Pointer

27 Januari 2010

Setelah mengikuti pelatihan dalam modul ini Anda diharapkan telah memiliki kemampuan :
– memahami konsep pointer
– mendeklarasikan tipe data pointer
– memanfaatkan pointer dalam pemecahan masalah

Pengantar
Tipe data primitive (integer, string, boolean) termasuk tipe data statis artinya bahwa tipe data tersebut memiliki keterbatasan cakupan (range) nilai. Sebagai contoh bahwa tipe data integer hanya memiliki nilai antara -32786 s.d 32767. Keterbatasan cakupan nilai pada tipe data statis dapat diatasi dengan menggunakan tipe data pointer.
Jika pada tipe data statis suatu pengenal langsung menyimpan data yang ada di memory maka tipe pointer akan menunjuk ke suatu alamat di memory dan alamat memory tersebut yang menunjuk nilai tertentu di memory. Pengenal yang bertipe pointer selanjutnya dapat menunjuk pengenal bertipe pointer lainnya tanpa batas sehingga akan membentuk suatu pengenal yang dapat menunjuk pengenal lainnya hingga tak terhingga. Keterbatasan hubungan (link) antar pengenal hanya karena kapasitas memory.

Deklarasi Tipe Data Pointer
Setiap pengenal yang bertipe pointer harus terlebih dahulu dideklarasikan/dikenalkan. Misalkan diinginkan suatu pengenal bertipe pointer Integer maka deklarasinya dapat seperti berikut ini:

var
luas : ^integer;
begin
luas^:=50;
writeln(luas^);
end.

Mengalokasikan Memory di Heap
Heap merupakan tempat di memory di komputer yang digunakan sebagai tempat pengalokasian pengenal pointer. Untuk mengalokasikan pengenal pointer digunakan prosedur New.

var
luas : ^integer;
begin
new(luas);
luas^:=50;
writeln(luas^);
end.

Mendealokasikan Memory di Heap
Heap merupakan tempat di memory di komputer yang digunakan sebagai tempat pengalokasian pengenal pointer. Untuk mengalokasikan pengenal pointer digunakan prosedur Dispose.

var
luas : ^integer;
begin
new(luas);
luas^:=50;
writeln(luas^);
dispose(luas);
end.

Latihan 1. Menjumlahkan dua buah bilangan integer dengan pengenal pointer

Program Jumlah(A,B);
Uses Crt;
Var
A,B,C : ^integer;
Begin
Clrscr;
New(A);
New(B);
New(C);
write(‘Nilai A = ‘);readln(A^);
write(‘Nilai B = ‘);readln(B^);
C^:=A^+B^;
writeln(‘ A + B = ‘,C^);
dispose(A);
dispose(B);
dispose(C);
readln;
end.

Pointer Berantai
Suatu pengenal pointer dapat menunjuk ke pengenal pointer lainnya sehingga membentuk hubungan (link) yang berantai sehingga sering disebut dengan link list.
Misalkan diinginkan untuk menyimpan data mahasiswa dengan rekord seperti berikut ini:
Nim : string[8];
Nama : string[30];
maka deklarasi pengenal pointer rekord mahasiswa tersebut dapat didefenisikan sebagai berikut:

 Type Simpul = ^Data
         Data = Record
         Nim : String[8];
         Nama : String[30];
         Berikut : Simpul;
        End;

Var
  Mahasiswa : Simpul;

Dalam deklarasi Type didefenisikan suatu pengenal baru yang bernama simpul. Pengenal simpul menunjuk ke suatu pengenal ^Data yang bertipe rekord. Rekord terdiri atas 3 field yaitu nim, nama dan berikut. Field berikut merupakan field yang digunakan untuk menunjuk (link) ke pengenal simpul yang lainnya.

Latihan 2. Buat program untuk menyimpan data mahasiswa dengan menggunakan pengenal pointer berkait

Program Data_Mahasiswa;
Uses Crt;
Type Simpul = ^Data
         Data = Record
         Nim : String[8];
         Nama : String[30];
         Berikut : Simpul;
        End;
Var
  MahasiswaA,MahasiswaB : Simpul;
  Bantu : Simpul;
Begin
 Clrscr;
 New(MahasiswaA);
 MahasiswaA^.Nim:='10010001';
 MahasiswaA^.Nama:='Irvan Aginta Ginting';
 MahasiswaA^.Berikut:=Nil;
 New(MahasiswaB);
 MahasiswaB^.Nim:='10010002';
 MahasiswaB^.Nama:='Irvan Aginta Ginting';
 MahasiswaB^.Berikut:=MahasiswaA;

 Bantu:=MahasiswaB;
 While (Bantu^.Berikut<Ni>l) Do
 Begin
   Writeln(Bantu^.Nim, Bantu^.Nama);
   Bantu:=Bantu^.Berikut;
 End;

Readln;
End.

Pemrograman Grafis

6 Januari 2010

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul XI, Anda diharapkan telah memilki kemampuan untuk :
– memahami konsep gambar
– menciptakan obyek grafis di form
– mengenali control grafis di toolbox
– memanipulasi obyek grafis

Pengantar

Kiasan “Satu Gambar Memiliki Sejuta Arti” merupakan ungakapan yang banyak diutarakan orang. Peminat seni gambar memandang suatu gamar dari beragam segi mulai dari ukuran, bentuk, warna, pencahayaan gambar, kondisi serta waktu pembuatan gambar, serta segi-segi yang lainnya. Para penikmat seni gambar akan mampu menjelaskan elemen gambar yang terkecil hingga yang terbesar. Tentu saja bagi orang yang bukan peminat seni memandang perilaku seniman (spt : seniman gambar) kadang-kadang mememperlihatkan perilaku yang aneh dalam menikmati suatu gambar. Yah.. begitulah seorang seniman. Ha.ha.ha.ha.ha.ha….

Gambar di komputer terbentuk dari himpunan titik-titik gambar. Titik disebut dengan pixel (picture element). Pixel merupakan element terkecil dari suatu gambar. Pixel dapat diberi warna tertentu. Dari himpunan titik dapat dibentuk obyek-obyek gambar seperti garis, lingkaran, segitiga, persegi, balok, ellips, dan sebagainya. Banyak teknik pemrograman yang telah diciptakan untuk menciptakan obyek-obyek gambar.

Semakin banyak titik pembentuk gambar maka kualitas gambar akan semakin baik. Bila layar komputer Anda memiliki resolusi 800 x 600 px menandakan bahwa sepanjang sumbu X dapat diletakkan 800 pixel dan sepanjang sumbu Y dapat ditempatkan 600 pixel. Tentu saja gambar tampilan gambar akan lebih baik bila resolusi layar monitor Anda 1024 X 768, 1024 X 800 atau bahkan lebih.

Di toolbox Visual Basic terdapat dua kontrol yang dapat digunakan untuk memanipulasi gambar yaitu control Picture dan Image. Selain itu control Form juga dapat digunakan sebagai area gambar

a. Menciptakan titik di form
Visual Basic telah menyediakan fungsi Pset untuk menciptakan titik. Format penulisan dari Pset:

Pset (X,Y),Warna

dimana X : adalah posis titik di sumbu X; Y : posisi titik di sumbu Y; Warna adalah warna dari titik.

a. Menciptakan titik di Form
1. Buka Proyek Standar.Exe
2. Simpan Proyek dengan nama PTitik
3. Simpan Form dengan nama FTitik
4. Ganti properti form
– Name : FrmTitik
– Caption : Titik
5. Tuliskan kode berikut di Event Form_Paint

Private Sub Form_Paint()
Pset (1000,1000),yellow
End Sub

6. Eksekusi Proyek dengan menekan tombol F5 di keyboard

Mungkin saja titik di Form sulih melihatnya. Bagian berikut akan dicetak himpunan titik-titik dengan memanfaatkan pernyataan perulangan (looping statement).

7. Tekan simbol Close (X) untuk kembali ke perancangan

b. Menciptakan Garis di Form
1. Ubah kode program di event Form_Paint

Private Sub Form_Pain()
Dim I As Integer
For I=1000 To 2000 Step 1
Pset (I,1000),Yellow
Next I
End Sub

2. Simpan Form dan Proyek dengan mengklik menu File –> Save Project
3. Eksekusi Proyek dengan menekan F5 di keyboard

4. Kembali ke perancangan dengan menekan simbol Close (X)

c. Menciptakan Grafik Sinus di Form
1. Ubah properti Form
-WindowState : Maximized
2. Ubah kode program di Form_Paint

Private Sub Form_Paint()
Dim I,TengahLayar As Integer
Dim Y,Radian As Single
TengahLayar = Screen.Height / 2
For I = 0 To Screen.Width Step 1
Radian = 3.14 / 180 * I
Y = Sin(Radian)
PSet (I, TengahLayar + Y * 1000), yellow
Next I
End Sub

3. Simpan kode dengan menekan tombol Ctrl + S di keyboard
4. Eksekusi Proyek dengan menekan F5 di keyboard

5.Tekan simbol Close (X) untuk mentup Jendela Eksekusi

c. Menciptakan Jaring Laba-Laba di Form
1. Ciptakan Proyek Standard.Exe
2. Simpan Proyek dengan nama PLingkaran
3. Simpan Form dengan nama FLingkaran
4. Ganti properti Form
– Name : FrmLingkaran
– Caption : Lingkaran
– WindowState : Maximized
5. Masukkan control Timer ke Form
– Name : TmrLingkaran
– Interval : 1000 (dalam satuan milisecond. 1 detik = 1000 milisecond)
3. Ketikkan Kode Program Berikut di Jendela Kode.

Dim JariJari As Integer
Dim XTengah, YTengah As Single

4. Tambahkan Event Form_Load

Private Form_Load()
JariJari=0
XTengah=Screen.Width/2
YTengah=Screen.Height/2
Randomize(10)
End Sub

5.Ubah kode program di Form_Paint seperti di bawah ini:

Private Sub Form_Paint()
Circle (XTengah, YTengah), JariJari, RGB(Rnd() * 255, Rnd() * 255, Rnd(255) * 255)
End Sub

6. Tambahkan Event TmrLingkaran_Timer()

Private Sub TmrLingkaran_Timer()
JariJari = JariJari + 100
If (JariJari > YTengah) Then
JariJari = 100
Cls
End If
Form_Paint
End Sub

7. Simpan Kode Program dengan menekan Tombol Ctrl + S
8. Eksekusi Proyek dengan menekan F5

9. Tutup Jendela Eksekusi dengan menekan simbol Close (X)

Jalanya program bekerja dapat dijelaskan seperti berikut:
1. Pada saat Anda menekan F5 maka Event Form_Load akan dikerjakan.
JariJari=0
XTengah=Screen.Width/2
YTengah=Screen.Height/2
Randomize(10);

ctt : Randomize(10) dapat saja Anda tuliskan menjadi Randomize(1), Randomize(2). Angka berapa saja bisa dituliskan. Fungsi Prosedur ini agar Visual Basic setiap memanggil fungsi Rnd akan membangkitkan bilangan acak yang berbeda. Jika Anda tidak menggunakan fungsi Randomize maka bilangan acak yang dibangkitkan dari fungsi Rnd akan tetap sama.

2. Event Form_Paint dikerjakan.
Circle (XTengah,YTengah),JariJari,RGB(Rnd()*255,Rnd()*255,Rnd()*255)

ctt : RGB merupakan fungsi menuliskan warna. R = Red, G=Green, B=Blue. Kalau Anda perhatikan pada fungsi RGB terdapat tiga parameter. Nilai ketiga parameternya akan dirandom mulai dari angka 0 hingga 254. Percampuran antara nilai Red, Green dan Blue tentu akan diberikan sebagai nilai akhir.

Pada tahap ini tentu saja penciptaan lingkaran telah dilakukan, namun karena jari-jari lingkaran masih 0 maka lingkaran tidak terlihat di Form.

3. 50 milisecond ( 1/20 detik) kemudian dikerjakan Event TmrLingkaran_Timer()
JariJari=JariJari+100
IF (JariJari>YTengah) Then
JariJari=100
Cls
End IF
Form_Paint

JariJari ditambah 100. Kemudian diuji apakah JariJari lebih besar dari YTengah. Hal ini dilakukan agar jari-jari lingkaran tidak melebihi layar. Jika JariJari lebih besar dari Y Tengah maka kembalikan nilai JariJari menjadi 100, kemudian form dibersihkan dari obyek grafis. Selanjutnya prosedur Form_Pain dipanggil.

4. Setiap 50 second akan dipanggil kembali Prosedur Form_Paint

b. Menciptakan titik di Control Picture
Control Picture menyediakan beragam fungsi untuk memanipulasi grafis.


Melakukan Query Pada 1 Tabel

5 Januari 2010

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul I, Anda diharapkan telah memiliki kemampuan :
1. Mengenali Struktur Tabel
2. Menampilkan Data Field
3. Menuliskan Perintah Aritmatika
4. Memahami Perintah Kondisi
5. Memahami Perintah Pengurutan
6. Fungsi-Fungsi SQL

Pengantar

Bahasa Query Terstruktur (Structured Query Language) merupakan bahasa standar yang digunakan untuk memanipulasi Sistem Manajemen Basis Data Relasional (relational database management system). Standar SQL dimulai dari SQL-89, SQL-92, SQL-2001. Perintah-perintah antar standar bersifat up-ward artinya pada versi terakhir dikenali perintah-perintah versi sebelumnya, namun tidak sebaliknya (undown-ward).

Sistem manajemen basis data relasional merajai pasaran salah satunya karena kepopuleran SQL. Versi sistem manajemen basis data relasional yang beredar dapat dibagi dalam dua versi yaitu Client dan Server. MS-Access, Paradox merupakan contoh basis data client artinya basis data hanya diakses oleh pemakai tunggal (single user). MySql, Interbase, SQL Sever merupakan contoh basis data server artinya bahwa basis data tersebut dapat digunakan oleh banyak pemakai (multi user).

Manipulasi basis data berarti melakukan operasi-operasi seperti menciptakan (create) antara lain basis data, tabel, index, view, domain, stored procedure; menghapus (delete) basis data, tabel, index, view, domain, store procedure, rekord; menampilkan isi (query) basis data, tabel; dan juga mengontrol (control) hak akses, transaksi, dan keamanan. Operasi-operasi tersebut umumnya dapat dilakukan dalam suatu sistem manajemen basis data.

Melakukan query dengan perintah SELECT merupakan operasi yang paling sering digunakan karena umumnya data yang telah disimpan dalam basis data ingin kembali ditampilkan dengan format yang sama atau beda dari data aslinya.

1. Menampilkan Data Per Field
Misalkan diketahui struktur TblSiswa seperti di bawah ini:

Field Type Size Decimal Description
NIS Text 5 Primary Key
Nomor Induk Siswa
Nama Text 25
TempatLahir Text 35
TanggalLahir Date 8
Telelpon Text 12
JenisKelamin Text 1 L=Laki-Laki
P=Perempuan
GolonganDarah Text 2
Agama Text 1 1=Islam
2=Kristen
3=Katolik
4=Hindu
5=Buddha

Dengan anggapan Anda telah melakukan penginputan rekord ke tabel TblSiswa di atas. Selanjutnya akan dilakukan query-query dasar seperti di bawah ini.

a. Menampilkan seluruh NIS (Nomor Induk Siswa)

Select NIS
From TblSiswa

Anda perhatikan bahwa bila kita ingin menampilkan data suatu Field maka nama Field tersebut dituliskan setelah perintah Select.

b. Menampilkan NIS dan Nama

Select NIS,Nama
From TblSiswa

c. Menampilkan NIS dengan judul Nomor_Induk_Siswa

Select NIS As Nomor_Induk_Siswa
From TblSiswa

d. Menampilkan seluruh Field

Select *
From TblSiswa

Sampai saat ini Anda telah memiliki kemampuan untuk menampilkan data per field, gabungan field atau semua field. Yang penting diperhatikan bahwa bila Anda ingin menampilkan data lebih dari satu field maka antar field harus dipisahkan tanda koma dan diakhir nama tabel harus ditambahkan titik koma (semi colon).

2. Melakukan Ekspresi Aritmatika

Dari perintah Select, Anda juga dapat melakukan operasi-operasi aritmatika seperti penjumlahan, perkalian, pembagian atau pengurangan. Berikut ini diberikan beberapa contoh operasi aritmatika pada perintah Select.

a. Hitung penjumlahan 2 + 2

select 2+2;

b. Hitung penjumlahan 2+2 dan beri judul Jumlah

select 2+2 as Jumlah;

c. Hitung penjumlahan 2 +2, perkalian 5*6

select 2+2, 5*6;

Anda tentunya dapat melakukan operasi-operasi aritmatika pada Field-Field yang bertipe Numerik. Di MS-Access tipe numerik dapat berupa Single, Longint, Integer, ShortInt; Di My-SQL dapat berupa Number, ShortInt, TinyInt. Berikut adalah operator-operator aritmatika yang dapat digunakan untuk melakukan operasi-operasi ekspresi yang bertipe Numerik.

Operator Fungsi
+ Menjumlahkan
- Mengurangkan
* Mengalikan
/ Membagikan

Tentu saja Anda dapat bereksperimen dengan menuliskan ekspresi-ekspresi aritmatika lainnya. SQL juga telah menyediakan fungsi-fungsi statistik atau di SQL disebut dengan fungsi-fungsi aggregate seperti Max, Min, Sum, Avg, namun fungsi-fungsi ini akan dibahas pada Modul berikutnya.

3. Melakukan Perintah Kondisi
Pada saat menampikan data ada kalanya kita mengingkan agar data yang ditampilkan memenuhi syarat/kondisi tertentu. Bila kondisi dipenuhi maka data akan ditampilkan; sebaliknya bila kondisi tidak terpenuhi maka data tidak akan ditampilkan. Di perintah Select Anda memungkinkan untuk melakukan kondisi tertentu dengan menggunakan anak kalimat (clause) Where. Baiklah saatnya kita coba bereksperimen.

a. Tampilkan semua Siswa yang berjenis kelamin Perempuan

Select *
From TblSiswa
Where JenisKelamin=”P”

b. Tampilkan semua Siswa yang lahir sebelum 1 Agustus 2000

Select *
From TblSiswa
Where TanggalLahir < #1/08/2000#

c. Tampilkan semua Siswa yang lahir antara tanggal 1 Januari 2000 s.d 1 Agustus 2000

Select *
From TblSiswa
Where TanggalLahir Between #1/01/2000# And #1/08/2000#

Kalau Anda perhatikan di clause Where maka yang dibandingkan adalah Field dari tabel dengan suatu Nilai. Pembandingan di SQL dilakukan dengan menggunakan operator-operator kondisi. Berikut ini merupakan daftar operator kondisi yang dapat digunakan di perintah Select:

Operator Keterangan
= Sama Dengan
< Lebih Kecil Dari
> Lebih Besar Dari
<= Lebih Kecil Dari Atau Sama Dengan
>= Lebih Besar Dari Atau Sama Dengan
<> Tidak Sama Dengan

Ada juga saatnya Anda hanya akan menampilkan jika memenuhi lebih dari satu kondisi. Misalkan Anda ingin menampilkan data Siswa yang berjenis kelamin Perempuan dan Lahir di bawah tanggal 1 Agustus 2000. Untuk menghubungkan satu atau banyak kondisi digunakan operator logika. Berikut ini adalah operator logika yang dapat digunakan dalam perintah SQL.

Operator Keterangan
And Dan
Or Atau
Not Tidak

d. Tampilkan seluruh Siswa yang berjenis kelamin Perempuan dan Lahir sebelum tanggal 1 Agustus 2000.

Select *
From TblSiswa
Where JenisKelamin=”P” And TanggalLahir<#1/01/2000#

Agar perintah SQL lebih mudah dipahami sebaiknya pada tiap kondisi diberi tanda kurung buka dan kurung tutup.

Select *
From TblSiswa
Where (JenisKelamin=”P”) And (TanggalLahir<#1/01/2000#)

e. Tampilkan seluruh Siswa yang Beragama Islam atau Katolik

Select *
From TblSiswa
Where (Agama=1) Or (Agama=3)

Anda tentu saja masih ingat bahwa data Agama kita kodekan di dalam Tabel. Tujuannya tidak lain untuk mengefisienkan penyimpanan TblSiswa di memory.

f. Tampilkan seluruh Siswa yang beragama Islam atau Katolik dan Berjenis Kelamin Perempuan

Select *
From TblSiswa
Where ((Agama=1) Or (Agama=3)) And (JenisKelamin=”P”)

Dalam anak kalimat Where juga diikutikan perintha Like. Perintah Like berfungsi untuk menguji suatu nilai berdasarkan kritereria tertentu. Misalkan Anda ingin mencari semua Siswa yang namanya diawali huruf A maka dapat dilakukan dengan perintah Like. Misalkan lagi Anda ingin mencari nama seorang siswa yang huruf keduanya C maka dengan menentukan format khusus dalam perintah Like.

g. Tampilkan seluruh Siswa yang namanya diawali huruf A

Select *
From TblSiswa
Where Nama Like “A*”;

Tanda * pada perintah like menandakan bahwa seluruh karakter. Selain tanda *, Anda juga dapat memasukkan karakter ? (tanda tanya) dalam perintah Like. Tanda ? berfungsi untuk mengganti satu karakter.

h. Tampilkan seluruh Siswa yang namanya huruf kedua adalah C

Select *
From TblSiswa
Where Nama Like “?C*”;

Ekspresi ?C* dapat dibaca karakter pertama apa saja, diikuti huruf C, diikuti apa saja.

5. Mengurutkan Data

Informasi dalam keadaan terurut tentu akan lebih mudah dibaca. Kalau kita berhatikan bangunan-bangunan di Sekolah Dasar biasanya dijejer mulai dari Kelas 1, Kelas 2, … , Kelas 6. Dengan susunan bangunan seperti di atas akan akan memudahkan para siswa mengenali kelasnya masing-masing. Misalkan lagi di buku Absensi Harian Siswa, Anda perhatikan nama-nama Siswa diurutkan secara Alpabet sehingga pada saat Guru melakukan absensi baik di awal maupun di akhir jam pelajaran akan lebih mudah melakukannya. Pada daarnya data yang sudah terurut (sorted) akan lebih mudah memahaminya dibandingkan dengan data yang disusun secara acak (random).

Dalam SQL terdapat anak kalimat Order By yang berfungsi untuk mengurutkan suatu data. Pengurutan dapat dilakukan pada data numerik (0..9) atau alphabet (A..Z, a..z). Tipe pengurutan ada dua yaitu pengurutan menaik (ascending – A..Z) dan menurun (descending – Z..A).

a. Tampilkan seluruh Siswa yang namanya terurut secara menaik (ascending)

Select *
From TblSiswa
Order By Nama Asc

Bila Anda menggunakan clause Order By dan menyertakan keterangan Asc berarti komputer akan memahaminya bahwa Anda mengurutkan secara menaik. Atau dengan kata lain perintah Asc bersifat default. Perintah di atas dapat juga dituliskan seperti di bawah ini:

Select *
From TblSiswa
Order By Nama

b. Tampilkan seluruh Siswa yang berjenis kelamin laki-laki dan namnya diurutkan secara Menurun menurun (descending)

Select *
From TblSiswa
Where JenisKelamin=”L”
Order By Nama;

Bila terdapat kondisi maka clause Where harus ditulis terlebih dahulu baru diikuti clause Order By.

Pengurutan juga dapat dilakukan pada satu atau banyak field. Bila dilakukan pengurutan pada N Field atau lebih maka pengurutan dilakukan terlebih dahulu pada field 1, field 2, …, field n.

c. Tampilkan seluruh Siswa yang diurutkan berdasarkan Nama dan Alamatnya secara menurun.

Select *
From TblSiswa
Order By Nama, Alamat;

6. Fungsi-Fungsi SQL

Dalam perintah Select, Anda dapat memanfaatkan beragama fungsi-fungsi yang telah disediakan SQL (built-in function). Dengan melihat referensi SQL, Anda tentunya akan melihat beragama fungsi-fungsi mulai dari fungsi string, aritmatika, kondisi, trigonometri, dan sebagainya.
Pada Modul I ini hanya akan dibahas beberapa fungsi string. Pada modul-modul selanjutnya akan dibahas fungsi-fungsi string lainnya. String dapat diartikan sebagai himpunan karakter. Misalkan nama Anda dapat dikatakan sebagai string. String tidak dapat dioperasikan secara matematika. Namun perlu dicatat terdapat satu operasi penggabungan string (string concatenation) yang menggunakan operator aritmatika yaitu, karakter + (plus).

a. distinct
Fungsi ini untuk akan menampilkan data duplikat sekali saja. Misalkan Anda melakukan perintah :

Select distinct(JenisKelamin)
From TblSiswa;

Maka yang ditampilkan hanya L dan P. Perintah distinct akan menuliskan sekali saja Jenis Kelamin yang sama.

b. Left
Fungsi ini untuk mengambil karakter tertentu dari Field mulai dari karakter paling kiri. Misalkan terdapat pernyataan SQL seperti berikut:

Select Left(Nama,2)
From TblSiswa;

maka nama-nama siswa hanya ditampilkan 2 karakter pertama.

c. Right
Fungsi ini digunakan untuk mengambil karakter tertentu dari Field mulai dari karakter paling kanan. Misalkan terdapat pernyataan SQL seperti di bawahi ini:

Select Right(Nama,3)
From TblSiswa;

maka nama-nama siswa hanya ditampilkan 3 karakter terakhir.


Modul III

28 Desember 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul III, Anda diharapkan telah memiliki kemampuan:
– menciptakan struktur tabel
– membuat form dari tag HTML
– mengkoneksikan kode PHP dengan MySQL

Pendahuluan

Setiap sistem dapat saja menerima informasi baik dari lingkungan luarnya (external system) maupun dari sistem itu sendiri (internal system). Informasi dari luar sistem sangatlah banyak. Informasi yang dimasukkan ke sistem harus sesuai dengan kebutuhan sistem. Jangan sampai kita memasukkan informasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan sistem. Bila hal ini sampai terjadi maka tentu saja sistem kita akan dipenuhi dengan informasi-informasi yang tidak berguna atau dapat dikatakan informasi-informasi sampah (useless information).

Agar informasi/data di dalam komputer dapat terkelola dengan baik dibutuhkan perangkat lunak khusus untuk pengelolaan data. Perangkat lunak ini sering disebut dengan sistem manajemen basis data (database management system – DBMS). Terdapat beragam jenis DMB seperti hirarki, tree, relasional, semi-obyek, obyek, namun tipe DBMS relasional (relational database management system) merupakan jenis DBMS yang paling banyak digunakan saat ini. Contoh-contoh RDBMS seperti : MS-Acess, MySQL, SQL-Server, Paradox, dsb.

Setiap RDBMS memungkinkan Anda untuk langsung berinteraksi di lingkungan kerjanya (environment window). Namun hal ini umumnya hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu saja. Orang-orang yang khusus menangani basis data disebut dengan administrator basis data (database administrator). Tujuan dari pembatasan hak guna (access privilidge) ini adalah agar basis data tetap aman dan terhindar dari gangguan-gangguan orang yang tidak berhak. Mengingat tidak semua pemakai dapat berinteraksi dengan basis data seperti layayaknya seorang administrator basis data, maka perlu dibuat interaksi yang mudah dan menarik.

Struktur Tabel

Informasi/data yang dibutuhkan sistem tentu saja harus diketahui strukturnya. Struktur ini menggambarkan kedudukan data di DBMS. Misalkan kita ingin menyimpan data/informasi siswa sekolah dasar. Seorang siswa tentunya memiliki attribut NIS (Nomor Induk Siswa), Nama, Alamat, Jenis Kelamin, Agama, dsb. Data dari attribut-attribut tersebutlah yang membedakan tiap siswa. Siswa disini dapat juga kita sebut sebagai obyek/entitas. Banyaknya attribut dari suatu entitas disesuaikan dengan kebutuhan. Misalkan, saat ini sering terjadi penyakit demam berdarah, dimana penyakit ini ada kalanya membutuhkan darah segar sesuai dengan golongan darah penderitanya. Untuk mengantisipasi hal ini akan terjadi pada siswa maka bisa saja attribut golongan darah ditambahkan, sehingga bila penyakit demam berdarah benar-benar terjadi pencarian data golongan darah siswa mudah dilakukan. Attribut-attribut seperti Agama, Telepon, nama Bapak dan ibu juga bisa ditambahkan. Dengan demikian attribut-attribut dari siswa dapat didaftar seperti berikut:
NIS
Nama
Alamat
Jenis Kelamin
Agama
Golongan Darah
Telepon
Nama Ayah
Nama Ibu

Setiap attribut tentu saja memiliki data yang berbeda-beda baik dari segi panjang maupun jenis datanya. Sebagai contoh attribut NIS siswa umumnya hanya tersusun atas angka-angka dan panjangnya bisa 5 digit atau 8 digit. Lain lagi halnya dengan attribut Nama, dimana nama seorang siswa tentu saja terdiri atas rangkaian karakter-karakter. Tentu hal yang aneh bila diketahui nama siswa 007 walaupun kemungkinannya saja bisa terjadi tetapi tentu hal tersebut tidak lazim.

Data seorang siswa dapat dituliskan seperti di bawah ini:

NIS 09001
Nama Betra Ginting
Alamat Desa Barusjahe No. 007
Jenis Kelamin Laki-Laki
Agama Katolik
Golongan Darah O
Telepon 081328524100
Nama Ayah Beton Ginting
Nama Ibu Ramida Br Barus

Kita perhatikan attribut NIS dan Telepon tersusun atas rangkaian angka (numerik). NIS terdiri dari 5 digit. Setiap siswa akan memiliki panjang NIS yang sama sehingga panjang maksimum dari NIS adalah 5 digit. Umumnya tiap NIS dibedakan dari nomor digit terakhir. Sedangkan attribut Telepon panjangnya 12 digit. Namun tentu saja tidak semua telepon siswa 12 digit. Namun hingga saat ini kita tahu bahwa digit telepon paling panjang adalah 12 digit.

Selanjutnya kita perhatikan attribut Jenis Kelamin, Golongan Darah, Nama Ayah, Nama Ibu datanya tersusun atas rangkain karakter (alphabet). Sebagai contoh jenis kelamin dapat berula laki-laki atau perempuan. Dalam beberapa sistem jenis kelamin dibuat Pria atau Wanita. Namun saat ini penggunaan jenis kelamin laki-laki atau perempuan lebih lumrah. Perlu diperhatikan bahwa jenis kelamin hanya 2. Dalam komputer keadaan yang nilainya hanya dua dapat juga disimbolkan dengan suatu keterangan misalnya L untuk laki-laki atau P untuk perempuan. Hal ini tentu saja akan menghemat tempat penyimpanan di komputer. Tentu saja kita akan menyimpan data L daripada Laki-laki yang data maksimumnya hanya 1 karakter.

Untuk attribut golongan darah datanya dapat berupa A,B,O,AB. Data golongan darah maksimum 2 karakter. Untuk attribut Nama Ayah dan Nama Ibu bisa kita perkirakan umumnya maksimum panjang nama orang Indonesia mungkin saja 25 karakter. Namun bila suatu saat ditemukan siswa yang namanya melebihi 25 karakter maka struktur dari attribut Nama harus diubah.

Untuk attribut alamat datanya tersusun atas rangkaian angka (numerik) dan karakter (alphabet) sehingga disebut sebagai alphanumerik. Sistem pengalamatan di Indonesia memasukkan jalan, gang, nomo rumah, rt/rw. Panjang maksimum alamat dapat diperkirakan 50 yang merupakan gabungan angka dan karakter.
Gambar berikut merupakan gambaran attribut baik panjang maupun tipe datanya.

