Segitiga Pascal

27 Mei 2009

Segitiga pascal dapat disusun seperti bentuk dibawah ini:

                      1
                     121
                    1331
                   14641
                  15101051
                  ................

Untuk memudahkan pemahaman tiap-tiap elemen di atas dapat kita masukkan dalam matrik seperti berikut:
– angka 1 di baris 1 kolom 1
– angka 1 di baris 2 kolom 1, angka 2 di baris 2 kolom 2, angka 1 baris 2 kolom 3
– angka 1 di baris 3 kolom 1, angka 3 di baris 3 kolom 2, angka 3 di baris 3 kolom 3, angka 1 di baris tiga kolom 4
dan seterusnya

Kita perhatikan bahwa tiap baris memiliki banyak cacah elemen seperti berikut:
-baris pertama terdapat 1 elemen
-baris kedua terdapat 3 elemen
-baris ketiga terdapat 4 elemen
-baris keempat terdapat 5 elemen
-dan seterusnya
Baris kedua, ketiga, keempat dan seterusnya elemenya tambah-tambah dua.

Misalkan terdapat matrik A(N,M), maka nilai-nilai tersebut dapat kita masukkan seperti berikut:
A(1,1)=1
A(2,1)=1
A(2,2)=2
A(2,3)=1
A(3,1)=1
A(3,2)=3
A(3,3)=3
A(3,4)=1
dan seterusnya

Untuk memudhakan pengerjaan kita akan menginisalisasi 2 buah elemen array
Kira-kira cara pengerjaannya seperti berikut:
0. Mulai
1. Tentukan banyak tingkat, misalkan N, Tentukan matrik A(10,10)
Tentukan A(1,1)=1, A(1,2)=1
2. Cetak baris dan kolom pertama
3. Mulai I dari 2 Ke N
4. Cetak 1
5. Mulai dari 2 ke I
Tentukan nilai berikutnya
Nilai = A(I-1,J-1) + A(I-1,J)
Nilai = Matrik baris saat ini dikurangi satu, kolom saat ini dikurangi satu + Matrik baris saat ini dikurangi satu, kolom saat ini.
Cetak Nilai
6. Ulangi ke 5
7. Cetak 1
8. Turun Baris
9. Ulangi ke 3
10. selesai

Private Sub Form_Activate()
Dim A(10,10) As Byte
A(1,1)=1  'Inisialisasi 
A(1,2)=1  'Inisialisasi
print A(1,1) 'cetak baris pertama
For I = 2 To 10 Step 1  'Nilai 10 dianggap sebagai tingkat hingga ke 10
  print "1"
  For J = 2 To I Step 1
      Nilai=A(I-1,J-1) + A(I-1,J)
      print Nilai;
  Next J
     Print "1";
      Print  'Turun Baris
Next I
End Sub

Perancangan Sistem Grafik Batang

22 Mei 2009

Ada pameo “satu gambarkan mengilustrasikan 1000 kata-kata” seringkali digunakan sebagai penyemangat bagi para perancang sistem sehingga dalam memberi laporan data sebaiknya dalam bentuk grafik. Terdapat beragam jenis grafik seperti grafik batang, diagram, dan lain-lain. Bahkan jenis grafik yang berkembang saat ini sungguh sangat banyak jenisnya dan umumnya menggambarkan data yang akan dijelaskan.
Grafik batang merupakan salah satu grafik yang banyak digunakan untuk menggambarkan pola data. Grafik batang dapat digambarkan secara mendatar (horizontal) maupun tegak (vertikal)

Contoh grafik batang mendatar

Penjualan Jagung Desa Barusjahe
Kec. Barusjahe, Kab. Karo
Tahun 2000 s.d. 2008

Tahun
2000 XXXXXXXXXX
2001 XXXXXXXXXXXX
2002 XXXXXXXXXXXXXX
2003 XXXXXXXXXXXXX
2004 XXXXXXXXXXXXXXXX
2005 XXXXXXXXXXXXXXXXXX
2006 XXXXXXXXXXXXXXX
2007 XXXXXXXXXXXXXX
2008 XXXXXXXXXXXXXXXXX
Contoh 2. Diagram Batang Tegak
Penjualan Jeruk Desa Barusjahe
 Kec. Barusjahe, Kab. Karo
TA. 2005 s.d 2008
(Dalam Ton)

Jumlah
  10      X      
    9      X                    X           X
    8      X       X           X           X
    7      X       X           X           X
    6      X       X           X           X
    5      X       X           X           X
    4      X       X           X           X
    3      X       X           X           X
    2      X       X           X           X
    1      X       X           X           X
     -------------------------------------- 
         2005  2006    2007      2008

Persoalnnya bagaimana carai membentuk grafik batang di atas baik mendatar maupun tegak.
Misalkan terdapat data produksi jagung di Desa Barusjahe Kec. Barusjahe, Kab. Karo seperti dibawah ini:

Tahun            Produksi (ton)
2000                      100
2001                       85
2002                      105
2003                      110
2004                      100
2005                      120
2006                      110
2007                      140
2008                      150  

Untuk mencetak produksi dalam grafik umumnya kita gunakan suatu simbol. Misalkan untuk menyatakan 1 data kita gunakan simbol X. Namun bagaimana halnya bila data tersebut 100? Apakah kita tetap mencetak simbol X sebanyak 100? Tentu hal ini sangat memboroskan tempat di monitor. Untuk itu biasanya kita lakukan penskalaan, dimana satu X kita anggap sebagai 10 satuan data sehingga 100 satuan data hanya akan menggunakan sepuluh X.
Dengan memanfaatkan penskalaan 10 satuan sama dengan X maka data produksi jagung di atas dapat kita tuliskan seperti berikut:

Tahun            Produksi (ton)
2000                      XXXXXXXXXX (100)
2001                      XXXXXXXX (85)
2002                      XXXXXXXXXX (105)
2003                      XXXXXXXXXXX (110)
2004                      XXXXXXXXXX(100)
2005                      XXXXXXXXXXXX(120)
2006                      XXXXXXXXXXX(110)
2007                      XXXXXXXXXXXXXX(140)
2008                      XXXXXXXXXXXXXXX(150 )

Keterangan:
X = 10 Ton Produksi

Konversi Bilangan kedalam Nama Bilangan

18 Mei 2009

Konversi bilangan kedalam nama bilangan banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh pada saat kita mengontrak suatu rumah kost kita akan bertransaksi melalui suatu kwitansi dimana pada kwitansi tersebut terdapat 2 isian utama yaitu isian bilangan besarnya uang kontrak dan nama dari bilangan tersebut. Misalkan satu contoh kwitansi:

Angka : 60000,-

Terbilang : Enam Puluh Ribu Rupiah

Konversi bilangan kedalam nama bilangan juga kita temukan pada berbagai jenis organisasi baik jasa maupun komersial. Tujuan dari konversi ini umumnya untuk memudahkan pembacaan bilangan yang tertera sehingga dapat digunakan sebagai verifikasi atas besar bilangan yang tertera.

Berikut ini akan diuraikan teknik untuk mengkonversi bilangan ke nama bilangan.

Untuk nama bilangan dapat kita uraikan seperti berikut:
1. Untuk bilangan satu digit
Bilangan Nama Bilangan
0 nol
1 satu
2 dua
3 tiga
4 empat
5 lima
6 enam
7 tujuh
8 delapan
9 sembilan

2. Untuk dua digit
10 sepuluh
belas

3. Untuk 3 gigit
100 seratus

4. Untuk bilangan empat digit
1000 ribu

5. Untuk bilangan lima digit
10000 sepuluh ribu

6. Untuk bilangan enam digit
100000 seratus ribu

7. Untuk bilangan tujuh digit
1000000 satu juta

8. Untuk delapan digit
10000000 sepuluh juta

9. Untuk sembilan digit
100000000 seratus juta

10. Untuk sepuluh digit
1000000000 satu miliar

11. Untuk sebelas digit
10000000000 sepuluh miliar

12. Untuk dua belas digit
100000000000 seratus miliar

13. Untuk tiga belas digit
1000000000000 satu triliun

Analisis
1. Untuk satu digit
Misalkan terdapat suatu Bilangan A, maka penyelesaiannya:

Select Case A
Case 0 : Ket="Nol"
Case 1 : Ket="Satu"
Case 2 : Ket="Dua"
Case 3 : Ket="Tiga"
Case 4 : Ket="Empat"
Case 5 : Ket="Lima"
Case 6 : Ket="Enam"
Case 7 : Ket="Tujuh"
Case 8 : Ket="Delapan"
Case 9 : Ket="Sembilan"
End Select

2. Untuk Dua Digit

Select Case A
Case 10 : Ket="Sepuluh"
Case 11 : Ket="Sebelas"
Case Else
        Puluhan = Ambil_Puluhan(A)
        Satuan = Ambil_Satuan(A)
        IF Puluhan = 1 Then
            Ket = Satuan + " Belas"
        Else
              If  Satuan = 0  Then
               Ket = Puluhan + " Puluh"             
             Else
               Ket = Puluhan + " Puluh" + Satuan
            End If
        End If
End Select

3. Untuk tiga digit


Apa itu relasi?

18 Mei 2009

Relasi merupakan istilah matematika yang digunakan untuk menggambarkan suatu tabel. Suatu relasi dapat terdiri atas 1 atau N attribut. Tiap attribut memiliki cakupan nilai spesifik apakah numerik (0..9), alpha (A..Z), alphanumerik (0..9, A..Z), date, time, obyek, gambar, audio, video, atau jenis data lainnya. Selain dari jenis data yang akan disimpan attribut ditentukan, attribut juga umumnya ditentukan besarnya/panjangnya nilai dari jenis data tersebut (Misalkan attribut Nama misalkan bertipe Alpha dengan panjang 25 karakter). Cakupan dan besarnya nilai suatu attribut disebut dengan domain. Keseluruhan attribut disebut dengan degree. Nilai-nilai yang diberikan pada tiap attribut dalam satu baris disebut dengan tuple. Banyaknya tuple dalam suatu relasi disebut dengan cardinality.


Apa itu event?

16 Mei 2009

Event merupakan suatu permintaan yang dilakukan oleh suatu obyek (reguester) kepada obyek lainnya (responder). Permintaan dapat dilakukan oleh obyek fisik maupun non fisik. Obyek non fisik dapat berupa kode program; sedangkan obyek fisik dapat berupa perangkat input, perangkat pemroses, maupun perangkat output. Misalkan perangkat input mouse meminta kepada suatu obyek agar klik (click), seret (drag) ataupun klik ganda (double click) yang dilakukannya ditanggapi. Obyek yang menerima permintaan selanjutnya memproses permintaan tersebut dan hasilnya diberikan kepada obyek peminta.


Apa itu fungsi?

16 Mei 2009

Fungsi merupakan suatu blok kode program yang disusun sedemikian rupa untuk menyelesaikan suatu masalah spesifik. Hasil suatu fungsi adalah suatu nilai tunggal. Permasalahan yang kompleks diurai kedalam fungsi-fungsi sehingga permasalahan dapat diketahui secara baik dan benar. Melalui fungssi kode program lebih mudah dipahami (readbility) dan tentu saja pengembangan (developing) program semakin mudah dilakukan.
Dari segi pembuatannya, fungsi terbagi atas 2 (dua), yaitu :
– fungsi yang disediakan sistem (built in function)
– fungsi yang dibentuk pemakai (user defined function)

1. Fungsi yang didefenisikan sistem
Visual Basic telah mendefenisikan ratusan bahkan ribuan fungsi yang tujuan utamanya adalah membantu pemakai untuk membantu menyelesaikan masalah. Fungsi yang telah dibentuk ini biasanya telah diuji coba dengan baik dan benar sehingga pemakai benar-benar dapat mengandalkan fungsi tersebut.
Fungsi yang yang telah didefenisikan dapat dikelompokkan kedalam:
– fungsi aritmatika, cth : mod
– fungsi trigonometri, cth : sin, cos
– fungsi string, cth : left, mid, right
– fungsi keluaran, cth : print

2. Fungsi yang didefenisikan pemakai
Dalam menyelesaikan suatu permasalahan kadangkala fungsi-fungsi yang telah disediakan oleh sistem tidak banyak membantu dalam penyelesaiiannya sehingga pemakai harus membentuk fungsi tersendiri. Fungsi yang didefenisikan pemakai selanjutnya dapat digunakan dalam seluruh kode program dan bahkan dengan adanya Dynamic Link Library yang memungkinkan fungsi disimpan dalam file tersendiri (DLL) telah memungkinkan fungsi untuk dibagi (sharing) bukan hanya antar program dalam VB bahkan juga antar bahasa pemrograman lainnya.


Apa itu hardware?

13 Mei 2009

Hardware merupakan perangkat keras yang dirangkai sedemikian rupa sehingga mencapai tujuan yang diinginkan. Hardware dapat beroperasi bila diberi arus listrik. Rangkain elektronik yang disusun sedemikian rupa hanya mengenali tegangan listrik baik positif maupun negatif yang secara digital dikenal sebagai 1 dan 0.
Hardware hanya mengenali bilangan 1 dan 0. Untuk berinteraksi dengan hardware hanya dengan memanfaatkan angka 1 dan 0 tentu saja sangatlah sulit. Bahasa pemrograman yang mengenali angka 1 dan 0 disebut bahasa mesin.
Dari sisi fungsinya hardware komputer dapat dibagi kedalam:
1. perangkat input (input device)
perangkat input merupakan perangkat yang digunakan untuk memasukkan tombol, posisi, suara, video ke dalam komputer yang selanjutnya diproses dan memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan jenis inputannya perangkat input dapat dibagi kedalam:
– perangkat input tekan, cth : keyboard,
– perangkat input geser, cth : mouse, track ball, touch pad
– perangkat input suara, cth : microphone
– perangkat input video, cth : camera
2. perangkat pemroses (process device)
perangkat pemroses merupakan perangkat yang digunakan untuk memproses hasil inputan perangkat input. Berdasarkan fungsinya perangkat pemroses dapat dibagi kedalam:
– unit pemrosesan utama (central proccessing unit – CPU – processor)
– unit pemrosesan logika dan aritmatika (aritmathic logical unit)
– unit pemrosesan sementara (random access memory – RAM)
3. perangkat keluaran (output device)
Perangkat keluaran menampilkan hasil yang diberikan perangkat pemroses. Perangkat keluaran dapat dikelompokkan kedalam 2 bagian utama:
– perangkat keluaran fisik, cth : printer
– perangkat keluaran non fisik, cth : monitor