Modul II

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul II ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan

  • mengenali pernyataan (statement) dan jenis-jenisnya
  • menuliskan ekspresi (expression)
  • memahami penggunaan operator

Pendahuluan
Perangkat lunak (software) disusun dari rangkain instruksi-instruksi atau disebut juga pernyataan. Pernyataan merupakan ungkapan yang diberikan kepada bahasa pemrograman , yang disusun secara sistematis untuk mencapai suatu tujuan. Banyaknya pernyataan yang disusun tergantung kepada permasalahan yang dihadapi. Sebagai contoh sistem operasi windows dibuat dari jutaan pernyataan, di sisi lain untuk menyelesaikan akar-akar persamaan kuadrat hanya membutuhkan lebih kurang 50 buah pernyataan.
Pernyataan yang disusun harus mengikuti aturan yang telah ditentukan pembuat bahasa pemrograman tersebut (language developer). Untuk itu Anda sebagai programmer (user) harus memahami pernyataan-pernyataan yang dikenal oleh suatu bahasa pemrograman.

2.1 Pernyataan (statement)
Pernyataan adalah instruksi yang diberikan kepada bahasa pemrograman untuk melakukan sesuatu hal. Kedudukan pernyataan dalam kode program dapat dikelompokkan kedalam pernyataan tunggal dan pernyataan majemuk.

a. Pernyataan sederhana
Pernyataan sederhana merupakan pernyataan yang hanya terdiri atas satu pernyataan tunggal. Antara pernyataan tidak ada hubungan secara langsung dan dapat berdiri sendiri.

Misalkan terdapat pernyataan sebagai berikut :
a = 10 ‘1 pernyataan tunggal
b = 50 ‘1 pernyataan tunggal

b. Pernyataan Majemuk
Pernyataan majemuk merupakan pernyataan yang memiliki banyak pernyataan. Antara pernyataan satu dengan pernyataan lainnya saling berhubungan. Sebagai contoh dalam pernyataan bersyarat di bawah ini:
Tinggi = 50
IF (Tinggi >165) Then
Keterangan = “Layak Masuk AKABRI”
Nilai = 80
End If

2.2 Ekspresi
Ekspresi merupakan segala simbol yang dituliskan dan menghasilkan nilai. Ekspresi dapat terbentuk dari suatu operand, operasi operand, pemanggilan fungsi, pemanggilan file. Nilai dari ekspresi juga dapat dalam bentuk nilai ataupun alamat.
Misalkan terdapat pernyataan sebagai berikut :
A = 2 + 2
Dari pernyataan diatas sebenarnya terdapat tiga buah ekspresi yaitu : 2, 2, 2+2, dan dua buah operator yaitu operator tambah (+) dan operator pengerjaan (=).

2.3 Operator
Simbol yang digunakan untuk melakukan fungsi tertentu khusus seperti pemberian nilai, pengerjaan aritmatika (tambah, kurang, kali, bagi, pangkat) ataupun pembandingan nilai. Berdasarkan fungsinya, operator dalam Visual Basic dapat dikelompokkan kedalam  4 bagian, yaitu:
a. operator pengerjaan
b. operator aritmatika
c. operator relasi
d. operator logika

a. Operator Pengerjaan
Operator pengerjaan merupakan operator yang digunakan untuk memberikan nilai ke suatu pengenal. Simbol yang digunakan untuk memberikan nilai adalah operator sama dengan.
Berikut ini adalah struktur operator pengerjaan :
Pengenal = Konstanta | Expresi | Fungsi
Contoh Operator Pengerjaan Yang Benar:
A =10 ‘ Nilai A diberi ke variabel A
Jumlah = 10 * 10 ‘Hasil perkalian 10 * 10 diberi ke variabel Jumlah
Pangkat = FPangkat(10,10) ‘Hasil dari fungsi FPangkat diberi ke variabel Pangkat
Contoh Operator Pengerjaan Yang Salah:
10 = A ‘Salah, karena pengenal sebelah kiri harus berupa variabel atau konstanta
A == 20 ‘Salah, karena operator pemberian nilai harus  = (sama dengan)
A = 10 20 ‘Salah, karena pemberian nilai ke suatu pengenal harus tunggal, misalnya : 10, 20 atau 1020

b. Operator Aritmatika

Operator aritmatika merupakan operator yang digunakan untuk melakukan operasi-operaso aritmatika seperti penjumlahan, perkalian, pembagian atau pengurangan.

Simbol Operator Nama Operator Fungsi Contoh
+ Tambah Menjumlahkan C=A+B
Kurang Mengurangkan C=A-B
* Kali Mengalikan C=A*B
/ Bagi Membagikan C=A/B

Misalkan untuk menjumlahan bilangan A dan B dapat kita nyatakan dengan pernyataan seperti berikut :

C = A + B

Dimana C adalah operand, A adalah operand, + adalah operator (dalam hal ini operator aritmatika) dan B adalah operand.

C = 10 + 5 * 2

Menurut Anda berapakan nilai yang disimpan pengenal C? Jawaban yang benar adalah 20. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Visual Basic pada saat mengerjakan ekspresi aritmatika memiliki urutan prioritas pengerjaan. Dimana operator * dan / memiliki derajat pengerjaan lebih tinggi dari operator + dan -.

Urutan pengerjaan pernyataan aritmatika di atas adalah:
1. 5 * 2 memberikan nilai 10
2. 10 + 10 memberikan nilai 20
3. Nilai 20 diberi ke pengenal C

Prioritas Pengerjaan Operator Aritmatika

Operator Prioritas Pengerjaan
* / 1
+ – 2

Bagaimana halnya bila Anda ingin menaikkan prioritas pengerjaan suatu operator? misalkan Anda menginginkan agar operator + lebih tinggi derajat pengerjaannya dari operator kali. Hal ini dapat dilakukan dengan membubuhkan tanda kurung di awal dan di akhir operand yang operatornya mau dinaikkan derajatnya.

Dengan mengambil contoh pernyataan sebelumnya
C = 10 + 5 * 2, diubah menjadi
C = (10 + 5) * 2, maka urutan pengerjaannya menjadi:

1. 10 + 5, memberikan nilai 15
2. 15 * 2, memberikan nilai 30
3. 30 diberi ke pengenal C

Bila dalam suatu ekspresi terdapat tanda kurung di dalam tanda kurung maka tanda kurung yang terdalam yang akan didahulukan pengerjaannya. Sebagai contoh terdapat pernyataan sebagai berikut:

A = 2 * (10 + 5 / (10 + 40))

Adapun urutan pengerjaan dari pernyataan di atas adalah
1. 10 + 40 memberikan nilai 50
2. 5 / 50 memberikan nilai 0.1
3. 10 + 0.1 memberikan nilai 10.1
4. 2 * 10.1 memberikan nilai 20.2
5. Nilai 20.2 diberikan ke pengenal A

c. Operator Kondisi
Secara umum kode program akan dilaksanakan beruntut dari atas kebawah, mulai dari pernyataan 1, pernyataan 2, pernyataan 3, dan seterusnya. Namun ada kalanya Anda tidak menginginkan pengaksesan program tidak baris per baris. Ada menginkan bahwa bila suatu pernyataan dipenuhi maka terdapat pernyataan yang akan dikerjakan; sebaliknya bila pernyataan tidak memenuhi kondisi maka pernyataan yang lainnya dikerjakan. Pada situasi seperti ini penggunaan operator kondisi akan sangat bermanfaat.

Operator Kondisi Keterangan
= Sama Dengan
< Lebih Kecil Dari
> Lebih Besar Dari
<= Lebih Kecil Sama Dengan
>= Lebih Besar Sama Dengan
<> Tidak Sama Dengan

d. Operator Logika
Operator logika adalah operator yang digunakan untuk menghubungkan 2 (dua) buah atau lebih ekspresi yang bernilai boolean. Misalkan terdapat pernyataan sebagai berikut pelamar bisa masuk Akabri bila umurnya diatas 17 tahun dan IPKnya diatas 3, sehingga pernyataan di atas dapat kita tulis dalam VB seperti berikut :
IF (Umur>17) And (IPK>3) Then
Keteterangan =”Bisa Masuk Akabri”
Operator-operator logika yang disediakan VB adalah AND, OR, XOR, NOT, IMP, EQP. Dibawah ini akan dijelaskan penggunaan dari operator-operator tersebut.

1. AND

Operator AND digunakan untuk menghubungkan 2 (dua) buah atau lebih ekspresi yang bernilai boolean. Berikut ini adalah tabel kebenaran dari operator logika AND.

P Q P AND Q
F F F
F T F
T F F
T T T

Maksud dari tabel kebenaran AND diatas adalah misalkan terdapat ekspresi P nilainya B (Benar) dan terdapat ekspresi Q nilainya B (Benar) maka hasil operator AND menjadi B (Benar). Operator AND akan menghasilkan nilai Benar bila nilai ekspresi semuanya Benar. Bila salah satu saja nilai ekspresi Salah, maka operator AND akan menghasilkan nilai Salah.

Contoh :
A = TRUE
B = FALSE
C = A AND B
Print C’ FALSE
C menghasilkan FALSE karena TRUE AND FALSE menghasilkan FALSE. Operator logika AND akan menghasilkan TRUE bila kedua operand bernilai TRUE.

Contoh:
A =5
IF (A > 1) AND ( A<6) THEN
A = A + 5
End IF
Print A ‘menghasilkan nilai 10
Kondisi A>1 menghasilkan TRUE
Kondisi A<6 menghasilkan TRUE
TRUE AND TRUE menghasilkan TRUE sehingga pernyataan A = A + 5 dikerjakan sehingga nilai a adalah 10

2. Or
Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi yang bernilai bolean.  Operator logika OR menghasilkan nilai TRUE bila salah satu nilai ekspresi TRUE. Bila kedua nilai ekspresi bernilai FALSE maka operator logika OR akan memberikan nilai FALSE.

P Q P OR Q
F F F
F T T
T F T
T T T

Contoh
A = TRUE
B = FALSE
C = A OR TRUE
Print C ‘ C menghasilkan nilai TRUE

Karena salah satu ekspresi bernilai TRUE (dalam hal ini operand A) maka operator logika OR akan memberikan nilai TRUE walaupun nilai operang yang lainnya (dalam hal ini operand B) bernilai FALSE.

3. Xor

P Q P XOR Q
F F F
F T T
T F T
T T F

Operator XOR digunakan untuk membandingkan 2 (dua) buah operand atau lebih dan akan menghasilkan nilai TRUE jika salah satu operand bernilai TRUE atau FALSE. Jika kedua operand bernilai FALSE atau TRUE maka operator XOR memberikan nilai FALSE.

Contoh :

A = TRUE

B = FALSE

C = A XOR B

Print C ‘C memberikan nilai TRUE

4. Not

P Not P
F T
T F

Opeartor Not digunakan untuk membalikkan nilai boolean yang disimpan suatu operand. Bila operand bernilai TRUE maka dengan memberikan operator Not akan memberikan nilai FALSE; sebaliknya bila operand bernilai FALSE diberi operator Not maka akan menghasilkan nilai TRUE.

Contoh :

A = FALSE

B = Not A

Print B ‘B menghasilkan nilai TRUE

5. Eqv

P Q P EQV Q
F F T
F T F
T F F
T T T

Operator EQV (equivalence) merupakan operator logika yang digunakan untuk membandingkan 2 (dua) buah operand atau lebih dan akan memberikan nilai TRUE bila operand 1 dan operand 2 bernilai sama. Bila operand 1 dan operand 2 memiliki nilai yang tidak sama maka operator XOR akan memberikan nilai FALSE.

Contoh:

A = TRUE

B = TRUE

C = A EQV B

Print C ‘C menghasilkan nilai TRUE

6. Imp

P Q P IMP Q
F F T
F T T
T F F
T T T

Operator logika IMP (implication) berfungsi untuk membandingkan dua buah operand atau lebih dan akan memberikan nilai FALSE jika operand 1 TRUE dan operand 2 FALSE; Sebaliknya operator IMP akan memberikan nilai TRUE.

Contoh :

A = FALSE

B = FALSE

C = A IMP B

Print C, ‘C memberikan nilai TRUE

Bila dibaca secara lisan maka A IMP B dapat diucapkan Bila False maka False berarti TRUE.

Urutan Pengerjaan Operator

Operator Kelompok Operator Urutan Pengerjaan
* / Operator Aritmatika 1
+ – Operator Aritmatika 2
< > <= >= ++ Operator Relasi 3
NOT AND OR XOR IMP EQV Operator Logika 4
= Operator Pengerjaan 5

Latihan 1

Tentukanlah urutan pengerjaan dari pernyataan berikut ini:

A = C * 5 + D/10

Proses pengerjaannya adalah:

1. C * 5, mis R

2. D /10, mis S

3.  R + S, mis X

4. X diberi ke pengenal A

Latihan 2
Tentukanlah urutan pengerjaan dari pernyataan berikut:

C = 8 > 10   AND 7 <  10  XOR FALSE
Urutan pengerjaan pernyataan tersebut adalah:
1. 8 > 10 memberikan nilai FALSE
2. 7 < 10 memberikan nilai TRUE
3. FALSE AND TRUE memberikan nilai FALSE
4. FALSE XOR FALSE memberikan nilai TRUE
5. TRUE diberi ke pengenal C

2.6 Kesimpulan
Perangkat lunak (software) tersusun atas rangkaian dari pernyataan-pernyataan yang saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan.
Banyaknya pernyataan yang disusun tergantung kepada permasalahan yang dihadapi. Semakin kompleks suatu permasalahan umumnya semakin banyak pernyataan yang disusun untuk memecahkannya.
Pernyataan tersusun atas operator dan ekspresi. Ekspresi adalah segala sesuatu yang menghasilkan nilai. Operator adalah simbol yang digunakan untuk melakukan fungsi khusus seperti pemberian nilai, operasi aritmatika, ataupun logika.
Urutan pengerjaan operator telah ditentukan secara standar oleh program, namun urutan tersebut dapat diubah dengan memberikan tanda kurung pada operator yang diubah urutan pengerjaannya.

2.7. Latihan
1. Tentukan output dari kode program berikut :
A = FALSE
B= TRUE
C = (A AND B) OR (B AND A)

2. Tentukan letak kesalahan dari kode program berikut :
A = 5
IF (A*5) Then
A = A + 5
End IF

3. Tentukan output dari kode berikut:
A = True
B= Not True
C = False
D = (A and A ) EQV (B or B) Imp C
Print D

2.8 Kosa Kata

Operator Assignment Operator Relational Operator Logical Operator Operator Short Circuit
Statement Single Statement Compound Statement Branching Statement Looping Statement

Jajak Pendapat
Tentukan Suara Anda Dari Informasi Pada Bab I Ini?

Referensi
______Visual Basic Step By Step. Microsoft Corporation.
______Step By Step Microsoft Visual Basic. Sams.
______Mastering Microsoft Visual Basic. Sybex.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: