Modul III

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul III ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan:
– Memahami pernyataan bersyarat
– Memahami pernyataan bersyarat IF
– Memahami pernyaaan bersyarat CASE
– Memecahkan permasalahan dengan memanfaatkan pernyataan bersyarat

Pendahuluan
Secara umum proses pengerjaan pernyataan oleh Visual Basic akan dilakukan mulai dari pernyataan-1, pernyataan-2, pernyataan-3 hinggga akhir pernyataan. Pernyataan-1 akan dikerjakan pertama kali, diikuti pernyataan-2 dan pernyataan 3 dan seterusnya. Tiap pernyataan akan dikerjakan secara berurutan (sequential processing) dan semuanya pasti dikerjakan. Namun dalam beberapa permasalahan adakalanya kita menginginkan agar pernyataan tertentu saja yang dikerjakan dan hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan pernyataan bersyarat (brancing statement).
Banyak persoalan yang membutuhkan pernyataan bersyarat. Sebagai contoh pada penerimaan pegawai negeri sipil kita ketahui bahwa seorang pegawai negeri sipil dinyatakan lulus administrasi bila IPK > 2.5. Disini ada suatu syarat bahwa IPK harus > 2.5 baru seorang peserta dinyatakan lulus administrasi. Bila IPK <=2.5 maka nilai peserta tidak memenuhi syarat sehihgga dinyatakan tidak lulus. Contoh lainnya misalkan dalam persoalan menentukan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Seseorang dinyatakan dapat menerima BLT bila termasuk kelompok rumah tangga miskin. Disini ada syarat miskin yang harus dipenuhi seorang penduduk sehingga Dia dapat memperoleh BLT. Masih banyak contoh-contoh persolahan sehari-hari yang kita hadapi yang membutuhkan penyelesaian dengan pernyataan bersyarat.
Pernyataan bersyarat termasuk pernyataan majemuk. Dalam pernyataan bersyarat akan diuji suatu kondisi. Bila kondisi benar (TRUE) maka akan dikerjakan pernyataan tertentu; sebaliknya bila kondisi salah (FALSE) maka pernyataan yang lain yang akan dikerjakan.
Pada Modul III ini Anda akan dituntun langkah per langkah mendali pengertian dan penggunaan pernyataan bersyarat secara detail. Semoga dengan memahami Modul ini Anda akan lebih dimampukan untuk menguasai pemrograman dengan lebih baik. Semoga.

3.1 Pernyataan Bersyarat IF
Pernyataan bersyarat IF digunakan untuk menguji ekspresi tertentu. Ekspresi dinyatakan dalam ekspresi relasi dan logika sehingga nilai akhir ekspresi haruslah berupa nilai Boolean yaitu TRUE atau FALSE. Bila nilai TRUE maka pernyataan setelah IF Then akan dikerjakan; Sebaliknya pernyataan setelah IF Then tidak dikerjakan bila nilai adalah FALSE.

Sintaks 1.
IF (Kondisi) Then
<pernyataan>
End IF

Sintaks 1 dapat diartikan bahwa bila (Kondisi) TRUE maka akan dikerjakan. dapat terdiri atas 1 atau lebih . Misalkan terdapat pernyataan bersyarat seperti berikut:
IF (A>5) Then
Print “Oke”
End IF

Pernyataan diatas menerangkan bahwa Bila A>5 maka akan pernyataan Print “Oke” akan dikerjakan;sedangkan bila A<=5 maka pernyataan Print “Oke” tidak akan dikerjakan.

Latihan 1.
Untuk menentukan kelulusan seorang siswa disyaratkan bahwa nilai mata pelajaran agama harus lebih besar dari 5. Pernyataan di atas dapat kita tuliskan dalam bentuk kode berikut :
Keterangan=”Tidak lulus”
Nilai_Agama=7
IF (Nilai_Agama>5) Then
Keterangan=”Lulus”
End IF
Print Keterangan

Proses pengerjaan dari kode tersebut adalah
0. Mulai
1. String “Tidak lulus” diberi ke variabel Keterangan
2. Angka 7 diberi ke variabel Nilai_Agama
Proses pemberian nilai ke suatu variabel di awal program sering disebut dengan istilah inisialisasi (initialization)
3. Diuji Jika (Nilai_Agama>5) Maka
String “Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Anda perhatikan syarat Nilai_Agama>5 dipenuhi (TRUE), maka isi variabel Keterangan akan diubah dari string “Tidak Lulus” menjadi “Lulus”.
4. Dicetak isi variabel Keterangan, dan memberikan string “Lulus”
5. Selesai

