nama Ibu datanya tersusun atas rangkain karakter (alphabet). Sebagai contoh jenis kelamin dapat berula laki-laki atau perempuan. Dalam beberapa sistem jenis kelamin dibuat Pria atau Wanita. Namun saat ini penggunaan jenis kelamin laki-laki atau perempuan lebih lumrah. Perlu diperhatikan bahwa jenis kelamin hanya 2. Dalam komputer keadaan yang nilainya hanya dua dapat juga disimbolkan dengan suatu keterangan misalnya L untuk laki-laki atau P untuk perempuan. Hal ini tentu saja akan menghemat tempat penyimpanan di komputer. Tentu saja kita akan menyimpan data L daripada Laki-laki yang data maksimumnya hanya 1 karakter.

Untuk attribut golongan darah datanya dapat berupa A,B,O,AB. Data golongan darah maksimum 2 karakter. Untuk attribut Nama Ayah dan Nama Ibu bisa kita perkirakan umumnya maksimum panjang nama orang Indonesia mungkin saja 25 karakter. Namun bila suatu saat ditemukan siswa yang namanya melebihi 25 karakter maka struktur dari attribut Nama harus diubah.

Untuk attribut alamat datanya tersusun atas rangkaian angka (numerik) dan karakter (alphabet) sehingga disebut sebagai alphanumerik. Sistem pengalamatan di Indonesia memasukkan jalan, gang, nomo rumah, rt/rw. Panjang maksimum alamat dapat diperkirakan 50 yang merupakan gabungan angka dan karakter.
Gambar berikut merupakan gambaran attribut baik panjang maupun tipe datanya.

Attribut Panjang Tipe Data
NIS 5 Numerik
Nama 25 Alphabet
Alamat 50 Alphanumerik
Jenis Kelamin 1 Alphabet
Agama 10 Alphabet
Golongan Darah 2 Alphabet
Telepon 12 Numerik
Nama Ayah 25 Alphabet
Nama Ibu 25 Alphabet

Sampai saat ini attribut dan tipe data dari entitas sudah kita dapatkan. Namun khususnya tipe data Numerik, Alphabet, dan Alphanumerik dalam implementasinya di sistem manajemen basis data relasional berbeda-beda. Sebagai contoh di MS-Access tipe data numerik dapat disimpan dalam tipe Shortint, Byte, Integer, Longint; sedangkan di MySQL dapat berupa tipe TinyInt, ShortInt, Integer, Number. Dapat dikatakan belum ada standar baku untuk tipe data pada masing-masing sistem manajemen basis data relasional.

Membuat Struktur Tabel Siswa di MYSQL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: