Bilangan Jam

3 Juni 2009

Bilangan Jam merupakan salah satu sub mata pelajaran matematika di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang cukup menarik untuk dipelajari. Implementasi Bilangan Jam misalkan untuk menentukan hari. Hari ini adalah Hari Rabu, 7 Juni 2009. 21 Hari dari sekarang adalah tentu hari Rabu. Untuk mendapatkan jawaban tersebut dapat menggunakan Bilangan Jam. Seperti kita ketahui bahwa dalam satu minggu 7 hari sehingga dapat dikatakan sebagai bilangan Jam Tujuhan.

Misalkan hari ini adalah hari Rabu, maka 40 hari dari sekarang hari apa?

7X=40
X=5 Sisa 5
Lima hari setelah Rabu adalah Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin. Sehingga 40 Hari dari sekarang adalah Hari Senin.


Apa itu Kode ASCII?

3 Juni 2009

ASCII (American Standard Code For Information Interchange) merupakan kode standar yang digunakan dalam pertukaran informasi pada Komputer.
Setiap simbol yang ada di keyboard memiliki kode ASCII. Sebagai contoh Huruf A memiliki kode ASCII 65; huruf a memiliki kode ASCII 97.
Kode ASCII 65 dalam implementasinya diterjemahkan ke kode Biner.
65 = 01000001
97 = 01100001

Jumlah kode ASCII adalah 255 kode. Kode ASCII 0..127 merupakan kode ASCII untuk manipulasi teks; sedangkan kode ASCII 128..255 merupakan kode ASCII untuk manipulasi grafik.

Kode ASCII sendiri dapat dikelompokkan lagi kedalam beberapa bagian:
-Kode yang tidak terlihat simbolnya seperti Kode 10(Line Feed), 13(Carriage Return), 8(Tab), 32(Space)
-Kode yang terlihat simbolnya seperti abjad (A..Z), numerik (0..9), karakter khusus (~!@#$%^&*()_+?:”{})
-Kode yang tidak ada di keyboard namun dapat ditampilkan. Kode ini umumnya untuk kode-kode grafik.

Dalam pengkodean kode ASCII memanfaatkan 8 bit. Pada saat ini kode ASCII telah tergantikan oleh kode UNICODE (Universal Code). UNICODE dalam pengkodeannya memanfaatkan 16 bit sehingga memungkinkan untuk menyimpan kode-kode lainnya seperti kode bahasa Jepang, Cina, Thailand dan sebagainya.


Apa itu File?

3 Juni 2009

Ditinjau dari segi Bahasa Pemrograman, File merupakan media penyimpanan data. File terbagi atas 3 jenis yaitu:
-File teks
-File biner
-File tidak bertipe

File teks umumnya digunakan untuk menyimpan kode-kode ASCII sehingga dapat dipahami dengan baik isi dari file tersebut.

File biner merupakan file yang datanya dalam bentuk biner sehingga datanya tidak dapat dibaca secara langsung.

File tidak bertipe merupakan file yang digunakan untuk operasi-operasi khusus seperti : penduplikat, ukuran file, dan sebagainya.


Kelompok Bilangan

3 Juni 2009

Struktur bilangan

Compleks
 -Real
    -Rasional (Dapat dinyatakan dalam A/B)
      -Bilangan Bulat (-.. -3,-2,-1,0,1,2,3,...)
      -Bilangan Cacah (0,1,2,3,...)
      -Bilangan Asli (1,2,3,4,...)
      -Bilangan Komposit (4,6,8)
      -Bilangan Genap (2,4,6,8)
      -Bilangan Ganjil (1,3,5,7,...)
      -Bilangan Prima (2,3,5,7,...)
    -Irasional (Tidak dapat dinyatakan dalam A/B)
 -Imaginir

2 termasuk bilangan Compleks, Real, Rasional atau Bulat, Asli, Cacah,
Prima, Genap

akar 3 termasuk bilangan compleks, Real, Irasional.