Sekarang coba Anda ubah isi variabel Nilai_Agama menjadi 5, bagaimana proses pengerjaan kode program?
0. Mulai
1. String “Tidak lulus” diberi ke variabel Keterangan
2. Angka 7 diberi ke variabel Nilai_Agama
Proses pemberian nilai ke suatu variabel di awal program sering disebut dengan istilah inisialisasi (initialization)
3. Diuji Jika (Nilai_Agama>5) Maka
String “Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Anda perhatikan syarat Nilai_Agama>5 tidak dipenuhi (FALSE), maka pernyataan setelah End IF yang akan dikerjakan
4. Dicetak isi variabel Keterangan, dan memberikan string “Tidak Lulus”
5. Selesai

Sintaks 2.
IF (Kondisi) Then
<pernyataan>
Else
<pernyataan>
End IF

Sintaks 2 dapat dijelaskan bahwa Jika (kondisi) TRUE maka yang akan dikerjakan; sedangkan jika (kondisi) FALSE maka yang akan dikerjakan.
Sintaks 2 merupakan dari pengembangan Sintaks 1. Perbedaan yang mendasar adalah bila pada sintaks 1 setiap (kondisi) FALSE maka pernyataan setelah End IF yang akan dikerjakan; sedangkan pada Sintaks 2 bila (kondisi) FALSE maka pernyataan setelah ELSE yang akan dikerjakan.
Banyak kasus dalam kehidupan sehari-hari yang tepat kita implementasikan dengan syntaks 2. Misalkan dalam kasus menentukan kelulusan seorang siswa disyaratkan bahwa seorang siswa dinyatakan lulus bila nilai mata pelajaran agama diatas 5. Persoalan ini dapat kita implementasikan ke dalam kode seperti berikut ini:
Nilai_Agama=5
IF (Nilai_Agama>5) Then
Keterangan=”Lulus”
Else
Keterangan=”Tidak Lulus”
End IF
Print Keterangan

Bagaima proses pengerjaan dari kode program diatas?
0. Mulai
1. Angka 5 diberi ke variabel Nilai_Agama
2. Diuji Apakah Nilai_Agama>5
Jika TRUE, maka
String “Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Jika FALSE, maka
String “Tidak Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Karena kondisi (Nilai_Agama >5) memberikan FALSE maka variabel Keterangan akan diberi string “Tidak Lulus”
3. Menampilkan isi variabel Keterangan dan hasilnya adalah string “Tidak Lulus”
4. Selesai

Latihan 2.
Terdapat dua buah bilangan simbol A dan B. Simbol A diberi nilai 10, simbol B diberi nilai 20. Buatlah kode program untuk menentukan bilangan yang maksimum dari kedua bilangan tersebut.
Untuk menentukan bilangan terbesar diantara dua buah bilangan berarti kita cukup menguji jika bilangan A lebih besar dari B berarti bilangan A adalah maksimum; sedangkan bila bilangan a lebih kecil dari B berarti bilangan A adalah minimum. Pernyataan ini selanjutnya dapat kita implementasikan dalam kode Visual Basic berikut ini:
A=10
B=20
IF (A>B) Then
Maksimum=A
Else
Maksimum=B
End If
Print Maksimum

Bagaimana proses pengerjaan dari kode program di atas?
0. Mulai
1. A diberi nilai 10
2. B diberi nilai 20
3. Jika A>B Maka
Maksimum adalah A
Jika Tidak
Maksimum adalah B
Karena A < B maka pernyatan setelah Else yang akan dikerjakan sehingga variabel Maksimum akan diberi nilai B yaitu 20.
4. Menampilkan isi variabel Maksimum, dan tentu memberikan nilai 20
5. Selesai

Sintaks 3.
IF (Kondisi) Then
<pernyataan;>
Else IF (Kondisi) Then
<pernyataan;>
Else IF (Kondisi) Then
<pernyataan;>
Else
<pernyataan;>
End IF