Attribut Panjang Tipe Data
NIS 5 Numerik
Nama 25 Alphabet
Alamat 50 Alphanumerik
Jenis Kelamin 1 Alphabet
Agama 10 Alphabet
Golongan Darah 2 Alphabet
Telepon 12 Numerik
Nama Ayah 25 Alphabet
Nama Ibu 25 Alphabet

Sampai saat ini attribut dan tipe data dari entitas sudah kita dapatkan. Namun khususnya tipe data Numerik, Alphabet, dan Alphanumerik dalam implementasinya di sistem manajemen basis data relasional berbeda-beda. Sebagai contoh di MS-Access tipe data numerik dapat disimpan dalam tipe Shortint, Byte, Integer, Longint; sedangkan di MySQL dapat berupa tipe TinyInt, ShortInt, Integer, Number. Dapat dikatakan belum ada standar baku untuk tipe data pada masing-masing sistem manajemen basis data relasional.

Membuat Struktur Tabel Siswa di MYSQL


Modul II

23 Desember 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul II, Anda diharapkan telah memiliki kemampuan:
– Mengenal web server apache
– Mengenal database server MySql
– Mengenal application server PHP

Pengantar

Pada pemrograman web database, halaman-halaman web (web pages) disimpan dalam suatu komputer yang disebut dengan server. Halaman-halaman tersebut dikelola oleh suatu perangkat lunak (software) yang disebut web server. Contoh-contoh dari web server seperti Apache, IIS (Internet Information Server), Xitami, PWS (Personal Web Server), JSP (Java Server Page), dsb.

Pemakai (client) meminta (request) suatu halaman web dengan cara mengetikkan alamat halaman web tersebut di baris alamat pada web browser. Sebagai contoh http://www.respati.ac.id/index.html. Bila halaman web index.html yang dipanggil ada di web server respati.ac.id maka halaman web tersebut akan diberikan (response) ke web browser dan web browser menampilkannya. Bila halaman web yang diminta tidak ada di web server maka di web browser Anda akan muncul keterangan Web Page Not Found yang menandakan bahwa halaman web tidak di temukan di web server.

Halaman web yang terlihat dalam web browser tersusun dari tag-tag HTML (Hypertext Markup Language). Tag-tag HTML sering juga disebut dengan Kode HTML. Kode HTML disimpan dengan akhiran (ekstensi) .HTML atau .html. Kode HTML tidak dapat berinteraksi dengan suatu basis data. Untuk mengatasi kekurangan ini maka perlu dibuat suatu kode yang dapat berinteraksi dengan basis data. Kode yang dapat berinterasksi dengan basis data tetap harus diterjemahkan kedalam kode HTML oleh Web server. Kode yang dapat berinteraksi dengan basis data dioleh suatu program yang disebut dengan application server. Contoh dari application server seperti ASP, PHP, Java, dsb.

Application server berinterasksi denga suatu basis data yang disebut dengan database server. Jenis-jenis database server antara lain MySQL, SQL Server, Oracle, Interbase, dsb. Application server memproses kodenya yang berisikan intruksi untuk memanipulasi suatu basis data. Manipulasi basis data pada umumnya tentang bagaimana defenisi, manipulasi, dan kontrol data.

Latihan 1. Mengaktifkan Web Server (Apache)
-. Klik tombol Start
-. Klik All Programs
-. Klik PHP Triads
-. Klik Apache Console
-. Klik Start Apache

Berikutnya akan muncul jendela Start Apache. Jendela ini tetap harus aktif bila Anda akan menjalankan kode PHP. Anda masih ingat bahwa kode PHP bekerja di web server. Web server di sini adalah Apache.

Latihan 2. Mengaktifkan Web Browser (Mozilla Firefox)
-. Buka Web Browser. Pada latihan ini akan digunakan web browser mozilla firefox. Untuk mengaktifkannya klik Start –> All Programs –> Mozilla Firefox –> Mozilla Firefox. Anda juga dapat menggunakan web browser lainnya seperti Internet Explorer (IE), Apple Safari, dsb.

Latihan 3. Menjalankan Web Server
-.Pastikan web Browser sudah Aktif. Bila belum aktif ikuti langkah-langkah di Latihan 2. Mengaktifkan Web Browser.
-. Ketikkan http://localhost/ di baris alamat dan tekan Enter untuk menjalankan Web Server.

Latihan 4. Mengaktifkan Database Server
-. Klik start
-. Klik All Programs
-. Klik PHP Triads
-. Klik MySQL
-. Klik MySQL-D

Sekilas Anda akan melihat jendela pengaktifan Database Server, namun sesaat kemudian jendela tersebut hilang. Anda tidak perlu risau akan hal tersebut karena memang begitulah adanya.

Latihan 5. Menjalankan Database Server
1. Pastikan web server sudah aktif. Bila web server belum aktif lakukan langkah-langkah di Latihan 1. Mengaktifkan Web Server.
2. Pastikan database server sudah aktif. Bila database server belum aktif ikuti langkah-langkah pada Latihan 4. Mengaktikan Database Server.
3. Pastikan web browser sudah aktif. Bila web browser belum aktif lakukan langkah-langkah seperti di Latihan 2. Mengaktifkan Web Browser. Di web browser Mozilla Firefox, Anda dapat membuka Tab Baru dengan menekan tombol cepat (shortcut) Ctrl + T atau dengan menekan menu File New Tab. Dalam suatu window dapat dibuka banyak Tab. Tiap-tiap Tab ini layaknya seperti sebuah jendela baru. Dalam suatu tab dapat ditampilkan suatu halaman web.
4. Ketikkan http://localhost/phpmyadmin di baris alamat web browser

Latihan 6. Menguji Application Server

1. Buka editor notepad dengan mengklik tombol Start –> All Programs –> Accessories –> Notepad

2. Ketikkan kode program berikut

3. Simpan kode program dengan nama hallo.php. Klik menu File –> Save

selanjutnya akan muncul kotak dialog Save As.
4. Dalam dialog Save As lakukan pengaturan berikut ini:
-Pada combobox Save in arahkan ke c:\Apache\Htdocs

-Pada textbox File Name ketikkan hallo.php
-Pada combobox Save As Type pilih All Type
-Tekan tombol Save untuk melakukan penyimpanan.

5. Pastikan Web Browser Sudah Aktif. Bila belum aktif ikuti langkah-langkah di Latihan 2. Mengaktifkan Web Browser. Tekan Ctrl + T untuk membuka Tab baru dan Ketikkan http://localhost/hallo.php di baris alamat browser.

Bila di web browser Anda tertera tulisan Hallo maka Anda telah sukses membuat kode program PHP. Dari kode program kecil ini selanjutnya Anda dapat mengembangkan program-program yang lebih besar. Dan memang semuanya intinya dimulai dari yang kecil. Sukses buat Anda!

Mungkin Anda bertanya, Bagiamana sih kode program tersebut sebenarnya bekerja? Baiklah berikut ini akan dijelaskan bagaimana pemrosesan umum terjadi.

1. Pada saat Anda mengetikkan http://localhost/hallo.php menandakan bahwa Anda meminta suatu halaman web dengan nama hallo.php di server localhost. Server localhost mengacu kepada tempat web server Anda berada. Karena web server Anda diinstal di komputer Anda maka standar pengacuan dari komputer local adalah localhost. Anda dapat saja mengaturnya misalkan dengan nama perusahanjaya.com, excelentt.com, dsb.

2. Setelah Anda menekan Enter maka web server mencari file hallo.php. Karena Ada maka web server melihat jenis file yang diminta. Web server mengetahui bahwa file yang diminta adalah file PHP maka selanjutnya file tersebut diserahkan ke PHP untuk mengerjakannya. Disini file PHP akan mulai mengeksekusi kode programmnya baris per baris yang dimulai dari :
, yang menandakan akhir dari kode PHP
hasil terjemahan PHP tersebut adalah
Hallo
diberikan kembali ke web browser.
3. Web browser selanjutnya mengirimkan kembali isi file hallo.php ke web browser.
4. Web Browser menapilkan isi file hallo.php


Modul I

19 Desember 2009

Setelah mengikuti pelatihan pada modul i, Anda diharapkan telah memiliki kemampuan:
– pengertian umum tentang aplikasi web database
– pengaksesan web database
– mengenal software perancangan web database
– mengenal HTML

Pengantar

Saat ini para perancang software (software developer) yang akan merancang sistem yang baru umumnya akan menawarkan alternatif basis sistem yang dirancang apakah berbasis web atau tidak bagi para pemakainya (user). Dan pada akhirnya pilihan akan jatuh ke sistem berbasis web. Pilihan ini dilakukan tentu saja dilatarbelakangi oleh beberapa faktor seperti:
– tersedianya perangkat lunak (software) perancangan yang gratis (open source)
– aplikasi dapat diakses oleh semua orang dari berbagai penjuru dunia
– aplikasi dapat dihubungkan dengan teknologi handphone (mobile)

Tersedianya perangkat lunak yang gratis akan lebih memudahkan untuk mengembangkan suatu program. Walaupun diakui suatu perangkat lunak yang gratis tidak memiliki badan resmi yang bertanggung jawab bila suatu saat perangkat lunak tersebut mengalami kegagalan (error). Namun mengingat komunitas web (web community) dewasa ini sudah sangat kuat, kegagalan-kegagalan pada perangkat lunak gratis akan lebih mudah terselesaikan misalnya dengan membentuk suatu forum diskusi.

Aplikasi berbasis web sudah dapat diakses dari handphone. Kemudahan mendapatkan handhpone juga telah turut mendorong para perancang aplikasi untuk membuat aplikasi yang mudah digunakan dari handpone. Dengan jumlah pengguna hanphone yang terus bertambah akan lebih memudahkan pangsa pasar dari aplikasi yang akan dirancang. Hal ini umumnya menjadi pertimbangan utama dari pengguna sistem.

Pada mulanya aplikasi berbasis web masih bersifat statis, artinya halaman web yang terlihat tidak berubah-ubah isinya. Bila dinginkan perubahan isi maka kode programnya juga harus diubah. Dengan kehadiran bahasa pemrograman seperti ASP, PHP, Java telah memungkinkan untuk membuat aplikasi berbasis web yang dinamis, dimana isi dari suatu halaman web dapat diubah-ubah tanpa mengubah kode programnya. Isi dari halaman web dapat diubah-ubah karena bahasa pemrograman ASP, PHP, Java dapat berkomunikasi dengan suatu database seperti MySQL, SQL Server, Oracle, dan lain sebagainya. Dari sini kemudian istilah web database programming (pemrograman webdatabase) muncul.

Pada web statis semua kode program ditulis dalam suatu bahasa yang disebut dengan HTML (hypertext markup language). HTML disusun dengan tag-tag (tanda-tand) secara terstruktur. Tag-tag HTML dapat ditingkatkan fungsinya dengan memanfaatkan kode CSS (Cascade Style Sheet). Selain itu juga kode HTML dapat mengakses kode JavaScript. Namun tag-tag HTML tidak dapat mengakses basis data.