Deret Fibonacci

3 Juni 2009

Berikut ini adalah bentuk dari deret fibonacci
1,3,5,8,13,21,..,N

Misalkan suku ke-1 adalah A, suku ke-2 adalah B

Maka untuk mendapatkan suku ke-3 adalah suku ke-2 + suku ke-1

untuk mendapatkan suku ke-4 adalah suku ke-3 + suku ke-2

untuk mendapatkan suku ke-n adalah suku ke-n-1 + suku ke-n-2

Algoritma
0. Mulai
1. Tentukan suku ke-1 dan ke-2, A=1, B=3
3. Banyak fibonacci, mis : N
4. Bila N=1 cetak A
5. Bila N>=2 cetak A,B
Ulangi dari 3 s.d N
C = A + B
A=B
B=C
cetak C
6. Selesai

Private Sub Form_Activate()
  Dim A,B,C,N As Byte
  A=1 : B=1
  N=MsgBox("Fibonacci Hingga Ke : ")
  IF (N=1) Then
    Print A
  Else
    Print A,B;
    For I=3 To N Step 1
      C = A + B
      Print C
      A=B 'Beri nilai B ke A
      B=C 'Beri nilai C ke B
    Next I
  EndIF
End Sub

Faktorisasi Prima Suatu Bilangan

3 Juni 2009

Tiap bilangan memiliki faktorisasi prima. Artinya bahwa setiap bilangan dapat didapatkan nilainya dengan mengalikan bilangan prima. Sebagai contoh bilangan 2 faktorisasi primanya adalah 2 x 1 = 2. Bilangan 3 adalah 3 X 1 = 3. Faktorisasi prima dari 4 adalah: 2 X 2 = 2^2. Faktorisasi prima dari 6 adalah 2 X 3. Faktorisasi prima dari 8 adalah 2 X 2 X 2 = 2^3. Faktorisasi prima dari 12 adalah

12
2 X 6
      2 X 3
2  X 2 X 3
2^2 X 3

Faktorisasi prima dari 18 adalah:

18
2  X 9
2  X 3 X 3
2  X 3^2

Menentukan Bilangan Prima

3 Juni 2009

Bilangan Prima adalah bilangan yang hanya habis dibagi 1 dan bilangan itu sendiri. Namun terdapat pengecualian bahwa angka 2 adalah bilangan prima. Adapun dereten bilangan prima adalah:
2,3,5,7,11,13,17,…

Sebagai contoh bilangan 3 adalah bilangan prima karena 3 hanya habis dibagi 1 dan bilangan itu sendiri.

Penyebut  : Pembilang    Hasil    Sisa
       3        :       1               3          0
       3        :       3               1          0

Bilangan 3 hanya habis dibagi 1 dan 3

Contoh bilangan yang bukan prima adalah 4

Penyebut  : Pembilang    Hasil    Sisa
       4        :       1               4          0
       4        :       2               2          0
       4        :       4               1          0

Bilangan 4 habis dibagi 1,2 dan 4.

Algoritma
0. Mulai
1. Tentukan suatu bilangan, mis N
2. Tentukan Cacah Prima, mis CPrima=0
3. Ulangi I mulai dari 1 s.d N
Uji Apakah N Mod I = 0
Jika Ya maka Tambahkan CPrima =CPrima + 1
Uji Apakah CPrima>2
Jika Ya Ke Langkah 4
4. Ulangi Ke 3
5. Uji Jika CPrima2 Maka N Bukan Prima
6. Selesai

Private Sub Form_Activate()
   Dim N, I,CPrima As Byte
   N=7 'Bilangan yang akan diuji
   CPrima=0 'Cacah Pembagian Nol
   For I= 1 To N Step 1
      IF (N Mod I=0) Then
        CPrima=CPrima + 1
        IF CPrima>2 Then Exit For
      End IF
   Next I
   IF CPrima<=2 Then
      Print N;" Bilangan Prima"
   Else
     Print N;" Bukan Bilangan Prima"
End Sub