Sintaks 3 merupakan pengembangan dari Sintaks 2. Jika pada Sintaks 2 hanya terdapat dua kemungkinan, maka pada sintaks 3 dimungkinkan untuk menambahkan jumlah kemungkikan kondisi terpenuhi. Banyaknya kondisi pada sintaks 3 tergantung pada permasalahan. Tidak dibatasi.
Misalkan di Mini Market Perlanjasira ditetapkan bahwa besarnya diskon ditentukan atas besarnya total belanja seperti berikut:
Total Belanja >= 2000000, Diskon = 15%
Total Belanja =1000000, Diskon = 10%
Total Belanja =2000000) Then
Diskon=0.15
Else IF (Total_Belanja>=1000000) And (Total_Belanja<2000000) Then
Diskon=0.1
Else
Diskon=0.05
End IF
Total_Bayar = Total_Belanja * Diskon
Print Total_Bayar

Latihan 3.
Masalah menentukan diskon dan total bayar di Mini Market Perlanjasira pada Latihan 2 akan diimplementasikan di Visual Basic. Untuk itu Anda ikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Buka proyek standar.exe di Visual Basic
jendela-utama-vb

2. – Simpan proyek dengan nama PModul31.vbp
– Simpan file form dengan nama FModul31.frm

3. Klik Ganda di Form. Selanjutnya akan muncul jendela editor seperti gambar berikut:
editor

Jendela warna putih merupakan editor tempat memanipulasi obyek dengan kode program. Kalau Anda perhatikan di jendela editor akan tertera blok event (kejadian) seperti berikut :

Private Sub Form_Load()

End Sub

Event ini menandakan bahwa pada saat Form di muat (load) ke memory maka seluruh kode program pada kejadian ini akan dikerjakan. Saat Anda menekan tombol F5 atau mengaktifkan menu Run | Run maka event Form_Load() akan dikerjakan. Dapat dikatakan event Form_Load() yang pertama kali dikerjakan pada saat Anda mengeksekusi Visual Basic.
Namun bila kita ingin melihat tampilan di form kode program kita harus kita letakkan di event activate atau event. Untuk itu kalau Anda perhatikan sebelah atas jendela editor terdapat dua buah combobox. Combobox pertama merupakan tempat menyimpan nama-nama obyek yang ada di form. Sedangkan pada combobox kedua adalah tempat menampung event-event dari obyek yang sedang terpilih di combobox pertama.
Sekarang pastikan di combobox pertama tertera keterangan form dan di combobox kedua pilih activate. Berikutnya ketikkan kode program seperti dibawah ini:

Private Sub Form_Activate()
Dim Total_Belanja, Diskon As Single
Total_Belanja = 400000
If (Total_Belanja >= 2000000) Then
Diskon = 0.15
ElseIf (Total_Belanja >= 1000000) And (Total_Belanja < 2000000) Then
Diskon = 0.1
Else
Diskon = 0.05
End If
Total_Bayar = Diskon * Total_Belanja
Print Diskon, Total_Bayar
End Sub

3. Eksekusi program dengan menekan tombol F5
running-diskon1

3.2 Pernyataan Bersyarat SELECT
Selain pernyataan bersyarat IF, Visual Basic menyediakan pernyataan bersyarat lain, yaitu SELECT CASE. Pernyataan bersyarat SELECT CASE umumnya digunakan untuk menguji suatu nilai. Bila nilai yang diuji memenuhi syarat tertentu maka pernyataan akan dikerjakan.
Sintaks:
Select Case (Ekspresi)
Case Nilai :
Case Nilai :
Case Nilai :
Case Else

End Select

Pernyataan bersyarat SELECT CASE cocok digunakan bila pengujian dilakukan pada banyak nilai. Sebagai contoh untuk menentukan keterangan suatu angka 1 s.d. 10. Misalnya angka yang diinputkan adalah angka 1 maka keteragannya adalah “satu”, angka 2 akan muncul keterangan “dua”, dan seterusnya, dapat diselesaikan dengan pernyataan bersyarat SELECT CASE.
Dim Angka As Byte
Dim Keterangan As String * 10
Angka=5
Select Case (Angka)
Case 1 : Keterangan=”Satu”
Case 2 : Keterangan=”Dua”
Case 3 : Keterangan=”Tiga”
Case 4 : Keterangan=”Empat”
Case 5 : Keterangan=”Lima”
Case 6 : Keterangan=”Enam”
Case 7 : Keterangan=”Tujuh”
Case 8 : Keterangan=”Delapan”
Case 9 : Keterangan=”Sembilan”
Case Else
Keterangan=”Sepuluh”
End Select
Print Angka, Keterangan