Pada web dinamis, Anda menuliskan kode program dengan memanfaatkan suatu bahasa pemrograman web seperti PHP, ASP, Java, dsb. Dalam bahasa pemroraman ini Anda dapat memasukkan (embedded) tag-tag HTML. Dalam kode program ini juga Anda dapat menuliskan perintah untuk memanipulasi basis data (MySQL, SQL Server, Oracle). Interaksi antara bahasa pemrograman dan basis data dibawah kendali perangkat lunak yang disebut web server (seperti : Apache, IIS, Xitami, JSP, ColdFusion, dsb). Web server selanjutnya memberikan hasil akhir ke web browser. Karena bahasa pemrograman dan basis data bekerja di sisi server sehingga bahasa pemrograman sering disebut application server dan basis data disebut database server.

Software-Software Pembuatan Web Database
Bila Anda ingin membuat suatu sistem web database, berikut ini akan dijelaskan beberapa software yang sebaiknya Anda miliki.
1. Web Server. Web server merupakan software tempat (host) application server dan database server bekerja. Web server akan merespons halaman web yang Anda minta (request). Software web server yang dapat Anda gunakan seperti : Apache, IIS (Internet Information Service), Xitami, JSP, dsb.
2. Application Server. Application server merupakan suatu bahasa pemrograman yang digunakan untuk berkomunikasi dengan basis data. Tiap application server memiliki ciri spesifik. Untuk itu Anda perlu memahami tata cara penulisan (syntax) penulisan dari suatu application server. Hasil akhir dari application server akan diterjemahkan oleh web server kedalam format HTML karena web browser hanya mengenali kode HTML.
3. Database server. Database server merupakan aplikasi yang mengelola data. Pengelolaan basis data mulai dari tahap defenisi (Data Defenition), manipulasi (Data Manipulation) dan kontrol (Data Control). Jenis-jenis database server seperti MySQL, SQL Server, Oracle, dsb.
4. Web Browser. Web browser merupakan aplikasi yang digunakan untuk meminta (request) halaman web yang ada di web server. Web browser yang banyak digunakan seperti Mozilla, Internet Explorer, Apple Safari, dsb.
5. Editor. Kode PHP ditulis dengan menggunakan software pembuatan dokumen teks seperti Notepad, Macromedia Dreamweaver, MS-Word, dsb.

Software-software di atas merupakan software-software standar yang digunakan untuk merancang web database. Bila Anda ingin agar tampilan web database Anda lebih baik lagi, software-software berikut juga perlu dimanfaatkan.

1. Aplikasi suara. Dengan memanfaatkan suara dalam web Anda akan lebih memikat orang lain untuk menggunakannya. Aplikasi suara seperti Winamp, CoolEdit dapat digunakan untuk memanipulasi suara.

2. Aplikasi grafis. Tampilan yang menarik dan interaktif telah menjadi tujuan utama dari perancangan software. Aplikasi seperti Photoshop, CorelDraw dapat digunakan untuk mempercantik tampilan web Anda.

3. Aplikasi video. Jamannya sudah jaman multimedia. Untuk itu anda juga dapat memanfaatkan software seperti Ulead, Adobe FireFox untuk memanipulasi video yang akan ditampilkan di web Anda.

HTML
Hypertext Markup Language (HTML) merupakan bahasa standar yang digunakan untuk memanipulasi halaman web. Aplikasi yang digunakan untuk menampilkan halaman web disebut dengan web browser. HTML tersusun atas rangkaian dari tag-tag. Tiap tag umumnya disusun dalam pasangan tag. Misalkan terdapat tag <B> maka pasangannya adalah </B>.
Untuk memahami HTML yang paling utama adalah menghafal strukturnya. Berikut adalah struktur umum dari HTML:

<HTML>
  <TITLE>
  </TITLE>
  <BODY>
  </BODY>
</HTML>

Latihan 1.
1. Buka Editor Notepad
-klik Start –> All Programs –> Accessories –> Notepad
2. Ketikkan kode HTML Berikut

3. Simpan kode HTML
-klik menu File –> Save.
-Tentukan letak penyimpanan file di combobox Save in.
-pada combobox Save as Type, pilih All Type
-Pada isian File Name ketikkan Lat1.html
-klik tombol Save untuk melakukan penyimpanan

4. Jalankan web browser. Pada modul ini digunakan Mozilla Firefox.
– Klik Start –> All Programs –> Mozilla Firefox –> Mozill Firefox

5. Buka Kode HTML dari Web Browser
– Klik menu File –> Open File
– Arahkan tempat letak file file Lat1.html combobox Look in

Hasil kode HTML di Web Browser:

Berikut ini adalah tag-tag yang dapat digunakan untuk menyusun kode HTML

Tag Keterangan
<html> </html> tag yang digunakan untuk menandai awal kode html
<title></title> untuk memberi judul suatu halaman web
<body></body> tempat untuk memanipulasi isi web
<p></p> membuat paragrap baru
<hn> </hn> membuat judul tulisan. n dimulai dari 1 s.d 6
<br></br> membuat tulisan pindah bari. Layaknya seperti Enter di MS-Word
<hr></hr> membuat garis horizontal
<b>td></b> membuat tulisan cetak tebal
<i></i> membuat tulisan cetak miring
<u></u> membuat tulisan cetak garis bawah
<sub></sub> membuat tulisan cetak setengah spasi di bawah tulisan
<sup></sup> membuat tulisan cetak setengah spasi di atas tulisan
<table></table> membuat tabel
<pre></pre> membuat tulisan seperti apada adanya
<tr></tr> membuat baris baru dalam tabel
<th></th> membuat judul dalam tabel
<td></td> membuat kolom dalam baris pada suatu tabel
<form></form> membuat formulir
<input type=tipe></input type=tipe> membuat obyek di form. Tipe dari obyek dapat berupa text, button, submit, reset, hidden, image

Modul I

5 Mei 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul I ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan:
– menjelaskan tentang Bahasa C
– mengenali lingkungan terpadu Bahasa C
– menjalankan kode program sederhana

Pendahuluan


Modul I

5 Mei 2009

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul I ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan untuk:
– menjelaskan tentang pemrograman delphi
– mengenali lingkungan terpadu delphi
– membuat kode program sederhana di delphi

Pendahuluan


Modul II

4 Mei 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul II ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan:
– memahami operator
– memahami tipe data


Modul I

2 Mei 2009

Tujuan

  • Mengenali bahasa pemrograman pascal
  • Memiliki kemampuan mengenali struktur bahasa Pascal
  • Mampu membuat kode Pascal sederhana

Pendahuluan
Bahasa diciptakan oleh Prof. Niklaus Wirth pada tahun 1971 di Universitas Zurich. Tujuan dari penciptaannya adalah untuk membantu para mahasiswanya menuliskan kode program secara terstruktur.
Dalam perkembangannya, bahasa pemrograman Pascal banyak digunakan di sekolah-sekolah sebagai bahasa pemrograman dasar dengan harapan pola pikir anak didik akan terpola secara sistematis.
Disamping itu terdapat bahasa pemrograman yang dikembangkan dari keunggulan-keunggulan bahasa pemrograman Pascal seperti Delphi, C#, dll.

1.1 Menjalankan Program Pascal
Bila Anda menjalankan sistem operasi windows, maka untuk mengaktifkan program Pascal dapat dilakukan dengan menjalankan file exexutabel (exe) Turbo.Exe. Bila sudah dilakukan maka akan muncul lingkungan pengembangan terpadu Pascal (pascal integrated development environtment – IDE) seperti gambar 1.1. Di jendela IDE Anda dimungkinkan untuk membuat, mengedit, menyimpan, mengatur kode program maupun penterjemah (compiler) sehingga program kita dapat berjalan dengan baik dan benar.

1.2 Menuliskan kode program
Ketikkan kode program berikut:

Begin
   Wrilten("Hallo Pascal");
End.

1.3 Mengeksekusi kode program
Tekan tombol Ctrl + F9

1.4 Menyimpan kode program
Tekan tombol Alt + F
Tekan huruf s
Simpan kode program dengan nama modul1

1.5 Menutup Program
-Tekan tombol Alt + F
-Tekan huru x

Kesimpulan

Pendapatan Anda

Referensi


Modul VI

23 April 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul VI ini, Anda diharapkan mampu:

  • Memahami pengertian fungsi
  • Memahami jenis-jenis fungsi
  • Mendeklarasikan dan memanggil fungsi
  • Memecahkan masalah dengan memanfaatkan fungsi

Pendahuluan

6.1. Jenis-Jenis Fungsi

Dari sisi pembuatannya fungsi dalam Visual Basic terbagi dua, yaitu :

  1. Fungsi yang dibentuk visual basic (built-in function)
  2. Fungsi yang dibentuk pemakai (user defined function)

A. Fungsi yang dibentuk visual basic

Visual Basic sudah menyediakan berbagai jenis yang tujuannya adalah mempermudah Anda untuk memecahkan suatu permasalahan. Daripada Anda harus membentuk fungsi sendiri tentu akan membutuhkan waktu, tenaga dan pemikiran. Fungsi dibentuk oleh Visual Basic berdasarkan perkiraan fungsi-fungsi yang umum dipakai untuk memcahkan masalah.

Dari segi tujuan pembentukannya fungsi-fungsi yang disediakan dalam visual basic masih dapat dikelompokkan kedalam:

  • Fungsi string
  • Fungsi aritmatika
  • Fungsi trigonometri

A.1 Fungsi String

A.2 Fungsi Aritmatika

A.3 Fungsi Trigonometri

6.2 Deklarasi dan Pemangilan Fungsi

6.3 Fungsi Berparameter

6.4 Skop Nilai

6.5 Fungi Dalam Fungsi

6.6 Fungsi Rekursif

6.7 Latihan

Kesimpulan

Kosa Kata

Soal

Jajak Pendapat

Referensi


Modul V

23 April 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul V ini, Anda diharapkan mampu:

  • Memahami pengertian array
  • Memahami pendeklarasian array
  • Memahami dimensi array
  • Mampu menerapkan array dalam pemecahan masalah

Pendahuluan

Misalkan Anda ingin menyimpan data tinggi 10 orang mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, maka Anda dapat saja melakukannya dengan memberi data tinggi pada variabel-variabel seperti berikut:

ridwan = 170

monika = 165

kristotomus = 180

andre = 170

melki = 185

agus = 165

imam = 173

zulkifli = 170

bangsawan = 180

anandayu = 175

Terdapat 10 variabel yang digunakan untuk menyimpan data tinggi. Bagaimana halnya bila diinginkan untuk menyimpan data tinggi untuk 100, 1000, 10000 atau jutaan mahasiswa di Indonesia, apakah anda akan tetap menyimpannya dalam variabel-variabel dengan memanfaatkan nama mahasiswa? Tentu saja hal tersebut dapat Anda lakukan. Namun yang perlu diperhatikan bahwa dalam pembuatan program perlu diperhatikan efisiensi, artinya untuk mencapai tujuan tersebut harus diusahakan seminim mungkin kode program yang digunakan.

Misalkan lagi terdapat data peserta kursus di “Perlanjasira Group Aron Komputer” seperti dibawah ini:

Peserta Kursus Yang Diampu
Ridwan Instalasi Komputer

Microsoft Office

Monika Sistem Operasi

Microsoft Office

Melki Desain Web

Microsoft Office

Cara yang Anda lakukan untuk menyimpan data kursus tersebut dapat saja seperti kode berikut:

Nama1=”Ridwan”

Nama1Kursus1=”Instalasi Komputer”

Nama1Kursus2=”Microsfot Office”

Nama2=”Monika”

Nama2Kursus1=”Sistem Operasi”

Nama2Kursus2=”Microsoft Office”

Nama3=”Melki”

Nama3Kursus1=”Design Web”

Nama2Kursus2=”Microsoft Office”

Bagaimana halnya bila data peserta kursus sampai 100, 1000 atau bahkan puluhan ribu? Apakah cara diatas akan tetap kita lakukan untuk menampung data peserta kursus? Jawabannya tentu bisa, namun hal ini tentu saja kurang efisien dan membosankan. Benar nggak? :)

Bila ditemukan permasalahan datanya sama namun yang membedakannya hanya nomornya (indexnya) seperti data tinggi atau data kursus diatas Visual Basic menyedikan pengenal yang disebut dengan Array. Array adalah suatu pengenal yang tiap nilai dibedakan oleh index (subscript).

5.1 Mendekelarasikan Array


Modul IV

22 April 2009

Setelah mengikuti pelatihan dalam Modul IV ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan dalam:

  • Memahami landasaran pernyataan berulang
  • Memahami pernyataan berulang FOR
  • Memahami pernyataan berulang WHILE
  • Mampu memecahkan masalah dengan memanfaatkan pernyataan berulang

Pendahuluan

Untuk mencetak kata “Indonesia” sebanyak 10x di form visual basic, Anda dapat melakukannya dengan menulis kode program seperti berikut:

Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”
Print “Indonesia”

Atau bisa juga menuliskanya dalam satu baris kode seperti berikut:

Print “Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia”

Bagaimana halnya bila Anda ingin mencetak kata “Indonesia” sebanyak 100x, 1000x atau nx di form, apakah Anda tetap melakukannya dengan cara seperti di atas? Bisa saja ya, namun hal ini tentu kurang efisien. Dapat dikatakan untuk melakukan hal tersebut Anda harus menuliskan kode program yang sangat panjang namun memiliki fungsi yang tidak berarti. Hal ini tentu kurang efisien. Semakin tidak efisien kode program maka otomatis semakin tidak baik algoritmanya.

Sebagai contoh lain misalkan Anda ingin mencetak angka 1 s.d 10, maka dapat saja Anda melakukannya dengan menulis kode seperti berikut:

Print “1 2 3 4 5 6 7 8 9 10″

Bagaimana halnya bila Anda menginginkan mencetak angka 1 s.d 1000, apakah Anda akan melakukan hal yang sama seperti contoh sebelumnya? Bisa saja, tetapi hal tersebut tentu kurang efisien. Untuk mengatasi hal ini Visual Basic menyediakan suatu pernyataan berulang untuk melakukan perulangan pemrosesan pernyataan.

Dalam Visual Basic terdapat 3 (dua) jenis pernyataan berulang yaitu:

  1. For – Next,
  2. While – Wend, dan
  3. Do – While

Berikut ini akan dijelaskan peranan dari ketiga pernyataan berulang tersebut dalam kode program.

1. For – Next

Syntax.

For Variabel = NilaiAwal To NilaiAkhir Step NilaiLompatan

<pernyataan-1>

<pernyataan-2>

…………………..

<pernyataan-n>

Next Variabel

Latihan 1.

Pada latihan 4.1 ini Anda disuruh untuk mencetak kata indonesia sebanyak 10x di form visual basic dengan menggunakan pernyataan berulang for.

Pada saat Anda mengeksekusi (execute) kode program visual basic ke bahasa mesin dengan menekan tombol F5 atau mengklik menu Run | Run maka even (kejadian) yang pertama kali akan dikerjakan adalah form_load. Setiap form memiliki kejadian form_load. Untuk itu untuk menyelesaikan masalah kali ini kode program akan diletakkan di event form_load dari form seperti ditunjukkan oleh kode program berikut ini:

private sub form_load()
Dim I as Byte
For I = 1 To 10 Step 1
Print "Indonesia"
Next I
end sub

Bagaimana proses kerja dari kode program tersebut?
0. Mulai
1. Deklarasi variabel I bertipe Byte
2. Ulangi I mulai dari 1 sampai dengan 10, I lompat-lompat 1
3. Apakah I < 10 Jika Ya Cetak Indonesia, Jika tidak Locat setelah pernyataan Next I
4. Naikkan Nilai I satu
5. Kembali Ke langkah 3
6. Berhenti

Latihan 2.
Buatlah tabel perkalian 1×1 hingga 1x 10

 1 X 1 = 1
 1 X 2 = 2
 1 X 3 = 3
 1 X 4 = 4
 1 X 5 = 5
 1 X 6 = 6
 1 X 7 = 7
 1 X 8 = 8
 1 X 9 = 9
 1 X 10 = 10

Berikut adalah langkah-langkah pengerjaannya:
– Buka proyek standar exe di VB
– Ketikkan kode program berikut di event form_paint()

Private Sub Form_Paint()
  Dim I As Byte
  For I = 1 To 10 Step 1
    Print 1;"X";I;"=";1*I
  Next I
End Sub

- Eksekusi program dengan menekan menu Run | Run atau F5 di keyboard

Latihan 3.
Membuat program untuk membilang dari 1 sampai dengan N di Form Visual Basic.

- Buka proyek standar exe
– Rancanglah form seperti dibawah ini:

- Masukkan kode program berikut pada Event Click tombol CmdBilang

   Private Sub CmdBilang_Click()
   Dim I, N As Byte
   N = Val(txtN.text)
   For I = 1 To N Step 1
     LstBilang.Items.Add(I)
   Next I
   End Sub

- Eksekusi program dengan menekan menu Run | Run atau F5 di keyboard

2. While
Pernyataan while digunakan untuk mengulangi pemrosesan satu atau banyak pernyataan selama syarat yang dimaksudkan terpenuhi. Bila syarat tidak terpenuhi maka pernyataan tidak akan dikerjakan.

Sintaks:
  While (Kondisi)
   <pernyataan>
  Wend

Kondisi pada pernyataan while harus memberikan nilai akhir boolean yaitu TRUE atau FALSE. Dalam Visual Basic Nilai 1 juga dianggap TRUE, selain 1 dianggap FALSE.

Latihan 2.1.
Buatlah kode program untuk mencetak kata “Indonesia” sebanyak 10x. Caranya dapat dilakukan dengan menggunakan pernyataan berulang while.

  Dim I As Byte
  I = 1
  While (I<10)
    Print "Indonesia"
    I = I + 1
  Wend

Bagaimana pemrosesan kode program diatas?
0. Mulai
1. Deklarasi variabel I dengan tipe Byte
2. Inisialisasi (pemberian nilai awal) variabel I adalah 1
3. Selama I < 10 maka
cetak kata “Indonesia”
Nilai variabel I dinaikkan 1
4. Ulangi ke langkah 3
5. Selesai

Menurut Anda, mengapa Nilai variabel I harus dinaikkan 1? Bagaimana kalau nilai I tidak dinaikkan seperti kode program berikut:

  Dim I As Byte
  I = 1
  While (I<10)
    Print "Indonesia"
  Wend

Coba kita analisis pernyataan diatas
1. Deklarasi pengenal I bertipe Byte
2. Inisialisasi I adalah 1
3. Selama I<10 maka kerjakan pernyataan berikut:
Cetak kata Indonesia
4. Kembali ke langkah 3

Kita perhatikan perulangan akan terus dikerjakan karena tidak ada keadaan yang memungkinkan perulangan berhenti. Kita perhatikan nilai I tetap 1 sehingga kondisi apakah I < 10 akan tetap terpenuhi dan pernyataan akan tetap dikerjakan. Untuk mengantisipasi perulangan yang tiada henti ini (continious looping) maka nilai I dinaikkan yang dalam hal ini dinaikkan 1. Dengan demikian pada saat I=10 kondisi I<10 tidak akan terpenuhi dan perulangan akan berhenti.

Latihan 2.2
Buatlah program untuk menentukan bilangan genap antara 1 s.d 50

Kita perhatikan terdapat bilangan 1,2,3,…50. Angka tersebut dapat implementasikan dalam bentuk perulangan dari 1 s.d 50. Selanjutnya angka yang bergerak dari 1 s.d 50 kita uji apakah termasuk bilangan genap atau tidak. Seperti yang kita ketahui bahwa bilangan genap adalah 2,4,6,…,50. Untuk memperoleh bilangan genap salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menguji apakah bilangan habis dibagi 2 atau tidak. Bila bilangan habis dibagi 2 maka bilangan tersebut adalah bilangan genap. Sebagai contoh 4 habis di bagi 2; 1 tidak habis dibagi 2.
Berikut ini adalah implementasi dari permasalahan diatas.
– Buka proyek standar exe
– Pada event form_paint tuliskkan kode program berikut:

   Private Sub Form_Paint()
   Dim I as Byte
   I = 1
   While (I<50)
     IF (I % 2 =0) Then
       Print I
     End If
     I = I + 1
   Wend

Bagaimana proses pengerjaan dari kode program diatas?
0. Mulai
1. Deklarasi pengenal I bertipe Byte
2. Inisialisasi nilai I = 1
3. Apakah I<50, Jika Ya, Kerjakan pernyataan berikut. Jika tidak ke langkah 4.
Apakah I Habis Dibagi 2, Pada saat ini Nilai I=1 sehingga kondisi tidak terpenuhi
Naikkan Nilai I satu
Ulangi Ke Langkah 3.
Apakah I<50, Jika Ya
Apakah I Habis Dibagi 2, Pada saat ini Nilai I=2 sehingga kondisi terpenuhi. Dengan demikian cetak nilai I
Naikkan Nilai I satu
Ulangi ke Langkah 3
4. Selesai

3. Perulangan Bersarang (Nested Loop)
Perulangan bersarang merupakan dapat dijelaskan sebagai perulangan di dalam perulangan. Pada saat membentuk perulangan bersarang hal-hal yang harus diperhatikan adalah:
-harus jelas awal dan akhir suatu perulangan
-tidak tumpang tindihnya antara satu perulangan dengan perulangan lainnya
Perulangan bersarang bisa melibatkan pernyataan berulang FOR di dalam FOR, while di dalam while atau campuran keduanya. Misalkan terdapat perulangan bersarang for dalam for seperti berikut:

For I = 1 To 5 Step 1
  For J = 1 To 5 Step 1
     <pernyataan>
  Next J
Next I

Latihan 3.1
Buatlah tabel perkalian 1×10 s.d 10×10

  Dim I, J As Byte
  For I = 1 To 10 Step 1
    For J = 1 To 10 Step 1
      Print I;"x";J;"=";I*J
    Next J
  Next I

Bagaimana proses pengerjaan dari program diatas?
0. Mulai
1. Deklarasi variabel I dan J bertipe Byte
2. Ulangi I mulai dari 1 s.d 10, I lompat-lompat 1. Pada saat pertama kali nilai I = 1 sehingga akan diuji apakah 1 < 10. Karena TRUE maka pernyataan dibawahnnya akan dikerjakan.
3. Ulangi J mulai dari 1 s.d 10, J lompat-lompat 1. Pertama kali nilai J=1 sehingga akan diuji apakah 1 < 10 dan jawabannya TRUE. Karena TRUE maka pernyataan berikutnya akan dikerjakan.
4. Cetak nilai I, cetak string x, cetak nilai J, cetak string =, dan cetak I * J
5. Kembali Ke Langkah 3
6. Kembali Ke Langkah 2
7. Selesai

Latihan 3.2
Buatlah program untuk menghasilkan matrik identitas A(4,4) seperti dibawah ini:

 1 0 0 0
 0 1 0 0
 0 0 1 0
 0 0 0 1

Data diatas dapat kita susun dalam bentuk matrik seperti berikut ini:

A(1,1)  A(1,2)  A(1,3) A(1,4)
A(2,1)  A(2,2)  A(2,3) A(2,4)
A(3,1)  A(3,2)  A(3,3) A(3,4)
A(4,1)  A(4,2)  A(4,3) A(4,4)

Elemen baris kita misalkan I
Elemen kolom kita misalkan J
Pada saat I sama dengan J maka elemen matrik adalah 1.

  Dim I, J as Byte
  For I = 1 to 4 Step 1
    For J = 1 to 4 Step 1
      IF (I = J) Then ' pada saat I = J
         Print "1";
      Else
         Print "0";
      End IF
   Next J
 Next I

Bagaimana proses pengerjaan dari program di atas?
0. Selesai
1. Deklarasi variabel I dan J bertipe byte.
2. Ulangi I mulai dari 1 s.d 4. Karena nilai awal I=1 maka pernyataan berikut akan dikerjakan.
3. Ulangi J mulai dari 1 s.d 4. Karena nilai awal J=1 maka pernyataan berikut akan dikerjakan
4. Apakah I = J ? Karena I = 1 dan J = 1 berarti kondisi TRUE. Karena true maka akan dicetak string “1”.
5. Naikkan nilai J satu sehingga J menjadi 2. Kembali ke langkah 3.
6. Naikkan nilai I
7. Selesai

Kesimpulan
Visual Basic memungkinkan kita mengulangi pengerjaan pernyataan dengan memanfaatkan pernyataan berulang.
Terdapat 2 jenis pernyataan berulang yaitu pernyataan berulang pasti (FOR – NEXT) dan pernyataan berulang tidak pasti (WHILE – WEND)
Pernyataan berulang FOR – NEXT sesuai digunakan bila banyaknya perulangan yang dilakukan sudah pasti; sedangkan bila pernyataan yang akan dikerjakan belum pasti sebaiknya digunakan pernyataan berulang WHILE – WEND
Visual Basic memungkinkan untuk membuat pernyataan berulang di dalam pernyataan berulang atau disebut dengan pernyataan bersarang (nested loop)

Kosa Kata

FOR NEXT WHILE WEND
Break

Latihan
1. Buatlah kode program untuk menghasilkan matrik segitiga atas seperti berikut:

 1 1 1 1 1
 0 1 1 1 1
 0 0 1 1 1
 0 0 0 1 1
 0 0 0 0 1 

2. Buatlah kode program untuk menghasilkan output berikut:

1
11
111
1111
11111

Jajak Pendapat


Modul III

13 April 2009

Setelah mengikuti pelatihan pada Modul III ini, Anda diharapkan memiliki kemampuan:
– Memahami pernyataan bersyarat
– Memahami pernyataan bersyarat IF
– Memahami pernyaaan bersyarat CASE
– Memecahkan permasalahan dengan memanfaatkan pernyataan bersyarat

Pendahuluan
Secara umum proses pengerjaan pernyataan oleh Visual Basic akan dilakukan mulai dari pernyataan-1, pernyataan-2, pernyataan-3 hinggga akhir pernyataan. Pernyataan-1 akan dikerjakan pertama kali, diikuti pernyataan-2 dan pernyataan 3 dan seterusnya. Tiap pernyataan akan dikerjakan secara berurutan (sequential processing) dan semuanya pasti dikerjakan. Namun dalam beberapa permasalahan adakalanya kita menginginkan agar pernyataan tertentu saja yang dikerjakan dan hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan pernyataan bersyarat (brancing statement).
Banyak persoalan yang membutuhkan pernyataan bersyarat. Sebagai contoh pada penerimaan pegawai negeri sipil kita ketahui bahwa seorang pegawai negeri sipil dinyatakan lulus administrasi bila IPK > 2.5. Disini ada suatu syarat bahwa IPK harus > 2.5 baru seorang peserta dinyatakan lulus administrasi. Bila IPK <=2.5 maka nilai peserta tidak memenuhi syarat sehihgga dinyatakan tidak lulus. Contoh lainnya misalkan dalam persoalan menentukan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Seseorang dinyatakan dapat menerima BLT bila termasuk kelompok rumah tangga miskin. Disini ada syarat miskin yang harus dipenuhi seorang penduduk sehingga Dia dapat memperoleh BLT. Masih banyak contoh-contoh persolahan sehari-hari yang kita hadapi yang membutuhkan penyelesaian dengan pernyataan bersyarat.
Pernyataan bersyarat termasuk pernyataan majemuk. Dalam pernyataan bersyarat akan diuji suatu kondisi. Bila kondisi benar (TRUE) maka akan dikerjakan pernyataan tertentu; sebaliknya bila kondisi salah (FALSE) maka pernyataan yang lain yang akan dikerjakan.
Pada Modul III ini Anda akan dituntun langkah per langkah mendali pengertian dan penggunaan pernyataan bersyarat secara detail. Semoga dengan memahami Modul ini Anda akan lebih dimampukan untuk menguasai pemrograman dengan lebih baik. Semoga.

3.1 Pernyataan Bersyarat IF
Pernyataan bersyarat IF digunakan untuk menguji ekspresi tertentu. Ekspresi dinyatakan dalam ekspresi relasi dan logika sehingga nilai akhir ekspresi haruslah berupa nilai Boolean yaitu TRUE atau FALSE. Bila nilai TRUE maka pernyataan setelah IF Then akan dikerjakan; Sebaliknya pernyataan setelah IF Then tidak dikerjakan bila nilai adalah FALSE.

Sintaks 1.
IF (Kondisi) Then
<pernyataan>
End IF

Sintaks 1 dapat diartikan bahwa bila (Kondisi) TRUE maka akan dikerjakan. dapat terdiri atas 1 atau lebih . Misalkan terdapat pernyataan bersyarat seperti berikut:
IF (A>5) Then
Print “Oke”
End IF

Pernyataan diatas menerangkan bahwa Bila A>5 maka akan pernyataan Print “Oke” akan dikerjakan;sedangkan bila A<=5 maka pernyataan Print “Oke” tidak akan dikerjakan.

Latihan 1.
Untuk menentukan kelulusan seorang siswa disyaratkan bahwa nilai mata pelajaran agama harus lebih besar dari 5. Pernyataan di atas dapat kita tuliskan dalam bentuk kode berikut :
Keterangan=”Tidak lulus”
Nilai_Agama=7
IF (Nilai_Agama>5) Then
Keterangan=”Lulus”
End IF
Print Keterangan

Proses pengerjaan dari kode tersebut adalah
0. Mulai
1. String “Tidak lulus” diberi ke variabel Keterangan
2. Angka 7 diberi ke variabel Nilai_Agama
Proses pemberian nilai ke suatu variabel di awal program sering disebut dengan istilah inisialisasi (initialization)
3. Diuji Jika (Nilai_Agama>5) Maka
String “Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Anda perhatikan syarat Nilai_Agama>5 dipenuhi (TRUE), maka isi variabel Keterangan akan diubah dari string “Tidak Lulus” menjadi “Lulus”.
4. Dicetak isi variabel Keterangan, dan memberikan string “Lulus”
5. Selesai

Sekarang coba Anda ubah isi variabel Nilai_Agama menjadi 5, bagaimana proses pengerjaan kode program?
0. Mulai
1. String “Tidak lulus” diberi ke variabel Keterangan
2. Angka 7 diberi ke variabel Nilai_Agama
Proses pemberian nilai ke suatu variabel di awal program sering disebut dengan istilah inisialisasi (initialization)
3. Diuji Jika (Nilai_Agama>5) Maka
String “Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Anda perhatikan syarat Nilai_Agama>5 tidak dipenuhi (FALSE), maka pernyataan setelah End IF yang akan dikerjakan
4. Dicetak isi variabel Keterangan, dan memberikan string “Tidak Lulus”
5. Selesai

Sintaks 2.
IF (Kondisi) Then
<pernyataan>
Else
<pernyataan>
End IF

Sintaks 2 dapat dijelaskan bahwa Jika (kondisi) TRUE maka yang akan dikerjakan; sedangkan jika (kondisi) FALSE maka yang akan dikerjakan.
Sintaks 2 merupakan dari pengembangan Sintaks 1. Perbedaan yang mendasar adalah bila pada sintaks 1 setiap (kondisi) FALSE maka pernyataan setelah End IF yang akan dikerjakan; sedangkan pada Sintaks 2 bila (kondisi) FALSE maka pernyataan setelah ELSE yang akan dikerjakan.
Banyak kasus dalam kehidupan sehari-hari yang tepat kita implementasikan dengan syntaks 2. Misalkan dalam kasus menentukan kelulusan seorang siswa disyaratkan bahwa seorang siswa dinyatakan lulus bila nilai mata pelajaran agama diatas 5. Persoalan ini dapat kita implementasikan ke dalam kode seperti berikut ini:
Nilai_Agama=5
IF (Nilai_Agama>5) Then
Keterangan=”Lulus”
Else
Keterangan=”Tidak Lulus”
End IF
Print Keterangan

Bagaima proses pengerjaan dari kode program diatas?
0. Mulai
1. Angka 5 diberi ke variabel Nilai_Agama
2. Diuji Apakah Nilai_Agama>5
Jika TRUE, maka
String “Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Jika FALSE, maka
String “Tidak Lulus” diberi ke variabel Keterangan
Karena kondisi (Nilai_Agama >5) memberikan FALSE maka variabel Keterangan akan diberi string “Tidak Lulus”
3. Menampilkan isi variabel Keterangan dan hasilnya adalah string “Tidak Lulus”
4. Selesai

Latihan 2.
Terdapat dua buah bilangan simbol A dan B. Simbol A diberi nilai 10, simbol B diberi nilai 20. Buatlah kode program untuk menentukan bilangan yang maksimum dari kedua bilangan tersebut.
Untuk menentukan bilangan terbesar diantara dua buah bilangan berarti kita cukup menguji jika bilangan A lebih besar dari B berarti bilangan A adalah maksimum; sedangkan bila bilangan a lebih kecil dari B berarti bilangan A adalah minimum. Pernyataan ini selanjutnya dapat kita implementasikan dalam kode Visual Basic berikut ini:
A=10
B=20
IF (A>B) Then
Maksimum=A
Else
Maksimum=B
End If
Print Maksimum

Bagaimana proses pengerjaan dari kode program di atas?
0. Mulai
1. A diberi nilai 10
2. B diberi nilai 20
3. Jika A>B Maka
Maksimum adalah A
Jika Tidak
Maksimum adalah B
Karena A < B maka pernyatan setelah Else yang akan dikerjakan sehingga variabel Maksimum akan diberi nilai B yaitu 20.
4. Menampilkan isi variabel Maksimum, dan tentu memberikan nilai 20
5. Selesai

Sintaks 3.
IF (Kondisi) Then
<pernyataan;>
Else IF (Kondisi) Then
<pernyataan;>
Else IF (Kondisi) Then
<pernyataan;>
Else
<pernyataan;>
End IF

Sintaks 3 merupakan pengembangan dari Sintaks 2. Jika pada Sintaks 2 hanya terdapat dua kemungkinan, maka pada sintaks 3 dimungkinkan untuk menambahkan jumlah kemungkikan kondisi terpenuhi. Banyaknya kondisi pada sintaks 3 tergantung pada permasalahan. Tidak dibatasi.
Misalkan di Mini Market Perlanjasira ditetapkan bahwa besarnya diskon ditentukan atas besarnya total belanja seperti berikut:
Total Belanja >= 2000000, Diskon = 15%
Total Belanja =1000000, Diskon = 10%
Total Belanja =2000000) Then
Diskon=0.15
Else IF (Total_Belanja>=1000000) And (Total_Belanja<2000000) Then
Diskon=0.1
Else
Diskon=0.05
End IF
Total_Bayar = Total_Belanja * Diskon
Print Total_Bayar

Latihan 3.
Masalah menentukan diskon dan total bayar di Mini Market Perlanjasira pada Latihan 2 akan diimplementasikan di Visual Basic. Untuk itu Anda ikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Buka proyek standar.exe di Visual Basic
jendela-utama-vb

2. – Simpan proyek dengan nama PModul31.vbp
– Simpan file form dengan nama FModul31.frm

3. Klik Ganda di Form. Selanjutnya akan muncul jendela editor seperti gambar berikut:
editor

Jendela warna putih merupakan editor tempat memanipulasi obyek dengan kode program. Kalau Anda perhatikan di jendela editor akan tertera blok event (kejadian) seperti berikut :

Private Sub Form_Load()

End Sub

Event ini menandakan bahwa pada saat Form di muat (load) ke memory maka seluruh kode program pada kejadian ini akan dikerjakan. Saat Anda menekan tombol F5 atau mengaktifkan menu Run | Run maka event Form_Load() akan dikerjakan. Dapat dikatakan event Form_Load() yang pertama kali dikerjakan pada saat Anda mengeksekusi Visual Basic.
Namun bila kita ingin melihat tampilan di form kode program kita harus kita letakkan di event activate atau event. Untuk itu kalau Anda perhatikan sebelah atas jendela editor terdapat dua buah combobox. Combobox pertama merupakan tempat menyimpan nama-nama obyek yang ada di form. Sedangkan pada combobox kedua adalah tempat menampung event-event dari obyek yang sedang terpilih di combobox pertama.
Sekarang pastikan di combobox pertama tertera keterangan form dan di combobox kedua pilih activate. Berikutnya ketikkan kode program seperti dibawah ini:

Private Sub Form_Activate()
Dim Total_Belanja, Diskon As Single
Total_Belanja = 400000
If (Total_Belanja >= 2000000) Then
Diskon = 0.15
ElseIf (Total_Belanja >= 1000000) And (Total_Belanja < 2000000) Then
Diskon = 0.1
Else
Diskon = 0.05
End If
Total_Bayar = Diskon * Total_Belanja
Print Diskon, Total_Bayar
End Sub

3. Eksekusi program dengan menekan tombol F5
running-diskon1

3.2 Pernyataan Bersyarat SELECT
Selain pernyataan bersyarat IF, Visual Basic menyediakan pernyataan bersyarat lain, yaitu SELECT CASE. Pernyataan bersyarat SELECT CASE umumnya digunakan untuk menguji suatu nilai. Bila nilai yang diuji memenuhi syarat tertentu maka pernyataan akan dikerjakan.
Sintaks:
Select Case (Ekspresi)
Case Nilai :
Case Nilai :
Case Nilai :
Case Else

End Select

Pernyataan bersyarat SELECT CASE cocok digunakan bila pengujian dilakukan pada banyak nilai. Sebagai contoh untuk menentukan keterangan suatu angka 1 s.d. 10. Misalnya angka yang diinputkan adalah angka 1 maka keteragannya adalah “satu”, angka 2 akan muncul keterangan “dua”, dan seterusnya, dapat diselesaikan dengan pernyataan bersyarat SELECT CASE.
Dim Angka As Byte
Dim Keterangan As String * 10
Angka=5
Select Case (Angka)
Case 1 : Keterangan=”Satu”
Case 2 : Keterangan=”Dua”
Case 3 : Keterangan=”Tiga”
Case 4 : Keterangan=”Empat”
Case 5 : Keterangan=”Lima”
Case 6 : Keterangan=”Enam”
Case 7 : Keterangan=”Tujuh”
Case 8 : Keterangan=”Delapan”
Case 9 : Keterangan=”Sembilan”
Case Else
Keterangan=”Sepuluh”
End Select
Print Angka, Keterangan

Bagaimana proses pengerjaan dari kode program di atas?
0. Mulai
1. Mendeklarasikan variabel Angka bertipe Byte sehingga variabel Angka akan dapat menampung bilangan 0.255
2. Mendeklarasikan variabel Keterangan bertipe String * 10 sehingga variabel Keterangan akan dapat menampung string hingga 10 karakter.
3. Memberi nilai 1 ke variabel Angka
4. Menguji nilai variabel Angka
5. Apakah variabel Angka nilainya 1? False
6. Apakah variabel Angka nilainya 2? False
7. Apakah variabel Angka nilainya 3? False
8. Apakah variabel Angka nilainya 4? False
9. Apakah variabel Angka nilainya 5? TRUE,
maka variabel Keterangan diberi nilai string “Lima”. Bila kondisi terpenuhi maka pernyataan seteleh End Select yang akan dikerjakan.
10. Cetak isi variabel Angka dan Keterangan
11. Selesai

3.3 Pernyataan Bersyarat Campuran
Pernyataan bersyarat campuran merupakan pernyataan yang menggabungkan pernyataan IF dan SELECT. Banyaknya campuran pernyataan ini tidak dibatasi. Yang paling penting diperhatikan pada saat implementasinya adalah tata cara penulisan dari kedua pernyataan tersebut. Diusahakan penulisannya harus jelas dan tidak saling tumpang tindih.
Berikut ini salah satu contoh sintaks penggunaan pernyataan bersyarat campuran.

IF (Kondisi) Then
   Select Case (Kondisi)
     Case Nilai :
                        IF (Kondisi) Then
                           <pernyataan>
                        End IF
      Case Nilai :<pernyataan>
      Case Else
           <pernyataan>
    End Select
Else IF (Kondisi) Then
   <pernyataan>
Else
   <pernyataan>
End IF

3.4. Kesimpulan
Proses pengerjaan standar dari program umumnya dimulai dari pernyataan-1, pernyataan-2, pernyataan-3 hingga akhir pernyataan disebut proses pengerjaan secara berurutan (sequential processing).
Untuk mengubah urutan proses pengerjaan dapat dilakukan dengan pernyataan bersyarat (brancing statement) atau pernyataan berulang (looping statement).
Pernyataan bersyarat IF digunakan untuk menguji syarat tertentu. Syarat yang dinyatakan harus memberikan nilai Boolean, yaitu TRUE atau FALSE. Jika syarat TRUE maka pernyataan seteleh THEN akan dikerjakan, jika syarat FALSE maka pernyataan setelah ELSE yang akan dikerjakan.
Pernyataan bersyarat SELET CASE digunakan untuk menyeleksi suatu nilai. Nilai dapat bertipe Boolean, Angka atau String. Bila nilai memenuhi syarat tertentu maka pernyataan akan dikerjakan; bila nilai tidak memenuhi syarat tertentu maka pernyataan tidak akan dikerjakan.

Kosa Kata

Branching Statement Sequential Processing IF CASE
ELSE

Soal
1. Dalam perhitungan gaji di Perlanjasira Grup sudah ditentukan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a. Gaji pokok ditentukan jenjang golongan
Golongan Gapok
I Rp.2.000.000,-
II Rp. 2.500.000,-
III Rp. 3.000.000,-
IV Rp. 4.000.000,-
b. Tunjangan anak
Tunjangan anak hanya diberikan bagi 3 orang anak. Tiap anak mendapatkan tunjangan sebesar Rp. 50.000,-
c. Potongan
Tiap bulan pegawai dikenakan potongan sebesar 5% dari total gaji. Potongan terdiri atas asuransi, pajak dan sumbangan.
Buatlah kode program Visual Basic untuk menentukan Gaji Bersih yang didapatkan seoarang pegawai.
2. Buatlah program Visual Basic untuk menentukan nilai X1 dan X2 dari suatu persamaan kuadrat Y = AX1^2 + BX2 + C

Jajak Pendapat

Buku Acuan
________Visual Basic 6.0 Black Book
________Step By Step Visual Basic 6.0
________24 Hours Visual Basic 6.0


Beda Pernyataan Berulang For dengan While?

6 April 2009

Baik pernyataan For maupun while memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing seperti yang ditunjukkan dibawah ini:

* Banyaknya perulangan sudah pasi diketahui

* Pemberian nilai awal dan nilai akhir pencacan perulangan secara langsung pada pernyataan For

Pernyataan berulang while biasanya digunakan

* Banyaknya perulangan tidak diketahui dengan pasti

* Pemberian nilai awal perulangan umumnya sebelum pernyataan While ; sedangkan pemberian nilai akhir pencacah tidak diketahui dengan pasti.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.