Bagaimana proses pengerjaan dari kode program di atas?
0. Mulai
1. Mendeklarasikan variabel Angka bertipe Byte sehingga variabel Angka akan dapat menampung bilangan 0.255
2. Mendeklarasikan variabel Keterangan bertipe String * 10 sehingga variabel Keterangan akan dapat menampung string hingga 10 karakter.
3. Memberi nilai 1 ke variabel Angka
4. Menguji nilai variabel Angka
5. Apakah variabel Angka nilainya 1? False
6. Apakah variabel Angka nilainya 2? False
7. Apakah variabel Angka nilainya 3? False
8. Apakah variabel Angka nilainya 4? False
9. Apakah variabel Angka nilainya 5? TRUE,
maka variabel Keterangan diberi nilai string “Lima”. Bila kondisi terpenuhi maka pernyataan seteleh End Select yang akan dikerjakan.
10. Cetak isi variabel Angka dan Keterangan
11. Selesai

3.3 Pernyataan Bersyarat Campuran
Pernyataan bersyarat campuran merupakan pernyataan yang menggabungkan pernyataan IF dan SELECT. Banyaknya campuran pernyataan ini tidak dibatasi. Yang paling penting diperhatikan pada saat implementasinya adalah tata cara penulisan dari kedua pernyataan tersebut. Diusahakan penulisannya harus jelas dan tidak saling tumpang tindih.
Berikut ini salah satu contoh sintaks penggunaan pernyataan bersyarat campuran.

IF (Kondisi) Then
   Select Case (Kondisi)
     Case Nilai :
                        IF (Kondisi) Then
                           <pernyataan>
                        End IF
      Case Nilai :<pernyataan>
      Case Else
           <pernyataan>
    End Select
Else IF (Kondisi) Then
   <pernyataan>
Else
   <pernyataan>
End IF

3.4. Kesimpulan
Proses pengerjaan standar dari program umumnya dimulai dari pernyataan-1, pernyataan-2, pernyataan-3 hingga akhir pernyataan disebut proses pengerjaan secara berurutan (sequential processing).
Untuk mengubah urutan proses pengerjaan dapat dilakukan dengan pernyataan bersyarat (brancing statement) atau pernyataan berulang (looping statement).
Pernyataan bersyarat IF digunakan untuk menguji syarat tertentu. Syarat yang dinyatakan harus memberikan nilai Boolean, yaitu TRUE atau FALSE. Jika syarat TRUE maka pernyataan seteleh THEN akan dikerjakan, jika syarat FALSE maka pernyataan setelah ELSE yang akan dikerjakan.
Pernyataan bersyarat SELET CASE digunakan untuk menyeleksi suatu nilai. Nilai dapat bertipe Boolean, Angka atau String. Bila nilai memenuhi syarat tertentu maka pernyataan akan dikerjakan; bila nilai tidak memenuhi syarat tertentu maka pernyataan tidak akan dikerjakan.

Kosa Kata

Branching Statement Sequential Processing IF CASE
ELSE

Soal
1. Dalam perhitungan gaji di Perlanjasira Grup sudah ditentukan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a. Gaji pokok ditentukan jenjang golongan
Golongan Gapok
I Rp.2.000.000,-
II Rp. 2.500.000,-
III Rp. 3.000.000,-
IV Rp. 4.000.000,-
b. Tunjangan anak
Tunjangan anak hanya diberikan bagi 3 orang anak. Tiap anak mendapatkan tunjangan sebesar Rp. 50.000,-
c. Potongan
Tiap bulan pegawai dikenakan potongan sebesar 5% dari total gaji. Potongan terdiri atas asuransi, pajak dan sumbangan.
Buatlah kode program Visual Basic untuk menentukan Gaji Bersih yang didapatkan seoarang pegawai.
2. Buatlah program Visual Basic untuk menentukan nilai X1 dan X2 dari suatu persamaan kuadrat Y = AX1^2 + BX2 + C

Jajak Pendapat

Buku Acuan
________Visual Basic 6.0 Black Book
________Step By Step Visual Basic 6.0
________24 Hours Visual Basic 6.0

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: